Peduli Banjir Halbar, Harita Nickel Kirim Bantuan dan Emergency Response Team

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Paramedic Harita Nickel saat memeriksa warga yang menderita penyakit pasca-banjir di Balai Desa Tongute Ternate

Tim Paramedic Harita Nickel saat memeriksa warga yang menderita penyakit pasca-banjir di Balai Desa Tongute Ternate

Kasedata.id – Upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), terus mendapat dukungan berbagai pihak. Melalui program Harita Nickel Peduli, Harita menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik dasar serta mengerahkan Emergency Response Team (ERT) langsung ke wilayah terdampak.

Bantuan itu disambut positif Pemerintah Kabupaten Halbar. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Halbar, Gunawan MT. Ali, menyampaikan apresiasi dan terima kasih saat menerima bantuan secara simbolis pada Minggu (11/1/2026) kemarin.

“Atas nama Pemerintah Halmahera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Harita Nickel. Bantuan logistik ini akan segera kami distribusikan kepada warga di tujuh kecamatan terdampak,” ujar Gunawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bantuan logistik yang disalurkan meliputi beras kemasan, mi instan, air mineral ukuran 600 ml, serta matras atau tikar sebagai alas tidur—kebutuhan mendesak bagi warga yang masih bertahan di posko-posko pengungsian.

Tak hanya berhenti pada bantuan materiil, Harita Nickel juga mengambil langkah teknis dengan menurunkan tiga tim Rescue atau Emergency Response Team (ERT). Tim ini dikerahkan untuk membantu warga membersihkan puing-puing dan endapan lumpur yang menimbun permukiman pascabanjir. Selain itu, dua tim paramedic turut diterjunkan untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga yang mulai mengalami gangguan kesehatan akibat bencana.

Baca Juga :  Pipa Induk PDAM Patah, Distribusi Air di Kota Sanana Lumpuh

Aksi Cepat ERT di Lokasi Bencana

Usai penyerahan bantuan di Posko Induk, tim ERT Harita Nickel yang terdiri dari tiga tim lapangan dan dua tim paramedic langsung bergerak menuju pusat-pusat bencana. Mereka membawa pasokan obat-obatan yang disalurkan melalui Puskesmas Kecamatan Ibu, sekaligus melakukan pemeriksaan dan penanganan medis langsung di lapangan.

Camat Ibu, Warjin Hi. Soleman, mengungkapkan secara keseluruhan terdapat 1.593 jiwa atau 497 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Meski kebutuhan pangan darurat mulai tertangani melalui dapur umum TNI-Polri dan Tagana, ia menilai kehadiran tim medis serta bantuan perlengkapan tidur menjadi dukungan krusial bagi warga.

“Kehadiran paramedic dan bantuan alas tidur sangat membantu menjaga kondisi fisik dan mental warga di pengungsian,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tongute Ternate, Said Sania. Menurutnya, kelelahan fisik dan trauma psikologis mulai memicu berbagai penyakit di tengah masyarakat.

“Sejak hari pertama banjir, keluhan seperti gatal-gatal, demam, dan batuk sudah banyak dirasakan warga. Kehadiran tim paramedic serta bantuan obat-obatan dari Harita Nickel sangat meringankan beban psikis masyarakat kami,” tuturnya.

Baca Juga :  RSUD CB Ternate Diduga Hambat Pengobatan Pasien Kanker hingga Kritis

Kisah Haru di Balik Puing Banjir

Di tengah proses pembersihan sisa banjir, terselip kisah-kisah pilu dari para penyintas. Sukarni Siu, warga Desa Tongute Ternate, mengenang detik-detik menegangkan saat harus menggendong suaminya yang sedang sakit ke tempat lebih tinggi ketika air setinggi dada mengepung rumah mereka pada tengah malam.

Situasi kian berat karena anak sulungnya saat ini masih menjalani perawatan pascaamputasi kaki di Ternate.

“Ini keadaan yang sangat berat bagi saya. Mengurus rumah yang rusak, suami yang sakit, dan memikirkan anak yang diamputasi di tengah bencana. Saya sangat berharap ada bantuan untuk kesembuhan suami dan anak saya,” ungkap Sukarni dengan suara bergetar.

Kisah serupa datang dari Arfia Jalal (65), seorang lansia yang menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah sepanjang hidupnya. Seluruh peralatan dapur dan pakaian miliknya hanyut tak bersisa.

“Badan saya sakit semua setelah kejadian itu. Tapi alhamdulillah sudah diperiksa dan diberi obat oleh tim medis Harita,” ucapnya lirih.

Hingga kini, tim gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk memastikan sisa material banjir segera tertangani, sekaligus memastikan warga memperoleh layanan kesehatan yang memadai selama masa pemulihan berlangsung. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tak Sekedar Jadi Jurnalis, Husen Hamid Pilih Berjuang demi Gizi Anak di Pelosok Taliabu
Pemkab Halsel Tunggu Juknis untuk Cairkan THR  
Ramadan, Harga Ayam di Halmahera Selatan Naik
Tarawih Perdana di Pulau Hiri Ternate Diterjang Banjir
Ternate Jadi Pilot Project Bansos Digital 2027
Resmi Dilantik, Ikbal Nahkodai IKB Masatawa Halsel
Kasus Bullying Siswa SD 32 Ternate Perlu Pendampingan Khusus
Listrik Masuk Gane Luar, Penantian Warga Terjawab

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:06 WIT

Tak Sekedar Jadi Jurnalis, Husen Hamid Pilih Berjuang demi Gizi Anak di Pelosok Taliabu

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:54 WIT

Pemkab Halsel Tunggu Juknis untuk Cairkan THR  

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:47 WIT

Ramadan, Harga Ayam di Halmahera Selatan Naik

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:03 WIT

Ternate Jadi Pilot Project Bansos Digital 2027

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:12 WIT

Resmi Dilantik, Ikbal Nahkodai IKB Masatawa Halsel

Berita Terbaru

Ketua Panitia, Dr. Fachria Yamin Marasabessy [Foto : sukarsi/kasedata]

Pendidikan

UT Maluku Utara Gelar OSMB dan PKBJJ Mahasiswa Baru

Sabtu, 21 Feb 2026 - 23:21 WIT

Plt BPKAD, Farid Husen

Daerah

Pemkab Halsel Tunggu Juknis untuk Cairkan THR  

Jumat, 20 Feb 2026 - 21:54 WIT

Daerah

Ramadan, Harga Ayam di Halmahera Selatan Naik

Kamis, 19 Feb 2026 - 20:47 WIT