Kasedata.id – Gubernur Provinsi Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menemui dan mendengar langsung aspirasi mahasiswa yang berunjuk rasa di jalan utama kantor DPRD Kota Ternate, Kelurahan Kalumata, Ternate Selatan, Senin (1/9/2025).
Kehadiran Gubernur didampingi langsung Wakil Gubernur, Danrem 152 Babullah, Danlanal, Kapolda Malut, Kajati Malut, Ketua DPRD Malut, Kapolres Ternate dan Walikota Ternate.
Ditengah-tengah masa aksi, Sherly menerima 17 tuntutan mahasiswa. Ia mengapresiasi keberanian mahasiswa menyuarakan aspirasi secara damai, sekaligus berterima kasih kepada TNI–Polri yang mengawal jalannya aksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengenai tuntutan pembebasan 11 warga Maba Sangaji (Haltim) yang disuarakan, Sherly menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal proses hukum agar adil dan transparan.
“Itu wilayah hukum. Saya sudah berdialog dengan kejaksaan agar semua aspek dipertimbangkan untuk keringanan. Intinya, saya pastikan proses berjalan adil dan terbuka,” ucapnya.
Ia juga menekankan sebagian besar tuntutan, seperti soal IUP, merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.
“Aspirasi tetap kami teruskan ke pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono menanggapi isu reformasi Polri dengan terbuka. Ia menegaskan jika ada revisi UU dan kebijakan pemerintah, maka pihaknya juga siap menjalankan. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






![Rustam Ode Nuru. [Foto: Ridal/Kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260401_194152-225x129.jpg)

