Sering Dilanda Banjir, Kehidupan Warga Tabadamai Tak Pernah Damai

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu titik di sepanjang Sungai Ake Toniku yang menjadi sumber utama luapan air ke perkampungan Warga Tabadamai [dok : kasedata]

Satu titik di sepanjang Sungai Ake Toniku yang menjadi sumber utama luapan air ke perkampungan Warga Tabadamai [dok : kasedata]

Kasedata.id – Bagi warga Desa Tabadamai, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, cuaca bukan sekadar tanda perubahan musim, tapi juga penentu rasa aman. Ketika langit cerah, kehidupan berjalan seperti biasa. Namun begitu awan gelap, kecemasan pun datang karena hujan lebat sering menandai satu hal yakni banjir.

Keresahan itu tak hanya dirasakan warga Tabadamai. Desa tetangga mereka yakni Desa Rioribati dan Desa Toniku, juga mengalami nasib serupa. Ketiga desa ini sudah lama dikenal sebagai wilayah langganan banjir saat musim hujan karena dilalui sungai Ake Toniku dan Ake Toduku.

Kendati, Desa Tabadamai tergolong paling rawan. Letaknya berada tepat di jalur aliran Sungai Ake Toniku yang membuat desa ini menjadi pertama menerima kegenasan air ketika sungai meluap. Sungai itu mengalir persis di belakang perkampungan mereka sehingga setiap hujan deras selalu menimbulkan rasa was-was. Karena itu, warga sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

“Kami berharap ada perhatian penuh dari pemerintah, khususnya BWS Maluku Utara, untuk menangani persoalan ini. Karena sungai Ake Toniku sangat rawan banjir dan sudah berulang kali merendam rumah warga. Ini bukan masalah baru, tapi sudah berlangsung lama dan menimbulkan kecemasan setiap musim hujan,” ujar Ardi Mahdi, warga Tabadamai saat dihubungi melalui telepon, Kamis (16/10/2025).

Ardi yang juga tokoh pemuda ini menceritakan bahwa secara geografis Desa Tabadamai diapit dua sungai, yakni Ake Toduku dan Ake Toniku. Sejak desa ini resmi terbentuk pada tahun 1982, warga sudah berkali-kali menjadi korban banjir akibat luapan dua sungai tersebut terutama Sungai Ake Toniku yang paling rawan.

“Banjir besar pernah terjadi pada tahun 2002 dan 2024. Air dari Sungai Ake Toniku meluap hingga ke pemukiman warga di Tabadamai, Toniku, dan Rioribati,” kenangnya.

Luapan sungai itu kerap menimbulkan kerugian material. Banyak warga kehilangan bahan makanan, hewan ternak seperti sapi dan kambing, bahkan tempat tinggal mereka terendam lumpur. Saat air naik, warga biasanya mengungsi ke lokasi aman seperti kantor desa atau masjid yang berada di dataran lebih tinggi.

Baca Juga :  Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Halbar Dipangkas 50 Persen

Menurut Ardi, kondisi saat ini kian mengkhawatirkan. Jika pemerintah khususnya BWS Malut, lamban menangani pembuatan talud penahan banjir, maka dampaknya bisa semakin parah. Sebab, ia bersama warga telah mengidentifikasi satu titik paling krusial di sepanjang Sungai Ake Toniku yang menjadi sumber utama luapan air ke perkampungan.

Kondisi ini diperparah dengan adanya aktivitas pembongkaran material proyek di bantaran sungai yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

“Kondisi bantaran sungai kini memperihatinkan. Ada aktivitas pengambilan material yang justru memperlemah tanggul alami sungai. Ini menambah kekhawatiran kami apabila terjadi hujan deras,” tutur Ardi.

Warga Tabadamai, Rioribati, dan Toniku, kini menaruh harapan besar kepada BWS Maluku Utara untuk segera melakukan penanganan permanen. Pembangunan talud atau sistem pengendali banjir menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga ketenangan hidup tiga desa tersebut.

“Kami hanya ingin hidup tenang tanpa rasa takut apabila hujan datang,” pungkas Ardi. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Dugaan Jual Beli IUP di Haltim Kembali Mencuat, Sejumlah Pejabat Disebut
Paskibraka Kota Ternate, Satu ke Nasional, Empat ke Provinsi
Nuryadin : Seleksi Ketat Jaring 62 Anggota Paskibraka Kota Ternate 
Pemkot Ternate Umumkan 62 Anggota Paskibraka Terpilih, Ini Daftarnya
IKA PMII Malut Tegaskan Peran Strategis Alumni Lewat Sekolah Pergerakan
Pemanfaatan Sungai Akelamo Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga Kawasi
Siswa SMAN 4 Ternate Lolos Paskibraka Nasional, Ukir Sejarah Baru
Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat di Ternate Tunjukkan Hasil Positif

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:42 WIT

Dugaan Jual Beli IUP di Haltim Kembali Mencuat, Sejumlah Pejabat Disebut

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:53 WIT

Nuryadin : Seleksi Ketat Jaring 62 Anggota Paskibraka Kota Ternate 

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:46 WIT

Pemkot Ternate Umumkan 62 Anggota Paskibraka Terpilih, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:32 WIT

IKA PMII Malut Tegaskan Peran Strategis Alumni Lewat Sekolah Pergerakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:31 WIT

Pemanfaatan Sungai Akelamo Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga Kawasi

Berita Terbaru

Bus Malut United saat berada di kawasan Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Kamis (2/7/2026)

Olahraga

Isu Malut United Pindah ke Semarang Semakin Menguat

Kamis, 2 Jul 2026 - 16:22 WIT

Mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, saat ditahan oleh Kejati Maluku Utara [Foto : Acim/kasedata]

Hukum & Peristiwa

Dugaan Korupsi, Eks Bupati Pulau Taliabu Resmi Ditahan 

Jumat, 26 Jun 2026 - 18:10 WIT