Kasedata.id – Pergantian pucuk pimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi momentum untuk memperkuat reformasi institusi dan membangun kembali kepercayaan publik.
Harapan itu disampaikan Ketua Umum DPN Komite Masyarakat Nusantara untuk Demokrasi (KMND), Achmad Boim Alhabsyie, menyusul amanah baru yang diberikan kepada Kapolri Suyudi Ario Seto dan Wakapolri Wahyu Hadiningrat.
Achmad Boim menyampaikan ucapan selamat kepada Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat atas kepercayaan yang diberikan. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut tidak sekadar menjadi pergantian jabatan, tetapi membawa energi baru dalam memperkuat institusi Polri di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik dan penegakan hukum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Polri ke depan perlu semakin hadir sebagai institusi yang profesional, terbuka, humanis, serta mampu memberikan rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“KMND mendukung penguatan institusi Polri yang profesional, transparan, humanis, dan dekat dengan masyarakat. Kami juga siap ikut mengawal agenda reformasi kepolisian,” ujar Achmad Boim kepada Kasedata.id, Kamis (1/10/2026).
Ia berharap kepemimpinan baru Polri mampu memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan secara objektif, proporsional, dan berdasarkan aturan yang berlaku.
Achmad Boim juga menilai kepercayaan publik merupakan salah satu modal penting bagi Polri dalam menjalankan tugas. Karena itu, keterbukaan terhadap kritik dan pengawasan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun institusi kepolisian yang semakin akuntabel.
“Dukungan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pengawasan publik. Polri harus semakin terbuka terhadap masukan dan kritik agar setiap kebijakan maupun tindakan di lapangan benar-benar berpijak pada hukum dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan Polri ke depan tidak hanya menyangkut penegakan hukum, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang semakin kuat dengan masyarakat. Pendekatan yang humanis, responsif, dan komunikatif dinilai penting agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
KMND, kata Achmad Boim, siap mengambil bagian dalam mengawal proses reformasi kepolisian melalui ruang-ruang demokrasi dan pengawasan publik. Menurutnya, institusi Polri yang kuat bukan hanya dibangun dari internal kepolisian, tetapi juga melalui kepercayaan, partisipasi, serta kontrol masyarakat.
“Harapan kami, kepemimpinan baru ini mampu membawa Polri semakin dekat dengan rakyat, semakin profesional dalam menjalankan tugas, dan semakin kuat dalam menjaga supremasi hukum. Kepercayaan publik harus dijawab dengan kinerja dan pelayanan yang nyata,” pungkas Achmad Boim. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






