Dikbud Malut Tegaskan Tak Ada Lagi Sekolah Favorit, Semua Anak Punya Kesempatan yang Sama

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, didampingi Sekretaris Dikbud Sofyan, S. Kom, dan Kepala Bidang Pembinaan SMK, Makmur, S. Kom. || dok : Ilham/Kasedata

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, didampingi Sekretaris Dikbud Sofyan, S. Kom, dan Kepala Bidang Pembinaan SMK, Makmur, S. Kom. || dok : Ilham/Kasedata

Kasedata.id Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan sesuai aturan nasional dan tidak boleh dipersepsikan sebagai sesuatu yang luar biasa. Menurutnya, sistem yang diterapkan saat ini merupakan bentuk pelaksanaan regulasi yang seharusnya memang dijalankan oleh seluruh satuan pendidikan secara konsisten, transparan, dan bertanggung jawab.

“Ini sesuatu yang normal. Justru prosedur seperti inilah yang seharusnya kita kerjakan sejak awal. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan atau didramatisasi. Semua berjalan sesuai koridor aturan yang berlaku dan murni normatif,” tegas Abubakar kepada awak media usai peluncuran SPMB dirangkaikan dengan User Assessment Testing (UAT) dan penandatanganan Pakta Integritas di Aula SMK Negeri 2 Kota Ternate, Selasa (2/6/2026).

Ia menekankan, SPMB bukan sekadar proses administrasi penerimaan siswa, melainkan instrumen penting untuk memastikan setiap anak di Maluku Utara memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi dan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen tersebut dibuktikan melalui keterlibatan berbagai lembaga pengawas dan pemangku kepentingan, mulai dari Kepolisian, Ombudsman RI Perwakilan Maluku Utara, hingga Komisi IV DPRD Maluku Utara. Keterlibatan mereka bukan karena adanya persoalan dalam pelaksanaan SPMB, melainkan sebagai bentuk penguatan pengawasan dan akuntabilitas publik.

“Kami ingin semua pihak ikut mengawal. Ketika banyak stakeholder terlibat, maka kepercayaan publik semakin kuat. Ini bukan soal curiga atau khawatir, tetapi tentang membangun sistem yang transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama SPMB adalah membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh peserta didik, bukan menciptakan persaingan yang tidak sehat antar sekolah maupun membatasi pilihan siswa.

“SPMB hadir untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan hanya karena faktor jarak, persepsi, atau keterbatasan informasi. Semua anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang,” katanya.

Baca Juga :  151 Siswa SMK Ikut Ajang Kompetensi Siswa, Siap Bersaing di LKS Tingkat Nasional 2025

Akhiri Mitos Sekolah Favorit

Dikbud Maluku Utara juga terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat terkait stigma “sekolah favorit” yang selama bertahun-tahun melekat di sejumlah sekolah negeri, khususnya di Kota Ternate.

Aka menegaskan bahwa berdasarkan data Rapor Pendidikan, kualitas SMA Negeri di Kota Ternate saat ini menunjukkan kondisi yang relatif merata. Indikator mutu pendidikan, kompetensi guru, kualifikasi tenaga pendidik, hingga capaian pembelajaran menunjukkan bahwa tidak ada lagi kesenjangan signifikan antar sekolah negeri.

“Paradigma sekolah favorit harus mulai ditinggalkan. Hari ini kualitas SMA Negeri di Kota Ternate sudah jauh lebih merata. Guru-gurunya berkualifikasi baik, sebagian besar telah bersertifikasi, dan standar mutu pendidikannya terus meningkat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, siswa yang berdomisili di wilayah Sasa, Tubo, Bastiong maupun kawasan utara Kota Ternate tidak perlu memaksakan diri masuk ke sekolah tertentu hanya karena faktor popularitas.

“Kalau rumahnya dekat SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, atau SMA Negeri 6, maka sekolah-sekolah itu juga memiliki kualitas yang baik dan layak menjadi pilihan utama. Yang harus kita kejar adalah kualitas belajar anak, bukan sekadar label sekolah,” tegasnya.

Menurutnya, pemerataan kualitas pendidikan yang selama ini diperjuangkan pemerintah harus direspons dengan perubahan cara pandang masyarakat. Ketika semua sekolah berkembang secara merata, maka tidak ada alasan lagi menumpuk peserta didik pada satu atau dua sekolah tertentu.

