Soroti Jalan Hotmix Pulau Makian, GMNI Demo Kadis PUPR Halsel

Rabu, 30 April 2025 - 13:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Halmahera Selatan  saat menggelar aksi demonstrasi, Rabu (30/4/2025), di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halsel || Foto : Ridal_kasedata

Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Halmahera Selatan saat menggelar aksi demonstrasi, Rabu (30/4/2025), di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halsel || Foto : Ridal_kasedata

Kasedata.id – Ketimpangan pembangunan infrastruktur di Pulau Makian kembali disorot aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Halmahera Selatan (Halsel) saat menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (30/4/2025) di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halsel. Mereka menuntut penyelesaian proyek jalan hotmix tak kunjung rampung yang dimulai sejak 2023.

Dalam aksi itu, GMNI menyuarakan empat tuntutan utama. Pertama, mendesak Dinas PUPR Halsel segera menginstruksikan pihak rekanan menyelesaikan pekerjaan jalan yang telah dibongkar. Kedua, mendesak Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba mencopot Idham Pora dari jabatan Kepala Dinas PUPR Halsel karena dinilai gagal menjalankan tanggung jawabnya.

Ketiga,mendesak Kejaksaan Negeri Halsel memanggil dan memeriksa Kadis PUPR Idham Pora serta Kabid Bina Marga Ridwan, yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut. Keempat, meminta Bupati Halsel turun tangan langsung untuk mengintervensi percepatan pembangunan jalan di Kecamatan Pulau Makian.

Koordinator aksi GMNI, Mursal Hamir, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan jalan hotmix Pulau Makian dimulai pada April 2023 belum juga tuntas hingga April 2025. Padahal, proyek senilai Rp7,8 miliar yang dibiayai APBD 2023 seharusnya rampung pada Oktober 2023. Rekanan proyek adalah CV. Delta.

“Ini proyek lanjutan dari tahap I ke tahap II dengan total volume tahap II sepanjang 3,5 km. Namun hingga kini dikerjakan baru sekitar 1,5 km, menyisakan utang pekerjaan 2,25 km,” tegas Mursal.

Sisa pekerjaan itu mencakup wilayah Desa Gitang, Kyowor, Matantengin, dan Sangapati. Ironisnya, pada tahun anggaran 2024, Pemda Halsel kembali menggelontorkan dana sebesar Rp9 miliar untuk proyek serupa dengan nama paket Peningkatan Jalan ke Hotmix Ruas Makian Segmen III, mencakup Desa Suma dan Ploly dengan volume 3,51 km.

Baca Juga :  Gedung Terbakar, Dokumen CJH Malut Dipastikan Aman

“Segmen III justru selesai hanya dalam waktu tiga bulan, padahal diduga kuat ruas jalan tersebut masuk dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, bukan kabupaten,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mursal menyoroti dampak sosial dari proyek mangkrak ini. Pembongkaran badan jalan tanpa penyelesaian menyebabkan debu dan lubang yang mengancam keselamatan dan kesehatan warga. Beberapa warga bahkan mengeluhkan gejala ISPA akibat kondisi tersebut.

“Situasi ini sangat memprihatinkan, namun seolah luput dari perhatian empat wakil rakyat asal Pulau Makian yang duduk di DPRD Halsel. Dimana suara mereka untuk rakyat?” tandas Mursal. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Gandeng Kompas, Harita Nickel Luncurkan Buku Keindahan Laut Pulau Obi
Terjerat Dugaan Korupsi, Eks Kadis DKP Malut Pamit dari Gosale
Staf Ahli Gubernur Malut Mundur, BKD Siapkan Pengganti
Satu Tahun, Tugas Paskibraka Ternate Belum Usai
Pemkot Ternate Bakal Serahkan Penghargaan untuk 62 Paskibraka
DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran
80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung
Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:25 WIT

Gandeng Kompas, Harita Nickel Luncurkan Buku Keindahan Laut Pulau Obi

Selasa, 8 September 2026 - 16:56 WIT

Terjerat Dugaan Korupsi, Eks Kadis DKP Malut Pamit dari Gosale

Selasa, 8 September 2026 - 14:15 WIT

Staf Ahli Gubernur Malut Mundur, BKD Siapkan Pengganti

Selasa, 8 September 2026 - 14:07 WIT

Satu Tahun, Tugas Paskibraka Ternate Belum Usai

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIT

DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Prosesi MoU antara UMMU dan Klinik MDC Ternate [dok : Ani/kasedata]

Pendidikan

Perkuat Pendirian FKG UMMU, MDC Ternate Jadi Mitra Strategis

Rabu, 9 Sep 2026 - 08:07 WIT

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku Utara, Zulkifli Bian. || dok : Kasedata.id

Daerah

Staf Ahli Gubernur Malut Mundur, BKD Siapkan Pengganti

Selasa, 8 Sep 2026 - 14:15 WIT

Nuryadin Rachman

Daerah

Satu Tahun, Tugas Paskibraka Ternate Belum Usai

Selasa, 8 Sep 2026 - 14:07 WIT