Renovasi Baabullah II Belum Jalan, Disperkim Malut Fokus Bereskan Status Lahan

Rabu, 16 September 2026 - 18:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Maluku Utara, Musrifah Alhadar. || Foto : Kasedata.id

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Maluku Utara, Musrifah Alhadar. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id Rencana renovasi Asrama Baabullah II di Batukota, Malalayang, Manado, belum dapat dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Kepastian status lahan menjadi persoalan utama yang harus dituntaskan sebelum pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembenahan bangunan tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Maluku Utara, Musrifah Alhadar mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan status sah lahan yang digunakan sebagai lokasi Asrama Baabullah II.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin terburu-buru melakukan renovasi sebelum aspek legalitas aset tersebut benar-benar jelas. Sebab, penggunaan anggaran daerah untuk pembangunan di atas lahan yang statusnya belum pasti berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah masih terus memastikan kepemilikan sah lahan tersebut. Karena statusnya belum jelas, renovasi belum dapat dilakukan agar penanganannya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” kata Musrifah Alhadar kepada awak media di Ternate, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga :  Baabullah II Belum Tersentuh Renovasi, Status Lahan Masih Jadi Tanda Tanya

Musrifah menjelaskan, penelusuran dilakukan dengan menghimpun keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui sejarah berdirinya asrama. Salah satunya Saiful Bahri Ruray.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, lahan tersebut disebut merupakan milik Pemerintah Kabupaten Maluku Utara saat asrama didirikan. Namun, nama Pemerintah Kabupaten Maluku Utara tidak tercantum dalam sertifikat lahan.

Pada saat yang sama, katanya, terdapat klaim kepemilikan dari pihak keluarga yang namanya berkaitan dengan dokumen lahan tersebut.

Kondisi tersebut membuat Pemprov Maluku Utara perlu memastikan lebih dahulu siapa pemilik sah lahan sebelum menentukan langkah pembangunan maupun renovasi.

“Karena statusnya belum jelas, kami harus memastikan dulu legalitasnya. Jangan sampai pemerintah melakukan pembangunan, kemudian hari muncul persoalan karena status lahannya belum tuntas,” jelasnya.

Menurut Ivo, kepastian lahan merupakan bagian penting dalam pengelolaan aset pemerintah. Apalagi, setiap pembangunan atau renovasi fasilitas pemerintah menggunakan anggaran yang bersumber dari keuangan daerah.

Baca Juga :  HUT Haltim ke-23, PT AJP Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Karena itu, Dinas Perkim Maluku Utara masih melakukan koordinasi dan penelusuran terhadap dokumen maupun informasi terkait sejarah kepemilikan lahan Asrama Baabullah II.

Ia menegaskan, pemerintah tetap memperhatikan kebutuhan pembenahan asrama. Namun, keputusan pembangunan harus didahului kepastian administrasi dan hukum agar penggunaan anggaran daerah memiliki dasar yang kuat.

“Prinsipnya, kami ingin penanganan asrama ini dilakukan dengan baik. Tetapi semua harus memiliki dasar yang jelas, terutama terkait status lahannya,” katanya.

Pemprov Maluku Utara melalui Dinas Perkim selanjutnya akan menentukan langkah terhadap Asrama Baabullah II setelah proses penelusuran dan kepastian status lahan tersebut selesai.

Dengan demikian, persoalan renovasi bukan sekadar menyangkut kondisi fisik bangunan, tetapi terlebih dahulu memastikan aset yang menjadi lokasi pembangunan benar-benar memiliki status hukum yang jelas. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

OMC Malut Berakhir, Sherly Apresiasi Dukungan BNPB dan Pihak Terkait
Harhubnas 2026, Wagub Sarbin Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi
Rekomendasi BKN Tuntas, 12 Pejabat Kota Ternate Segera Dilantik
Baabullah II Belum Tersentuh Renovasi, Status Lahan Masih Jadi Tanda Tanya
102 KPM di Sula Terima Bantuan Atensi, Lansia Penerima Terbanyak
RKTN 2011–2030 Dibahas, Pemprov Malut Dorong Kebijakan Kehutanan Sesuai Kebutuhan Daerah
PAD Malut Melonjak 39 Persen, Sherly-Sarbin Dongkrak Target Pendapatan APBD-P 2026
DKP Maluku Utara Perketat Pengawasan Laut dan Penataan Rumpon Ilegal

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:29 WIT

OMC Malut Berakhir, Sherly Apresiasi Dukungan BNPB dan Pihak Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:35 WIT

Harhubnas 2026, Wagub Sarbin Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi

Rabu, 16 September 2026 - 23:43 WIT

Rekomendasi BKN Tuntas, 12 Pejabat Kota Ternate Segera Dilantik

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIT

Baabullah II Belum Tersentuh Renovasi, Status Lahan Masih Jadi Tanda Tanya

Rabu, 16 September 2026 - 18:07 WIT

Renovasi Baabullah II Belum Jalan, Disperkim Malut Fokus Bereskan Status Lahan

Berita Terbaru