Tambang Ilegal di Halsel Diduga Masih Beroperasi 

Selasa, 7 April 2026 - 22:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : ilustrasi

Foto : ilustrasi

Kasedata.id – Aktivitas pertambangan tanpa izin di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diduga masih berlangsung meski sebelumnya telah dipasangi garis polisi oleh Polres Halsel sebagai tanda penghentian kegiatan.

Sejumlah lokasi yang telah ditutup sejak 2025 antara lain berada di Desa Kusubibi (Kecamatan Bacan Barat), Desa Kubung (Bacan Selatan), Desa Anggai (Obi), dan Desa Manatahan (Obi Barat). Titik-titik itu telah dinyatakan sebagai area tambang ilegal dan diperintahkan untuk berhenti beroperasi.

Namun, informasi dihimpun menyebutkan aktivitas tambang masih terjadi secara tertutup dan berpindah-pindah untuk menghindari pantauan aparat. Di Kusubibi, kegiatan diduga dikoordinir seorang oknum berinisial HIM. Sementara di Kubung, Anggai, dan Manatahan, aktivitas serupa disebut masih dikendalikan pihak tertentu.

Situasi ini memunculkan sorotan terhadap efektivitas pengawasan di wilayah hukum masing-masing Polsek. Warga menilai perlu ada pengawasan lebih ketat agar kebijakan penutupan benar-benar berjalan maksimal.

Dikonfirmasi pihak Polres Halsel melalui Satreskrim menegaskan bahwa secara resmi seluruh aktivitas tambang ilegal dinyatakan ditutup.

Kapolres Halsel AKBP Hendra Gunawan melalui Kanit Tipidter Ikram Tuatui menyatakan belum ada kebijakan pembukaan kembali tambang.

“Secara resmi aktivitas tambang ilegal tetap ditutup dan belum ada arahan untuk dibuka kembali. Namun di lapangan, aktivitas terkadang muncul karena faktor ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Ikram, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga :  Polres Halsel Didesak Tahan 7 Tersangka Kasus Pencabulan Anak 

Ia mengakui sebagian pelaku merupakan warga setempat yang menggantungkan hidup pada aktivitas itu sehingga penegakan hukum menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.

Aparat juga menduga adanya kebocoran informasi setiap kali dilakukan peninjauan, karena kegiatan kerap berhenti sebelum petugas tiba. Selain itu, ditemukan indikasi pengangkutan material secara tersembunyi.

Meski begitu, kepolisian menegaskan komitmen untuk terus melakukan penertiban dan menindak setiap aktivitas pertambangan tanpa izin.

Di sisi lain, masyarakat mendorong Polda Maluku Utara melakukan evaluasi menyeluruh atas penanganan tambang ilegal di Halsel agar penegakan hukum berjalan tegas, transparan, dan konsisten, tanpa kesan pembiaran. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Jalan Ambles di Kayu Merah, BPJN Malut Kebut Perbaikan 
Dugaan Jual Beli IUP di Haltim Kembali Mencuat, Sejumlah Pejabat Disebut
Paskibraka Kota Ternate, Satu ke Nasional, Empat ke Provinsi
Nuryadin : Seleksi Ketat Jaring 62 Anggota Paskibraka Kota Ternate 
Pemkot Ternate Umumkan 62 Anggota Paskibraka Terpilih, Ini Daftarnya
IKA PMII Malut Tegaskan Peran Strategis Alumni Lewat Sekolah Pergerakan
Siswa SMAN 4 Ternate Lolos Paskibraka Nasional, Ukir Sejarah Baru
Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat di Ternate Tunjukkan Hasil Positif

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:47 WIT

Jalan Ambles di Kayu Merah, BPJN Malut Kebut Perbaikan 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:04 WIT

Paskibraka Kota Ternate, Satu ke Nasional, Empat ke Provinsi

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:53 WIT

Nuryadin : Seleksi Ketat Jaring 62 Anggota Paskibraka Kota Ternate 

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:46 WIT

Pemkot Ternate Umumkan 62 Anggota Paskibraka Terpilih, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:32 WIT

IKA PMII Malut Tegaskan Peran Strategis Alumni Lewat Sekolah Pergerakan

Berita Terbaru

Perbaikan jalan utama di Kelurahan Kayu Merah oleh BPJN Maluku Utara [Foto : haerun/kasedata]

Daerah

Jalan Ambles di Kayu Merah, BPJN Malut Kebut Perbaikan 

Selasa, 7 Jul 2026 - 16:47 WIT

Opini

Brazil vs Norwegia

Minggu, 5 Jul 2026 - 19:38 WIT

Bus Malut United saat berada di kawasan Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Kamis (2/7/2026)

Olahraga

Isu Malut United Pindah ke Semarang Semakin Menguat

Kamis, 2 Jul 2026 - 16:22 WIT