Pemda Sula Didesak Segera Tuntaskan Pemekaran Dua Desa

Kamis, 17 September 2026 - 21:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Umaga, Said Buamona [dok : karno/kasedata]

Warga Desa Umaga, Said Buamona [dok : karno/kasedata]

Kasedata.id – Warga di Kecamatan Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, mendesak pemerintah daerah segera menuntaskan proses pemekaran Desa Umaga dan Desa Rawa Mangoli. Sebab, sudah bertahun-tahun status kedua Desa ini tak kunjung terealisasi menjadi Desa definitif.

Desakan itu disampaikan warga menyusul pernyataan Kepala Bagian Pemerintahan Kepulauan Sula Fitria Umasangadji, yang menyebut pemerintah daerah masih melengkapi data pendukung untuk proses pemekaran.

Warga mempertanyakan proses itu telah berlangsung bertahun-tahun tanpa kejelasan mengenai tahapan maupun kendala dihadapi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kabag Pemerintahan bilang Pemda masih melengkapi data pendukung. Berkas pendukung seperti apa yang sudah bertahun-tahun tidak pernah selesai” ujar warga Desa Umaga, Said Buamona, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga :  Ini Hasil Sidak DPRD ke PLTD Kepulauan Sula

Said menilai pemerintah bersama DPRD Kepulauan Sula Komisi I, perlu menunjukkan keseriusan dalam menuntaskan proses pemekaran kedua desa tersebut.

“Patut diduga Pemda dan DPRD dalam hal ini Komisi I tidak serius. Kabag Pemerintahan juga kami nilai tidak punya kompetensi dan jejaring di pusat,” katanya.

Ia meminta Bupati Fifian Adeningsi Mus, memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat Desa Umaga dan Rawa Mangoli yang telah menunggu kepastian pemekaran selama bertahun-tahun.

Menurut Said, rencana menjadikan Desa Persiapan Umaga di Kecamatan Sulabesi Tengah dan Desa Persiapan Rawa Mangoli di Kecamatan Mangoli Utara sebagai desa definitif sebelumnya telah disampaikan pemerintah kepada masyarakat.

“Kami berharap sesegera mungkin dua desa ini yang pernah diucapkan di forum dan di depan masyarakat beberapa tahun lalu, bisa menjadi desa definitif,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Bantuan Disalurkan untuk Korban Gempa Batang Dua

Said mengatakan harapan itu semakin besar pada periode kedua pemerintahan Bupati Fifian Adeningsi Mus dan Wakil Bupati Saleh Marasabessy (FAM-SAH). Masyarakat, kata dia, ingin proses yang telah berjalan sejak periode sebelumnya dapat segera dituntaskan.

Ia menyebut masa pemerintahan FAM-SAH dari periode pertama hingga periode kedua telah berjalan cukup lama, namun status definitif kedua desa tersebut belum juga terealisasi.

“Kalaupun ada kendala, Pemda harus datang menemui masyarakat dan menjelaskan apa kendalanya agar masyarakat bisa mengetahui kejelasannya. Sudah hampir empat tahun janji itu belum ditepati,” pungkasnya. (*)

Penulis : Karno Pora

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Cegah Persoalan Hukum, Bupati Sula Teken MoU dengan Jaksa
Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo
Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi
Beredar BBM Oplosan di Ternate, Polisi Selidiki Pemasok Pertalite
Penertiban Aset Pemprov Malut Dikebut, 64 Kendaraan Dinas Berhasil Diamankan
BKD Pacu Kinerja Kesra, Plt Karo Diminta Sukseskan Program Strategis Sherly-Sarbin
Gubernur Sherly Benahi ASN Malut, Jabatan Strategis Mengacu Sistem Merit
Resmi Definitif, dr. Rosita Alkatiri Pimpin RSUD Chasan Boesoirie

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:02 WIT

Cegah Persoalan Hukum, Bupati Sula Teken MoU dengan Jaksa

Senin, 2 November 2026 - 19:40 WIT

Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo

Senin, 2 November 2026 - 16:19 WIT

Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi

Senin, 2 November 2026 - 15:05 WIT

Beredar BBM Oplosan di Ternate, Polisi Selidiki Pemasok Pertalite

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WIT

Penertiban Aset Pemprov Malut Dikebut, 64 Kendaraan Dinas Berhasil Diamankan

Berita Terbaru