Kasedata.id – Tidak semua perjalanan seorang birokrasi berjalan lurus. Ada dimulai dari ruang kecil, berpindah dari satu daerah ke daerah lain, melewati banyak jabatan, hingga akhirnya sampai pada satu titik ketika pengalaman panjang itu kembali diuji. Perjalanan itu dilalui oleh Tonny Sahrudin Pontoh, S.Sos, M.Si.
Sejak menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2000, Tonny telah menapaki beragam ruang pengabdian di Maluku Utara. Dari ajudan gubernur, birokrat di Pemerintah Provinsi Maluku Utara, hingga memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten/Kota.
Kini, Tonny mendapat mandat baru yakni memimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia dilantik oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman pada Kamis, 1 Oktober 2026. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan).
Di BPBD, pengalaman birokrasi Tonny akan berhadapan dengan persoalan yang tidak mengenal jadwal. Bencana bisa datang kapan saja. Masyarakat butuh pemerintah hadir sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Di titik inilah perjalanan panjang Tonny memasuki babak baru.
Jejak Karir
Karier birokrasi Tonny bermula di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Pada masa pascakonflik 2000–2001, ia dipercaya menjadi ajudan Gubernur Maluku Utara.
Ia kemudian menjadi ajudan Gubernur Thaib Armaiyn dan menjalankan tugas sebagai Kepala Perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Jakarta.
Kariernya terus bergerak. Tonny dipercaya menjadi Kepala Biro Pemerintahan, kemudian Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Dari provinsi, ia kemudian ke Kabupaten/Kota.
Di Kabupaten Kepulauan Sula, Tonny dipercaya menjadi Kepala Dinas Perhubungan dan kemudian Kepala Dinas Perikanan.
Perjalanan berikutnya membawanya ke Kabupaten Pulau Taliabu. Disana, ia memimpin Dinas Pendidikan, kemudian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Taliabu.
Belum berhenti disana, Tonny melanjutkan pengabdiannya di Kabupaten Pulau Morotai sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokoler, sebelum dipercaya memimpin Satuan Polisi Pamong Praja.
Empat wilayah pemerintahan telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum akhirnya kembali ke Kota Ternate.
Tepatnya pada 3 Januari 2020, Tonny bergabung dengan Pemerintah Kota Ternate sebagai staf pada Subbagian Komunikasi Pimpinan.
30 November 2020, ia dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate pada masa kepemimpinan almarhum H. Burhan Abdurahman.
Empat tahun kemudian, tepatnya 7 Februari 2024, Tonny dipercaya memimpin Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Ternate.
Dan pada 1 Oktober 2026, perjalanan karirnya kembali ditantang menghadapi bencana. Tonny dilantik sebagai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate
Ditempa oleh Alam
Ada satu kalimat yang menjadi pegangan hidup Tonny. “Biarkanlah dirimu ditempa oleh alam dan dibesarkan oleh sang fajar.”
Kalimat itu terasa menemukan maknanya ketika ia kini dipercaya memimpin lembaga yang berhadapan langsung dengan ancaman alam.
Banjir, longsor, cuaca ekstrem, kemarau panjang, hingga berbagai potensi bencana lainnya membutuhkan kesiapsiagaan pemerintah. Tidak cukup hanya dengan administrasi dan laporan diatas meja.
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menilai pengalaman dan kemampuan menjadi bagian dari pertimbangan dalam memberikan kepercayaan kepada Tonny. Mandat ini sekaligus membawa tuntutan baru.
Sebab, sampat saat ini perubahan iklim dan kemarau panjang menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Sebagai daerah kepulauan, Kota Ternate memiliki kerentanan terhadap dampak perubahan iklim.
Tauhid meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat melakukan pencegahan dan mitigasi. Tidak menunggu bencana terjadi.
“Jangan menunggu laporan datang ke meja, tetapi turunlah ke lapangan untuk memetakan kondisi dan situasi saat ini,” kata Tauhid saat memberi sambutan pelantikan 11 pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ternate.
Pesan itu menjadi pekerjaan rumah pertama Tonny sebagai Kepala BPBD Kota Ternate.
Tonny merupakan alumni pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2002. Ia lahir di Kota Ternate pada 26 April 1974 dan menikah dengan Eva Kumala Intan bebarapa tahun lalu.
Lebih dari dua dekade menjadi ASN, Tonny telah melewati banyak meja birokrasi, banyak daerah, dan berbagai karakter persoalan di pemerintahan. Kini, pengalaman itu dibawa ke satu ruang pengabdian yang memiliki karakter berbeda.
Di BPBD bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang kecepatan membaca ancaman, kesiapan menghadapi keadaan darurat, dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian ketika bencana datang. Dan inilah babak baru pengabdian sekaligus tantangan bagi Tonny sebagai Kepala BPBD Kota Ternate. (*)
Penulis : Sandin Ar
Editor : Sandin Ar

![Tonny S Pontoh bersama istrinya Eva Kumala Intan, usai dilantik sebagai Kepala BPBD Kota Ternate [dok : kasedata.id]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261002_171644-225x129.jpg)
![Jembatan Ake Busale di ruas Saketa-Dehepodo, Kabupaten Halmahera Selatan [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/Picsart_26-10-02_14-59-28-341-225x129.jpg)
![Kepala Balitbangda Kota Ternate, Tamrin Marsaoly [dok : kasedata.id]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261002_115846-225x129.jpg)


