Kasedata.id – Pelaksanaan Olimpiade Gasing Nasional (OGN) 2026 resmi dibuka di Hotel Bella, Kota Ternate, Senin (5/10/2026). Ajang berskala nasional yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) ini mempertemukan talenta-talenta muda dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dalam kompetisi matematika.
Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Buton, Sangihe, Halmahera Barat, Humbang Hasundutan, Bojonegoro, Banyuwangi, Minahasa Selatan, Buru, Magetan, serta tim tuan rumah Halmahera Tengah.
Pembukaan OGN 2026 dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji, serta pendiri Metode Gasing Prof. Yohanes Surya yang hadir secara virtual melalui Zoom. Turut hadir jajaran rektor PTN/PTS se-Maluku Utara, perwakilan Bank Indonesia, kepala balai, serta pimpinan dinas terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wagub Sarbin memberikan apresiasi kepada Pemkab Halmahera Tengah atas komitmennya dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penerapan Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan).
“Teknologi mutakhir mana pun tidak pernah akan menggantikan kedudukan guru. Di antara guru dan siswa ada nilai spiritual, etika, dan kebangsaan yang harus ditransfer. Pemprov Maluku Utara sangat bangga atas kebijakan inovatif Pemkab Halteng yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini,” tegasnya.
Sarbin juga mengapresiasi perhatian Pemkab Halteng terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk kebijakan pemberian insentif tambahan bagi guru SMA/SMK di wilayah tersebut.
Sementara itu, Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji mengatakan, penyelenggaraan OGN 2026 merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam memastikan anggaran daerah benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, APBD harus diarahkan pada sektor-sektor prioritas, terutama pendidikan dan kesehatan. Pemkab Halteng, kata Ikram, telah mengalokasikan beasiswa sebesar Rp31 miliar untuk 5.148 mahasiswa, termasuk 48 mahasiswa kedokteran dan enam dokter spesialis.
Selain itu, pemerintah daerah memberikan jaminan kesehatan gratis cukup dengan menggunakan KTP, serta insentif bagi ibu hamil dan menyusui.
“Kami menyiapkan insentif khusus Rp1 juta per-bulan bagi guru SMA/SMK di wilayah Halmahera Tengah,” ungkapnya.
Ikram juga menyoroti prestasi M. Uril Algifari, siswa asal Wairoro, Halmahera Tengah, yang berhasil meraih juara dalam kompetisi matematika internasional di Seoul. Tidak hanya itu, Uril juga disebut berhasil mengidentifikasi celah keamanan siber (vulnerability) pada sistem NASA hingga memperoleh penghargaan resmi.
“Legacy sejati seorang pimpinan daerah bukanlah sekadar pembangunan fisik jalan dan jembatan, melainkan bagaimana orang Maluku Utara dikenal dunia karena kecerdasan, ilmu pengetahuan, dan prestasinya,” ujar Bupati.
Secara virtual, pendiri Metode Gasing, Prof. Yohanes Surya, menegaskan bahwa Olimpiade Gasing Nasional lahir dari keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kemampuan untuk menguasai matematika apabila mendapatkan metode pembelajaran yang tepat.
Metode tersebut menggabungkan tahapan konkret, abstrak, dan mencongak. Menurut Yohanes, Metode Gasing kini telah diterapkan di lebih dari 33 provinsi dan 133 kabupaten/kota di Indonesia.
Ia menyebut penerapan metode tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan berhitung siswa hingga 10 kali lipat berdasarkan hasil pre-test dan post-test.
“Tentunya saya mengapresiasi prestasi dan bukti nyata bahwa anak dari daerah mampu bersaing di level global melalui ketelitian, logika, dan kejujuran,” katanya.
Ia berharap penyelenggaraan OGN dapat menjadikan Halmahera Tengah sebagai mercusuar pengembangan Metode Gasing di kawasan Indonesia Timur sekaligus mendukung pencapaian target Indonesia Emas 2045.
Olimpiade Gasing Nasional 2026 di Halmahera Tengah berlangsung selama dua hari dengan berbagai kategori perlombaan, mulai dari hitung cepat, pemecahan masalah kreatif, hingga babak cerdas cermat matematika. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






