Disperkim Maluku Utara Kejar Tuntas 1.200 RTLH Akhir Tahun

Rabu, 2 September 2026 - 13:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disperkim Maluku Utara, Musyrifah Alhadar. || dok : Ilham/Kasedata

Kepala Disperkim Maluku Utara, Musyrifah Alhadar. || dok : Ilham/Kasedata

Kasedata.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebanyak 1.200 unit rumah ditargetkan rampung sesuai standar operasional prosedur (SOP) hingga akhir tahun anggaran 2026.

Kepala Disperkim Maluku Utara, Musyrifah Alhadar, mengatakan 1.200 unit RTLH tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara. Seluruh calon penerima manfaat juga telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur.

“Target kita 1.200 unit dan seluruh penerima manfaat sudah ditetapkan. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target hingga akhir tahun anggaran,” kata Musyrifah kepada awak media, Rabu (2/9/2026) usai kegiatan penyerahan kunci pembangunan rumah tidak layak huni.

Program RTLH tahun ini terbagi dalam tiga skema penanganan. Sebanyak 150 unit mendapat alokasi bangun baru dengan anggaran Rp60 juta per unit. Kemudian 725 unit masuk program peningkatan atau rehabilitasi rumah, sedangkan 325 unit lainnya diperuntukkan bagi pembangunan dapur.

Dari sisi progres, sekitar 30 hingga 40 persen unit telah mencapai penyelesaian 100 persen. Sementara sekitar 60 persen lainnya telah memasuki tahap akhir dengan progres pekerjaan berkisar 70 hingga 80 persen.

Baca Juga :  Tak Masuk Akal, Tarif Parkir RSUD Chasan Boesoirie Ternate Dikeluhkan

Khusus di Kota Ternate, penyerahan kunci rumah bangun baru yang telah rampung 100 persen telah dilakukan di sejumlah lokasi, yakni Maliaro, Sasa dan Tubo.

Musyrifah menjelaskan, program RTLH 2026 menggunakan anggaran induk dan tidak mendapatkan tambahan alokasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

Pelaksanaannya juga mengedepankan pola swadaya masyarakat, bukan sistem borongan atau kontraktual. Penerima manfaat terlibat langsung dalam proses pembangunan sesuai kebutuhan rumah masing-masing.

“Setiap rumah dikerjakan langsung oleh penerima manfaat. Bangun baru memang membutuhkan waktu lebih lama, tetapi porsi terbesar adalah rehabilitasi yang disesuaikan dengan kebutuhan warga, seperti penggantian seng, perbaikan plesteran atau penambahan dapur,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pola tersebut, proses pengerjaan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima manfaat. Disperkim pun optimistis seluruh target dapat diselesaikan secara clear and clean hingga akhir tahun anggaran.

Baca Juga :  Pemprov Malut Terbanyak Penerima Program KNMP

Tantangan lain yang dihadapi adalah tingginya harga material di sejumlah wilayah kepulauan dan daerah terjauh. Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Disperkim menggandeng sejumlah mitra melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), di antaranya BNI 46, Bank BTN, Semen Tonasa dan Cat Avian.

Dukungan CSR diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta perbedaan harga bahan bangunan di setiap wilayah.

Meski menggunakan pola swadaya, Disperkim memastikan kualitas pembangunan tetap menjadi perhatian. Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dengan latar belakang teknik sipil dan arsitektur dikerahkan untuk mendampingi sekaligus mengawasi proses pembangunan setiap unit rumah.

“Kami tetap melakukan pendampingan dan pengawasan agar pembangunan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Sementara terkait aspirasi warga mengenai pembangunan jalan permukiman di Kelurahan Tubo, Musyrifah mengatakan persoalan tersebut dapat dikoordinasikan dengan Disperkim dan Pemerintah Kota Ternate.

Ia memastikan kebutuhan infrastruktur permukiman tersebut akan terus dikomunikasikan agar dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan ke depan. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

366 Peserta Bersaing di Open Water Swimming 2026
Gubernur dan Muslimat NU Malut Dorong Qasidah Jadi Sumber Ekonomi
PKB Halut Incar 4 Kursi DPRD, Fahmi Musa Siapkan Kekuatan Baru
Festival Tara No Ate dan MTQ Masuk Agenda Prioritas Pelestarian Budaya
Tanggap Darurat Karthutla TPA Takome Berakhir, Rehabilitasi Disiapkan
Bappeda Malut Perketat Evaluasi Program Prioritas Jelang Akhir Tahun 2026
PPK PUPR Malut Buka Data Teknis Fondasi Jembatan Togoreba Tua-Tolabi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:29 WIT

366 Peserta Bersaing di Open Water Swimming 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:43 WIT

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:58 WIT

Gubernur dan Muslimat NU Malut Dorong Qasidah Jadi Sumber Ekonomi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:18 WIT

PKB Halut Incar 4 Kursi DPRD, Fahmi Musa Siapkan Kekuatan Baru

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:38 WIT

Festival Tara No Ate dan MTQ Masuk Agenda Prioritas Pelestarian Budaya

Berita Terbaru

Pengalungan medali kepada para pemenang Kejuaraan Open Water Swimming 2026 di Pantai Falajawa, Kota Ternate. || Foto : Kasedata.id

Daerah

366 Peserta Bersaing di Open Water Swimming 2026

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:29 WIT

Daerah

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:43 WIT