Panggung Perubahan di SMA Negeri 2 Ternate

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Aka Abdullah

Catatan antara Kupal Madopoli

Ada yang berbeda di SMA Negeri 2 Ternate pada Senin kemarin. Halaman sekolah yang biasanya hanya menjadi lokasi upacara, kali ini berubah menjadi ruang masa depan. Sebuah panggung kecil berdiri di tengah area, dihiasi tema besar bertuliskan Expo dan Camp Robotik. Di sisi kanan dan kiri, tenda-tenda VIP dipenuhi pelajar berseragam putih-abu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua lintasan robot telah siap beraksi, sementara guru, tamu undangan, dan siswa tampak antusias menyaksikan setiap rangkaian kegiatan. Saya sempat berbisik kepada Pak Kabid GTK, “Ini seperti event nasional yang ditangani event organizer profesional,” dan memang begitu adanya.

Penataan ruang, tata panggung, detail dekorasi, hingga penyambutan tamu oleh empat gadis berpakaian adat Kie Raha, semuanya menunjukkan satu hal penting : SMA Negeri 2 Ternate sedang menanamkan budaya baru budaya kreativitas, profesionalisme, dan keberanian tampil berbeda.

Baca Juga :  Kemaksiatan Politik dalam Kegagalan Paripurna DPRD Halsel

Expo dan Camp Robotik yang digelar bukan sekadar lomba sekolah biasa. Acara ini adalah tanda perubahan arah pendidikan. Sebuah pernyataan tegas bahwa sekolah tidak boleh lagi terjebak pola lama yang sibuk dengan administrasi, angka, dan rutinitas monoton. Sekarang saatnya bergerak menuju pendidikan yang relevan dengan masa depan.

Kita harus jujur, dunia berubah jauh lebih cepat daripada ruang kelas kita. Perkembangan kecerdasan buatan, robotik, dan otomatisasi telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, bahkan berpikir. Drone tanpa awak digunakan di berbagai sektor, layanan publik mulai dikerjakan oleh sistem otomatis, dan banyak pekerjaan konvensional perlahan tergeser teknologi.

Baca Juga :  Dibalik Gemerlap Emas PT. TUB Halmahera Barat

Pertanyaannya, apakah sekolah kita masih mendidik anak-anak untuk dunia kemarin ?

Inilah tantangan terbesar pendidikan hari ini. Sekolah tidak cukup lagi hanya mengajarkan hafalan teori dan mengejar nilai ujian. Pendidikan masa depan menuntut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan penguasaan teknologi.

Keberanian SMA Negeri 2 Ternate menghadirkan robotik adalah langkah strategis. Mereka tidak menunggu perubahan datang, tetapi menjemput masa depan lebih awal. Sekolah-sekolah yang berani bertransformasi seperti ini lah yang akan melahirkan generasi kompetitif.

Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi seluruh sekolah di Indonesia untuk berani berubah. (*)

Penulis : Aka Abdullah

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ketika Sejarah Berbisik : Brazil, Amerika, dan Penantian 24 Tahun
Catatan Porprov Maluku Utara 2026
Saat Tinta Menjadi Nadi
Panggung Kehormatan : Malam Apresiasi Pendidikan Nasional 2026
Mendengar Hari Ini, Menghubungkan Masa Depan (Road Show Kepala BPJN di Maluku Utara)
Sagu, Riwayatmu Kini
Lago Montana, Wajah Baru Pariwisata Maluku Utara
Lari di Lago Montana

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:31 WIT

Ketika Sejarah Berbisik : Brazil, Amerika, dan Penantian 24 Tahun

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:32 WIT

Catatan Porprov Maluku Utara 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 16:23 WIT

Saat Tinta Menjadi Nadi

Senin, 25 Mei 2026 - 11:36 WIT

Panggung Kehormatan : Malam Apresiasi Pendidikan Nasional 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:38 WIT

Panggung Perubahan di SMA Negeri 2 Ternate

Berita Terbaru

Bus Malut United saat berada di kawasan Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Kamis (2/7/2026)

Olahraga

Isu Malut United Pindah ke Semarang Semakin Menguat

Kamis, 2 Jul 2026 - 16:22 WIT

Mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, saat ditahan oleh Kejati Maluku Utara [Foto : Acim/kasedata]

Hukum & Peristiwa

Dugaan Korupsi, Eks Bupati Pulau Taliabu Resmi Ditahan 

Jumat, 26 Jun 2026 - 18:10 WIT