Selain itu, Dikbud Maluku Utara juga mengingatkan calon peserta didik dan orang tua untuk memperhatikan tahapan pelaksanaan SPMB 2026. Registrasi dan penginputan data dijadwalkan berlangsung mulai 4 hingga 15 Juni 2026. Setelah itu, verifikasi data tahap pertama akan dilaksanakan pada 17 hingga 20 Juni 2026, sedangkan verifikasi tahap kedua berlangsung pada 23 hingga 27 Juni 2026. Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi, pendaftaran ulang dijadwalkan pada 1 hingga 3 Juli 2026.

Baca Juga :  Penyampaian Visi-Misi Calon Rektor UMMU Resmi Digulirkan

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi SPMB Maluku Utara di www.spmb.malutprov.go.id. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan tersebut dengan baik serta memastikan seluruh dokumen dan data yang diunggah sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Karena itu, Abubakar mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para pendidik untuk bersama-sama menyebarluaskan informasi mengenai SPMB 2026. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh dukungan dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pemerataan akses pendidikan.

Ia menegaskan bahwa semua sekolah di Maluku Utara memiliki peran yang sama penting dalam mencetak generasi unggul sesuai minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik. Karena itu, masyarakat diminta tidak lagi terpaku pada sekolah-sekolah tertentu, melainkan memberikan ruang kepada anak-anak untuk memilih satuan pendidikan yang paling dekat, paling sesuai, dan paling memungkinkan untuk mengembangkan potensi mereka.

“Yang terpenting adalah anak-anak kita tetap melanjutkan pendidikan. Jangan sampai ada yang mengurungkan niat bersekolah hanya karena tidak diterima di sekolah yang dianggap favorit. Semua sekolah di Maluku Utara memiliki kualitas dan peran yang sama dalam membentuk masa depan generasi daerah ini,” pungkasnya.

Melalui SPMB 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara ingin memastikan tidak ada lagi sekat antara sekolah unggulan dan nonunggulan. Yang dibangun adalah sistem pendidikan yang adil, merata, transparan, dan mampu menjangkau seluruh anak Maluku Utara. Pesan besarnya sederhana namun penting, di mana pun sekolahnya setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dari Landmark Ternate, KaderMU-26 Resmi Menjadi Mahasiswa UMMU
Rapor Pendidikan Jadi Alarm, MKKS Kota Ternate Perkuat Kompetensi Guru
Dikbud Maluku Utara Kooperatif Hadapi Pemeriksaan Dana BOSP
Buka Workshop Literasi, Abubakar Abdullah Dorong Sekolah Perkuat Budaya Membaca
Ribuan KaderMU Digembleng di P2KK UMMU
RSUD Chasan Boesoirie Dukung Penuh UMMU Buka FKG
Perkuat Pendirian FKG UMMU, MDC Ternate Jadi Mitra Strategis
Dikawal RSIJ Grup, UMMU Percepat Buka Fakultas Kedokteran

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:19 WIT

Dari Landmark Ternate, KaderMU-26 Resmi Menjadi Mahasiswa UMMU

Sabtu, 12 September 2026 - 15:54 WIT

Rapor Pendidikan Jadi Alarm, MKKS Kota Ternate Perkuat Kompetensi Guru

Sabtu, 12 September 2026 - 14:53 WIT

Dikbud Maluku Utara Kooperatif Hadapi Pemeriksaan Dana BOSP

Sabtu, 12 September 2026 - 10:55 WIT

Buka Workshop Literasi, Abubakar Abdullah Dorong Sekolah Perkuat Budaya Membaca

Jumat, 11 September 2026 - 21:55 WIT

Ribuan KaderMU Digembleng di P2KK UMMU

Berita Terbaru

Olahraga

PBFI Ternate Kembali Aktif, Faizal Hud Dipercaya Jadi Ketua

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:44 WIT

Dikbud Kabupaten Pulau Taliabu bersama Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku Utara saat menggelar pendampingan perencanaan dan penganggaran terkait SPM bidang pendidikan tahun 2026 [ dok : karno/kasedata]

Daerah

Pemkab Taliabu Perkuat SPM Pendidikan Berbasis Data

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:29 WIT