Tekan Angka Anak Putus Sekolah, Program PJJ Mulai diberlakukan 2026

Selasa, 30 Desember 2025 - 15:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah dalam konferensi pers yang didampingi sekretaris Dikbud dan sejumlah kepala bidang dan PPK. || dok : Ilham/Kasedata

Kadikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah dalam konferensi pers yang didampingi sekretaris Dikbud dan sejumlah kepala bidang dan PPK. || dok : Ilham/Kasedata

Kasedata.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara menyatakan kesiapannya untuk menjalankan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Program ini dijalankan sebagai upaya menekan angka anak putus sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, Minggu (28/12/2025) lalu dalam acara Malam Apresiasi Akhir Tahun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Karya dan Prestasi, di Aula SMK Negeri 2 Kota Ternate.

“Kami sudah laporkan ke Kementerian, dan Maluku Utara sudah dimasukkan sebagai pilot project. Sebab, ini merupakan program baru dari kementerian,” kata Abubakar Abdullah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, program PJJ sebelumnya belum pernah menjadi program nasional seperti saat ini. Kementerian Pendidikan, katanya, menargetkan daerah-daerah dengan angka anak putus sekolah yang masih tinggi sebagai sasaran utama termasuk Maluku Utara.

Baca Juga :  Abubakar Abdullah Ingatkan Alumni dan Kader PMII Jaga Soliditas, Jangan Baper

Abubakar menjabarkan bahwa, data yang dimiliki Dikbud Malut terdapat jumlah anak putus sekolah di Maluku Utara mencapai sekitar 20 ribu siswa pada jenjang SMA, SMK, dan SLB. Sementara, jenjang SD dan SMP totalnya mencapai sekitar 38 ribu siswa.

“Untuk SMA saja di angka sekitar 20 ribuan. Angka inilah yang menjadi alasan Ibu Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe melakukan intervensi,” ungkapnya.

Bentuk intervensi itu, tambah Kadikbud, Pemprov menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOS Daerah (BOSDA), hingga bantuan starlink untuk memudahkan para siswa mengakses alat pendidikan online yang sangat bermanfaat.

“Infrastruktur tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program PJJ,” tegasnya.

Pada tahap awal, Dikbud Malut akan menginisiasi program PJJ di Kabupaten Pulau Morotai. Daerah kepulauan dinilai memiliki potensi tinggi terjadinya anak putus sekolah, terutama setelah lulus SMP karena keterbatasan akses SMA.

Baca Juga :  FISIP UMMU Gelar Yudisium, Ini Daftar Enam Lulusan Terbaik

Tak hanya Kabupaten Pulau Morotai, program PJJ juga direncanakan menyasar Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Selatan.

“Kita intervensi starlink dan sekolah induknya kita ajarkan tata cara pembelajaran digital. Kita akan sasar semua melalui program PJJ,” ujarnya.

“Jika tidak ada kendala, penerimaan siswa baru untuk program PJJ direncanakan mulai dilakukan pada tahun 2026. Tapi juknisnya masih kita tunggu dari Direktorat Pendidikan, terutama tata cara penerimaan siswa barunya, karena tidak mungkin dibuka serentak dengan jalur reguler,” sambungnya.

Ia merinci, sekolah induk untuk program PJJ di Morotai adalah SMA Negeri 1, Kabupaten Halmahera Timur dipusatkan di SMA Negeri 2, dan di Kabupaten Halmahera Selatan di SMA Negeri 1. “Ketiga sekolah tersebut dipilih karena dinilai memiliki infrastruktur yang memadai,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Jadi Irup di SMA Halsel, Kadikbud Malut Sampaikan Amanat dalam Bahasa Makeang
Kadikbud Malut Usulkan Nama Pahlawan Nasional Zainal Abidin Syah Jadi Identitas SMA Negeri 1 Tidore
21.773 Siswa Ikuti TKA, Dikbud Malut Atasi Kendala Teknis di Hari Pertama
Dikbud Malut Wajibkan Bahasa Daerah Hadir dalam Upacara Sumpah Pemuda
Mubes Sosiologi UMMU, Ajak Mahasiswa Rawat Tradisi Intelektual
Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan
Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa
Kadikbud Malut dan Jajaran Jangkau 11 Sekolah di Taliabu, Sulitnya Akses Pendidikan Terungkap

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:28 WIT

Jadi Irup di SMA Halsel, Kadikbud Malut Sampaikan Amanat dalam Bahasa Makeang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:07 WIT

Kadikbud Malut Usulkan Nama Pahlawan Nasional Zainal Abidin Syah Jadi Identitas SMA Negeri 1 Tidore

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIT

21.773 Siswa Ikuti TKA, Dikbud Malut Atasi Kendala Teknis di Hari Pertama

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:13 WIT

Dikbud Malut Wajibkan Bahasa Daerah Hadir dalam Upacara Sumpah Pemuda

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:44 WIT

Mubes Sosiologi UMMU, Ajak Mahasiswa Rawat Tradisi Intelektual

Berita Terbaru

Ekonomi

Dua Hari Pasar Murah, Cabai 1,4 Ton Ludes Terjual di Ternate

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:26 WIT

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi [dok : karno/kasedata]

Sula

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:30 WIT