Oleh : Aka Abdullah
Catatan antara Kupal Madopoli
Ada yang berbeda di SMA Negeri 2 Ternate pada Senin kemarin. Halaman sekolah yang biasanya hanya menjadi lokasi upacara, kali ini berubah menjadi ruang masa depan. Sebuah panggung kecil berdiri di tengah area, dihiasi tema besar bertuliskan Expo dan Camp Robotik. Di sisi kanan dan kiri, tenda-tenda VIP dipenuhi pelajar berseragam putih-abu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua lintasan robot telah siap beraksi, sementara guru, tamu undangan, dan siswa tampak antusias menyaksikan setiap rangkaian kegiatan. Saya sempat berbisik kepada Pak Kabid GTK, “Ini seperti event nasional yang ditangani event organizer profesional,” dan memang begitu adanya.
Penataan ruang, tata panggung, detail dekorasi, hingga penyambutan tamu oleh empat gadis berpakaian adat Kie Raha, semuanya menunjukkan satu hal penting : SMA Negeri 2 Ternate sedang menanamkan budaya baru budaya kreativitas, profesionalisme, dan keberanian tampil berbeda.
Expo dan Camp Robotik yang digelar bukan sekadar lomba sekolah biasa. Acara ini adalah tanda perubahan arah pendidikan. Sebuah pernyataan tegas bahwa sekolah tidak boleh lagi terjebak pola lama yang sibuk dengan administrasi, angka, dan rutinitas monoton. Sekarang saatnya bergerak menuju pendidikan yang relevan dengan masa depan.
Kita harus jujur, dunia berubah jauh lebih cepat daripada ruang kelas kita. Perkembangan kecerdasan buatan, robotik, dan otomatisasi telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, bahkan berpikir. Drone tanpa awak digunakan di berbagai sektor, layanan publik mulai dikerjakan oleh sistem otomatis, dan banyak pekerjaan konvensional perlahan tergeser teknologi.
Pertanyaannya, apakah sekolah kita masih mendidik anak-anak untuk dunia kemarin ?
Inilah tantangan terbesar pendidikan hari ini. Sekolah tidak cukup lagi hanya mengajarkan hafalan teori dan mengejar nilai ujian. Pendidikan masa depan menuntut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan penguasaan teknologi.
Keberanian SMA Negeri 2 Ternate menghadirkan robotik adalah langkah strategis. Mereka tidak menunggu perubahan datang, tetapi menjemput masa depan lebih awal. Sekolah-sekolah yang berani bertransformasi seperti ini lah yang akan melahirkan generasi kompetitif.
Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi seluruh sekolah di Indonesia untuk berani berubah. (*)
Penulis : Aka Abdullah
Editor : Redaksi






![Rumah warga Fitu saat terbakar [Foto : Iin Afriyanti/Kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260518_161839-225x129.jpg)