Kasedata.id – Dari ruang kelas ke lahan panen, siswa SMK Negeri 4 Tidore Kepulauan membuktikan bahwa pendidikan vokasi bukan sekadar teori. Sekitar 2 ton jagung berhasil dipanen di Tayawe, menjadi bukti konkret bahwa sekolah bisa menjadi motor produksi pangan.
Panen ini dipimpin langsung Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, didampingi Asisten I Kadri La Ece, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah, Kabid SMK Makmur, kepala sekolah, serta para guru dan siswa.
Jagung yang dipanen bukan hasil coba-coba. Ini adalah buah dari praktik nyata siswa pada konsentrasi keahlian pertanian pembelajaran berbasis produksi yang langsung menjawab tantangan ketahanan pangan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sarbin Sehe tak menahan apresiasi. Ia menegaskan, keberhasilan ini harus jadi role model bagi SMK lain di Maluku Utara.
“Kebutuhan pangan akan terus meningkat. Kita butuh langkah strategis, dan SMK pertanian harus berada di garis depan,” tegasnya.
Sementara itu, Abubakar Abdullah mengungkapkan, sebanyak 21 SMK dengan konsentrasi pertanian telah bergerak serentak sejak tiga bulan lalu. Beragam komoditas hortikultura ditanam, dan kini mulai memasuki fase panen.
Tak berhenti di situ, transformasi besar juga disiapkan. Pembelajaran di SMK ke depan tidak lagi terpaku di ruang kelas, melainkan diperkuat lewat praktik di laboratorium dan lapangan secara maksimal.
Jika 21 SMK pertanian ini digerakkan secara masif dan berkelanjutan, Maluku Utara bukan hanya mandiri tapi siap memutus ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






![Peresmian sekretariat PERHAPI Maluku Utara oleh Wakil Ketua Umum, Ir. Resvani [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/Picsart_26-04-25_23-03-27-653-225x129.jpg)