Kapolri Berganti, KMND Dorong Reformasi Polri Berorientasi Publik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPN Komite Masyarakat Nusantara untuk Demokrasi (KMND), Achmad Boim Alhabsyie bersama Kapolri Suyudi Ario Seto dalam suatu acara di Jakarta. || Foto : Kasedata.id

Ketua Umum DPN Komite Masyarakat Nusantara untuk Demokrasi (KMND), Achmad Boim Alhabsyie bersama Kapolri Suyudi Ario Seto dalam suatu acara di Jakarta. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Pergantian pucuk pimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi momentum untuk memperkuat reformasi institusi dan membangun kembali kepercayaan publik.

Harapan itu disampaikan Ketua Umum DPN Komite Masyarakat Nusantara untuk Demokrasi (KMND), Achmad Boim Alhabsyie, menyusul amanah baru yang diberikan kepada Kapolri Suyudi Ario Seto dan Wakapolri Wahyu Hadiningrat.

Achmad Boim menyampaikan ucapan selamat kepada Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat atas kepercayaan yang diberikan. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut tidak sekadar menjadi pergantian jabatan, tetapi membawa energi baru dalam memperkuat institusi Polri di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik dan penegakan hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Polri ke depan perlu semakin hadir sebagai institusi yang profesional, terbuka, humanis, serta mampu memberikan rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah, Senin 31 Maret 2025

“KMND mendukung penguatan institusi Polri yang profesional, transparan, humanis, dan dekat dengan masyarakat. Kami juga siap ikut mengawal agenda reformasi kepolisian,” ujar Achmad Boim kepada Kasedata.id, Kamis (1/10/2026).

Ia berharap kepemimpinan baru Polri mampu memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan secara objektif, proporsional, dan berdasarkan aturan yang berlaku.

Achmad Boim juga menilai kepercayaan publik merupakan salah satu modal penting bagi Polri dalam menjalankan tugas. Karena itu, keterbukaan terhadap kritik dan pengawasan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun institusi kepolisian yang semakin akuntabel.

“Dukungan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pengawasan publik. Polri harus semakin terbuka terhadap masukan dan kritik agar setiap kebijakan maupun tindakan di lapangan benar-benar berpijak pada hukum dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Resmi Buka Muktamar NU ke-35

Ia menambahkan, tantangan Polri ke depan tidak hanya menyangkut penegakan hukum, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang semakin kuat dengan masyarakat. Pendekatan yang humanis, responsif, dan komunikatif dinilai penting agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

KMND, kata Achmad Boim, siap mengambil bagian dalam mengawal proses reformasi kepolisian melalui ruang-ruang demokrasi dan pengawasan publik. Menurutnya, institusi Polri yang kuat bukan hanya dibangun dari internal kepolisian, tetapi juga melalui kepercayaan, partisipasi, serta kontrol masyarakat.

“Harapan kami, kepemimpinan baru ini mampu membawa Polri semakin dekat dengan rakyat, semakin profesional dalam menjalankan tugas, dan semakin kuat dalam menjaga supremasi hukum. Kepercayaan publik harus dijawab dengan kinerja dan pelayanan yang nyata,” pungkas Achmad Boim. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Putra Ternate Tembus Kabinet Prabowo, Saleh Mustafa Kini Jabat Wamentan
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Kepala BGN Siap Tutup Dapur MBG Bermasalah, Tak Peduli Punya Siapa
Ketum HKTI Sudaryono Lantik Gubernur Malut, Dorong Program Pertanian Dekat ke Petani
DPMPTSP Malut Bawa Layanan Investasi Tembus Peringkat Pertama Nasional
Sherly Ngadu ke DPR, TORA Maluku Utara 16 Ribu Hektare Masih Menggantung
Ngadu ke DPR, Sherly Bongkar 16 Ribu Hektare TORA Malut Setahun Tak Jelas
Kiai Tebuireng Resmi Pimpin PBNU Periode 2026-2031

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:38 WIT

Kapolri Berganti, KMND Dorong Reformasi Polri Berorientasi Publik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:22 WIT

Putra Ternate Tembus Kabinet Prabowo, Saleh Mustafa Kini Jabat Wamentan

Rabu, 30 September 2026 - 13:40 WIT

Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah

Senin, 21 September 2026 - 19:50 WIT

Kepala BGN Siap Tutup Dapur MBG Bermasalah, Tak Peduli Punya Siapa

Senin, 21 September 2026 - 17:01 WIT

Ketum HKTI Sudaryono Lantik Gubernur Malut, Dorong Program Pertanian Dekat ke Petani

Berita Terbaru

Daerah

11 Pejabat Dilantik, Wali Kota Ternate Sebut Bukan Hadiah

Kamis, 1 Okt 2026 - 19:29 WIT