Sampah Dominan, DLH Ternate Fokus Tangani Tujuh Barangka

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt.Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhamad, saat diwawancarai [Foto : sukarsi/kasedata]

Plt.Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhamad, saat diwawancarai [Foto : sukarsi/kasedata]

Kasedata.id – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkomitmen untuk menangani persoalan sampah di tujuh titik aliran kali mati atau barangka yang kerap memicu genangan dan luapan air saat curah hujan.

Plt.Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhamad, mengatakan pihaknya akan melakukan identifikasi terhadap sejumlah titik genangan air yang tersebar di Kecamatan Ternate Utara, Ternate Tengah, dan Ternate Selatan. Kondisi ini karena keberadaan tujuh kali mati yang tidak berfungsi sebagai jalur aliran air.

“Fakta di lapangan menunjukkan setiap musim hujan yang keluar dari kali mati itu bukan hanya air, tetapi juga sampah. Artinya, persoalan utama bukan semata di hilir, tetapi juga di hulu,” ujarnya kepada media, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, secara topografi wilayah masih banyak permukiman warga yang berada di sekitar kali mati. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat menjadikan aliran itu sebagai tempat pembuangan sampah yang kemudian terbawa saat hujan deras.

Musli menegaskan Pemerintah Kota Ternate sebenarnya telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana dalam penanganan sampah. Saat ini sekitar 150 unit kendaraan roda tiga (viar) telah diterjunkan dan disebar di seluruh kelurahan. Selain itu, armada L-300 juga didistribusikan ke tingkat kecamatan, ditambah sejumlah kendaraan truk yang telah ditetapkan rute pengangkutan sampahnya.

Baca Juga :  Lahan Terbatas, Hasil Maksimal, Petani Ternate Tuai Pujian dari Kapolres

“Dari sisi fasilitas, pemerintah sudah berupaya maksimal. Armada pengangkut tersedia, rute sudah ditentukan, dan sistem pengangkutan berjalan,” jelasnya.

Namun demikian, Musli mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah pola pikir dan perilaku sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke kali mati. Karena itu, ia menilai perlu adanya sinergi dan pengawasan yang lebih kuat hingga ke tingkat kelurahan.

“InsyaAllah, pekan depan saya sudah menjadwalkan pertemuan dengan para lurah di wilayah yang dialiri tujuh kali mati. Saya akan turun langsung dan stay mulai dari wilayah utara, tengah, hingga selatan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tonny S Pontoh, Dari Ajudan Gubernur ke Medan Bencana Ternate
Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar
Ruang Fiskal Ternate 2027 Diproyeksi Lebih Longgar, Utang Jadi Perhatian
Tonny Dapat Tugas Baru, Ferry Ditunjuk Plt Kadis Perkimtan Ternate
Usai Dilantik, Pejabat Baru Ternate Bakal Hadapi Tiga Tantangan
Kebakaran Dekat Sungai Akelamo, Pemdes Kawasi Koordinasikan Penanganan
Kontraktor Tolak Desain PUPR Malut, Proyek Payahe–Dehepodo Tersandung Perencanaan
11 Pejabat Dilantik, Wali Kota Ternate Sebut Bukan Hadiah

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:03 WIT

Tonny S Pontoh, Dari Ajudan Gubernur ke Medan Bencana Ternate

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:54 WIT

Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:57 WIT

Ruang Fiskal Ternate 2027 Diproyeksi Lebih Longgar, Utang Jadi Perhatian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:22 WIT

Tonny Dapat Tugas Baru, Ferry Ditunjuk Plt Kadis Perkimtan Ternate

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIT

Usai Dilantik, Pejabat Baru Ternate Bakal Hadapi Tiga Tantangan

Berita Terbaru

Jembatan Ake Busale di ruas Saketa-Dehepodo, Kabupaten Halmahera Selatan [dok : kasedata]

Daerah

Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar

Jumat, 2 Okt 2026 - 12:54 WIT