Kasedata.id – Rencana gelaran Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara kembali menuai sorotan. Pelaksanaan Musda yang terus berlarut-larut tanpa hasil jelas ini diduga kuat terjadi akibat adanya intervensi dari pihak luar.
Sorotan tajam tersebut mengarah kepada Boy Sangaji, mantan Ketua OKK Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Sejumlah pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI tingkat kabupaten/kota menilai, campur tangan Boy sudah melampaui batas dan merusak tatanan organisasi.
Menurut pengurus BPC, dugaan intervensi ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada dua pelaksanaan musyawarah sebelumnya—yang sempat melahirkan dua ketua umum terpilih, yakni Rio dan Firdaus—jalannya forum diduga kuat tak lepas dari determinasi Boy Sangaji, hingga memicu ketidakpastian arah organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Boy Sangaji ini sebenarnya secara usia sudah tidak layak lagi ber-HIPMI. Intervensi dia dalam dua kali Musda sebelumnya justru membuat arah organisasi HIPMI Maluku Utara menjadi tidak jelas,” ungkap perwakilan pengurus BPC HIPMI Malut dalam pernyataan tertulisnya.
Lebih lanjut, para pengurus BPC mencium ada dugaan motif transaksional di balik ngototnya intervensi tersebut. Apalagi, Musdalub kali ini digelar di tengah rangkaian agenda Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI yang sedang berjalan.
“Kami menerima informasi bahwa beberapa mantan pengurus HIPMI di Maluku Utara diduga telah melakukan transaksi dengan Boy Sangaji. Bahkan, ia sampai ikut menentukan siapa sosok yang layak memimpin HIPMI Malut. Pertanyaannya, ada kepentingan apa dia bertindak sejauh itu?” sesal mereka.
Melihat konflik yang tak kunjung usai, pengurus BPC mendesak BPP HIPMI untuk segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan marwah BPD HIPMI Malut. Mereka menilai, benang merah dari carut-marut organisasi ini bersumber dari satu pintu.
“Jika ditarik benang merahnya, semua kekacauan ini terjadi diduga ada intervensi Boy Sangaji. Informasi yang kami himpun, dia bahkan sudah menyiapkan kandidat titipan yang diduga kuat berasal dari kader PSI,” pungkas perwakilan BPC itu. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar




![Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly, diwawancarai usai rapat KKMP [Foto : sukarsi/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260521_181620-225x129.jpg)


