Dituding Bohongi Keluarga Korban, Opo Buka Fakta di Balik Polemik Bela72

Senin, 14 September 2026 - 19:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faisal

Faisal "Opo" Anwar usai memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di Ternate. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id Polemik penyelesaian tragedi kecelakaan speedboat Bela72 kembali mendapat penjelasan. Faisal Anwar yang akrab disapa Opo meluruskan sejumlah tudingan, termasuk isu yang menyebut Sherly Laos telah membohongi keluarga korban.

Opo menegaskan, komunikasi Sherly dengan keluarga korban berlangsung dalam suasana kemanusiaan dan kekeluargaan. Menurutnya, posisi Sherly dalam persoalan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari tragedi yang sama, sebab suaminya turut menjadi korban meninggal dunia.

Tragedi kecelakaan speedboat Bela72 diketahui mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Opo menjelaskan, setelah tragedi terjadi, komunikasi dilakukan dengan keluarga para korban. Dari enam keluarga korban meninggal dunia, lima di antaranya disebut telah menyatakan kesediaan menyelesaikan persoalan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ).

Sementara satu keluarga, yakni Seni Saleh, keluarga korban Hamdani Buamonabot, pada awalnya masih menginginkan proses hukum tetap dilanjutkan.

Menurut Opo, dalam komunikasi tersebut Seni telah diberikan penjelasan mengenai konsekuensi apabila perkara diteruskan melalui jalur hukum, termasuk kemungkinan pihak yang dianggap bertanggung jawab menjalani proses pidana.

Setelah komunikasi awal, pertemuan dengan keluarga korban kemudian dilakukan di sebuah hotel dan dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Opo menegaskan, pertemuan itu bukan forum resmi pemerintahan, melainkan pertemuan dalam suasana kekeluargaan. Sherly, kata dia, berbicara bukan semata-mata sebagai pihak yang memiliki posisi tertentu, tetapi sebagai sesama korban yang juga kehilangan suami.

Baca Juga :  Disiplin dan Etika Jadi Peringatan Keras untuk Kepala Desa di Halsel

“Dia bicara sebagai korban juga. Suaminya juga meninggal,” kata Opo kepada awak media, Senin (14/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, menurut Opo, masing-masing keluarga korban ditanya mengenai kebutuhan yang mereka perlukan. Lima perwakilan keluarga kemudian disebut menyatakan kesediaannya menyelesaikan persoalan melalui mekanisme RJ.

Sementara untuk kebutuhan Seni, Opo menyebut sejumlah hal sempat disampaikan, mulai dari kebutuhan rumah, biaya hidup dan pendidikan anak, bantuan modal usaha, peluang pekerjaan sebagai aparatur sipil negara, hingga bantuan mencari pengacara untuk membantu proses penjualan rumah di Sula.

Terkait kebutuhan rumah, Opo mengatakan sempat menawarkan alternatif rumah yang dibangun pihak swasta. Skemanya, keluarga korban dapat menempati rumah dengan pembayaran uang muka dan pelunasan secara bertahap. Rumah tersebut juga dinilai dapat dimanfaatkan sekaligus untuk menjalankan usaha.

Namun, Opo menyebut sikap Seni kemudian berubah setelah sebelumnya menyatakan kesediaan menyelesaikan persoalan melalui RJ.

Mengenai bantuan modal dan peralatan usaha, Opo mengatakan hal itu tetap terbuka untuk dibicarakan. Akan tetapi, ketika ditanya dua kali mengenai jenis usaha yang hendak dijalankan, menurut Opo, Seni belum memberikan penjelasan secara rinci.

Dalam komunikasi berikutnya, Seni disebut sempat meminta bantuan sebesar Rp 50 juta untuk membeli tanah dan menyatakan tidak membutuhkan bantuan lainnya.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Sapa Warganya di Maluku Utara, Ini yang Bahas 

Opo mengaku tidak menindaklanjuti permintaan tersebut karena menurutnya permintaan itu berada di luar kesepakatan awal yang sebelumnya dibicarakan, yakni kebutuhan rumah dan modal usaha.

Opo juga menyinggung dokumen kesepakatan RJ yang telah ditandatangani Seni. Ia membantah jika dokumen tersebut diberikan secara terburu-buru.

Menurut Opo, Seni memiliki kesempatan untuk membaca dan memahami isi dokumen sebelum akhirnya membubuhkan tanda tangan.

Persoalan bantuan terhadap anak Seni yang disebut sedang sakit juga ikut dijelaskan. Opo mengatakan dirinya telah menyampaikan agar anak tersebut dibawa ke Ternate untuk mendapatkan perawatan dan biaya pengobatannya akan dibantu.

Namun, menurut Opo, pada keesokan harinya Seni datang tanpa membawa anaknya.

Opo sekaligus membantah adanya perlakuan khusus terhadap keluarga korban tertentu. Menurut dia, berbagai bantuan maupun fasilitas yang dibicarakan merupakan respons terhadap kebutuhan masing-masing keluarga korban.

Termasuk biaya perjalanan, Opo menyebut keluarga korban yang hadir dalam pertemuan juga mendapatkan penggantian biaya perjalanan.

Ia menegaskan, penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan persepsi yang berkembang terkait proses komunikasi dan penyelesaian pascatragedi Bela72.

“Yang dibicarakan itu konteksnya kebutuhan keluarga korban dan penyelesaian secara kekeluargaan, bukan untuk membohongi atau merugikan siapa pun,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Gambesi Sodorkan PR Pembangunan, Najib Siap Kawal ke Pokir DPRD
Pimpin Apel Senin, Sarbin Sehe Bicara HUT Pemprov hingga Kinerja PAD
Gubernur Cup II Berakhir, Perbasi Malut Siapkan Talenta Muda ke Panggung Nasional
Tim Basket Pacific Morotai Juara Gubernur Cup II 2026 Usai Tekuk Ditjenpas Malut
Rapor Pendidikan Jadi Alarm, MKKS Kota Ternate Perkuat Kompetensi Guru
Dikbud Maluku Utara Kooperatif Hadapi Pemeriksaan Dana BOSP
Buka Workshop Literasi, Abubakar Abdullah Dorong Sekolah Perkuat Budaya Membaca
Gubernur Malut Dorong Data Kemiskinan Diperbarui Agar Bansos Tepat Sasaran

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:26 WIT

Warga Gambesi Sodorkan PR Pembangunan, Najib Siap Kawal ke Pokir DPRD

Senin, 14 September 2026 - 19:36 WIT

Dituding Bohongi Keluarga Korban, Opo Buka Fakta di Balik Polemik Bela72

Senin, 14 September 2026 - 11:46 WIT

Pimpin Apel Senin, Sarbin Sehe Bicara HUT Pemprov hingga Kinerja PAD

Sabtu, 12 September 2026 - 23:13 WIT

Gubernur Cup II Berakhir, Perbasi Malut Siapkan Talenta Muda ke Panggung Nasional

Sabtu, 12 September 2026 - 15:54 WIT

Rapor Pendidikan Jadi Alarm, MKKS Kota Ternate Perkuat Kompetensi Guru

Berita Terbaru

Rangkaian kegiatan P2KK dan MASTA UMMU 2026 yang berlangsung di Landmark Ternate [dok : ani/kasedata]

Pendidikan

Dari Landmark Ternate, KaderMU-26 Resmi Menjadi Mahasiswa UMMU

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:19 WIT