Saat Tinta Menjadi Nadi

Senin, 1 Juni 2026 - 16:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M. Guntur Alting/Buku Alfajri A.Rahman

M. Guntur Alting/Buku Alfajri A.Rahman

(Membaca Karya Alfajri A. Rahman tentang Jalan Pulang) 

 

Oleh : M. Guntur Alting
(Dosen FISIP UMJ Jakarta)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​ADA banyak cara untuk merayakan kehidupan. Bagi sebagian orang, itu berarti menumpuk harta.

Bagi sebagian lainnya, mungkin mencari popularitas di panggung-panggung megah.

Namun bagi Alfajri A. Rahman, dalam bukunya “Semua Akan Kembali: Tak Sekedar Aktivis & Jurnalis,” merayakan kehidupan berarti menolak untuk diam di hadapan ketidakadilan.

​Membaca catatan-catatan Alfajri membawa kita pada sebuah perjalanan yang terasa “sangat personal.” Ia tidak menulis dari atas menara gading yang jauh dari tanah dan debu.

Ia menulis dari “lapangan” yang sesungguhnya—tempat di mana suara warga sering kali tenggelam oleh kebisingan birokrasi, atau di mana nasib sebuah kebijakan ditentukan di ruang-ruang tertutup.

​Alfajri adalah seorang pengelana. Ia berdiri di persimpangan dua jalan yang sering dianggap berseberangan: aktivisme dan jurnalisme.

Baca Juga :  Panggung Kehormatan : Malam Apresiasi Pendidikan Nasional 2026

Di satu sisi, ia dituntut oleh kaidah jurnalisme untuk menjadi pengamat yang objektif. Di sisi lain, sebagai aktivis, ia adalah seorang partisipan yang hatinya mudah terbakar jika melihat hak-hak rakyat diabaikan.

​Dalam buku ini, kita akan dibawa berkeliling dari hiruk-pikuk isu nasionalisme di era pandemi, hingga persoalan lokal yang terasa begitu dekat di kulit kita—seperti pembangunan Pelabuhan Hiri yang penuh drama, atau perjuangan masyarakat di Kelurahan Rua.

Alfajri memotret semuanya dengan kepekaan seorang jurnalis yang teliti, namun ditulis dengan kegelisahan seorang aktivis yang mencintai tanah kelahirannya.

​Yang paling memikat dari tulisan Alfajri adalah caranya mengingatkan kita tentang “rumah”. Judul bukunya, Semua Akan Kembali, bukan sekadar frasa puitis.

Itu adalah pengingat bahwa jabatan itu fana, proyek itu bisa selesai, namun jejak kebaikan dan integritas adalah sesuatu yang akan selalu kita bawa pulang ke muara terakhir.

Baca Juga :  Kesalehan Terbeli : Menyoal Standar Pakaian Muslimah dalam Sistim Kapitalisme

​Ia mengajak kita untuk tidak menjadi orang-orang yang kehilangan arah di tengah gemerlap dunia. Alfajri menunjukkan bahwa menulis, bagi dia, adalah jalan untuk membasuh jiwa.

Sebuah upaya agar kita tidak menjadi batu di tengah sungai yang mengalir, atau debu yang terbang tanpa arah.

​Jika Anda mencari buku yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan terdalam Anda, maka buku ini adalah kawan seperjalanan yang tepat.

Alfajri telah selesai menulis, ia telah menitipkan kegelisahannya pada kertas-kertas ini.

Kini, giliran kita untuk bertanya: sudah sejauh mana kita melangkah, dan ke mana kita akan kembali?

Trimakasih atas kiriman karya bukunya, sebuah catatan dari saya yang agak telat, namun pada akhirnya tuntas juga mengkhatamkanya. (*)

Ciputat, 1 Juni 2026

Penulis : M. Guntur Alting

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Menjaga Data, Merawat Kepercayaan, Menguatkan Suara Daerah
Merampas atau Memulihkan
Ko Nan, Jurnalis yang Istiqamah
Siapa Peduli Persiter Ternate ?
Persiter Sebagai Simbol Harga Diri 
Jatuh Sakit Bukan Berarti Menghalangi Mimpi Sarjanaku
Edukasi Pemanfaatan Rempah dan Barang Bekas sebagai Pengharum Ruangan Alami Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan
Brazil vs Norwegia

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:15 WIT

Menjaga Data, Merawat Kepercayaan, Menguatkan Suara Daerah

Selasa, 1 September 2026 - 20:56 WIT

Merampas atau Memulihkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:20 WIT

Ko Nan, Jurnalis yang Istiqamah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:38 WIT

Siapa Peduli Persiter Ternate ?

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:16 WIT

Persiter Sebagai Simbol Harga Diri 

Berita Terbaru

Dikbud Kabupaten Pulau Taliabu bersama Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku Utara saat menggelar pendampingan perencanaan dan penganggaran terkait SPM bidang pendidikan tahun 2026 [ dok : karno/kasedata]

Daerah

Pemkab Taliabu Perkuat SPM Pendidikan Berbasis Data

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:29 WIT

Daerah

Kemarau Panjang, Pemkot Ternate Gelar Salat Istisqa

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:37 WIT

Wali Kota Ternate (kedua kiri) dan Kadisperkimtan (kedua kanan) berpose usai menerima piagam pernghargaan.

Daerah

Dari Program Pempus, Ternate Raih Bantuan 200 Unit Rumah

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:16 WIT