Tak Mau Ada Korban, Pemprov Malut Putar Otak Selamatkan PPPK di 2027

Sabtu, 25 April 2026 - 12:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id – Nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menjadi sorotan menjelang 2027, seiring kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen.

Kepala BKD Maluku Utara, Zulkifli Bian, menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah masih melakukan simulasi dan perhitungan matang. Arahan Gubernur, kata dia, sangat jelas tidak boleh ada pegawai yang menjadi korban dari kebijakan tersebut.

“Prinsipnya, kami mencari formula terbaik agar seluruh PPPK yang sudah terikat kontrak tetap mendapatkan kepastian. Jangan sampai ada yang dirugikan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zulkifli juga meluruskan isu yang berkembang terkait kemungkinan dirumahkan atau diberhentikannya PPPK jika belanja pegawai melampaui batas. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut belum menjadi kebijakan resmi.

Baca Juga :  PPPK Malut Dievaluasi, BKD Dalami Disiplin dan Kinerja

“Memang secara regulasi ada konsekuensi jika melewati 30 persen. Tapi itu bukan berarti langsung ada pemberhentian. Sampai sekarang itu masih sebatas isu,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PPPK. Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan ke depan.

Seluruh PPPK pun diminta tetap fokus bekerja, menjaga disiplin, dan meningkatkan kualitas kinerja di tengah dinamika kebijakan yang berkembang.

“Ini momentum untuk menunjukkan kinerja terbaik. Karena hasil evaluasi akan menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan ke depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Tertunda karena Kesehatan, Jemaah Haji Ternate Akhirnya Menyusul ke Tanah Suci

Ke depan, Pemprov Maluku Utara disebut akan menempuh berbagai skenario strategis, mulai dari penataan ulang belanja pegawai, optimalisasi struktur organisasi, hingga penyesuaian kebijakan secara bertahap agar tetap selaras dengan aturan pusat tanpa mengorbankan tenaga PPPK.

Dengan kondisi ini, tahun 2027 diprediksi menjadi titik krusial bagi keberlanjutan nasib PPPK di Maluku Utara. Pemerintah dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara kepatuhan fiskal dan perlindungan terhadap ribuan tenaga kerja yang telah mengabdi.

Kini, harapan para PPPK bertumpu pada komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi yang adil, manusiawi, dan berkelanjutan. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tabligh Akbar, Ustaz Das’ad Latif Gaungkan Pesan Damai untuk Maluku Utara
Kadikbud Malut Dorong Toleransi Sejak Dini Lewat Pembinaan Rohani Pelajar
Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid
Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga
DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga
PUPR Malut Uji Teknologi Stabilisasi Tanah, Jalan Tani Tanpa Sirtu Ditargetkan Mulai 2027
Wagub Sarbin Lepas 40 Regu Gerak Jalan Indah Pelajar Meriahkan HUT ke-27 Malut
KORMI Sula Resmi Dilantik, Bidik Olahraga Masyarakat Desa

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:02 WIT

Tabligh Akbar, Ustaz Das’ad Latif Gaungkan Pesan Damai untuk Maluku Utara

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:06 WIT

Kadikbud Malut Dorong Toleransi Sejak Dini Lewat Pembinaan Rohani Pelajar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:59 WIT

Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:00 WIT

Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:14 WIT

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Berita Terbaru

Daerah

Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:59 WIT

Malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara, ribuan warga padati Kota Sofifi. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:00 WIT

Ternate

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 20:14 WIT