Sejak 2009, BWS Malut Bangun Breakwater di Pesisir Pantai Ternate

Senin, 13 Oktober 2025 - 20:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maps pembangunan breakwater di Kelurahan sasa dan sebagian di jambula tahun 2016/ir. Irwan Mohamad, ST, MT [dok : kasedata]

Maps pembangunan breakwater di Kelurahan sasa dan sebagian di jambula tahun 2016/ir. Irwan Mohamad, ST, MT [dok : kasedata]

Kasedata.id – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi kawasan pesisir khususnya di Kota Ternate dari ancaman gelombang laut. Sejak tahun 2009, BWS Malut telah membangun breakwater atau pemecah ombak di sejumlah titik yang menghadap langsung ke lautan lepas.

Langkah ini dilakukan karena wilayah pesisir Ternate kerap menjadi daerah rawan saat terjadi cuaca buruk. Gelombang tinggi sering kali mengancam perkampungan warga dan tambatan perahu nelayan.

PPK Sungai dan Pantai BWS Maluku Utara, Ir. Irwan Mohamad, ST, MT, menjelaskan pembangunan breakwater bertujuan untuk mengurangi energi gelombang, melindungi garis pantai, pelabuhan, tambatan perahu nelayan, serta mencegah abrasi yang dapat menimbulkan kerusakan di wilayah pesisir.

“Seperti halnya tuntutan warga Jambula. Karena kondisi pantai mereka tergolong darurat dan menghadap langsung ke lautan bebas, maka perlu kami usulkan ke Kementerian PUPR di tahun 2026,” kata Irwan kepada kasedata.id, Senin (13/10/2025).

Menurut Irwan, pengusulan pembangunan breakwater di pesisir Jambula mengingat kawasan selatan hingga Pulau Ternate sering menjadi langganan gelombang tinggi ketika cuaca ekstrem melanda.

“ Kami akan usulkan pembangunan sepanjang 300 meter dengan total tiga modul. Setiap modul memiliki panjang 100 meter,” jelasnya.

Pengusulan tersebut dilakukan setelah pihak BWS bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, meninjau langsung kondisi lapangan saat terjadi aksi protes warga Jambula dan nelayan.

Baca Juga :  Ultimatum PUPR Halsel Tuntaskan Jalan Hotmix Pulau Makean Tahun Ini

” Pengusulan proyek ini akan diajukan melalui Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR agar bisa terealisasi di tahun 2026,” ujar Irwan.

Ia menambahkan bahwa sejak 2009, BWS Malut telah membangun breakwater di sejumlah titik pesisir, mulai dari Kelurahan Gambesi (2009), dilanjutkan di Kelurahan Sasa dan sebagian di Jambula pada tahun 2016, serta di Kelurahan Rua pada tahun 2020.

“Pembangunan sejumlah titik breakwater ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tapi bentuk perlindungan terhadap keselamatan warga dan nelayan dari ancaman gelombang laut,” pungkas Irwan. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tonny S Pontoh, Dari Ajudan Gubernur ke Medan Bencana Ternate
Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar
Ruang Fiskal Ternate 2027 Diproyeksi Lebih Longgar, Utang Jadi Perhatian
Tonny Dapat Tugas Baru, Ferry Ditunjuk Plt Kadis Perkimtan Ternate
Usai Dilantik, Pejabat Baru Ternate Bakal Hadapi Tiga Tantangan
Kebakaran Dekat Sungai Akelamo, Pemdes Kawasi Koordinasikan Penanganan
Kontraktor Tolak Desain PUPR Malut, Proyek Payahe–Dehepodo Tersandung Perencanaan
11 Pejabat Dilantik, Wali Kota Ternate Sebut Bukan Hadiah

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:03 WIT

Tonny S Pontoh, Dari Ajudan Gubernur ke Medan Bencana Ternate

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:54 WIT

Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:57 WIT

Ruang Fiskal Ternate 2027 Diproyeksi Lebih Longgar, Utang Jadi Perhatian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:22 WIT

Tonny Dapat Tugas Baru, Ferry Ditunjuk Plt Kadis Perkimtan Ternate

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIT

Usai Dilantik, Pejabat Baru Ternate Bakal Hadapi Tiga Tantangan

Berita Terbaru

Jembatan Ake Busale di ruas Saketa-Dehepodo, Kabupaten Halmahera Selatan [dok : kasedata]

Daerah

Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar

Jumat, 2 Okt 2026 - 12:54 WIT