Dari Perahu ke Cold Storage: Langkah Nelayan Soligi Menguatkan Ekonomi Desa

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potensi bahari yang melimpah didapat oleh para nelayan Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Potensi bahari yang melimpah didapat oleh para nelayan Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Kasedata.id – Aktivitas melaut nelayan di Desa Soligi terus berjalan produktif. Setiap hari, perahu-perahu nelayan merapat membawa hasil tangkapan seperti kerapu, kakap, baronang, tuna, dan cakalang untuk ditimbang dan dipasarkan.

Harga ikan konsumsi di pasar lokal berkisar Rp 30 ribu per kilogram untuk kerapu dan kakap, sementara tuna sekitar Rp 22 ribu per kilogram. Di tengah tantangan cuaca dan fluktuasi harga, nelayan kini memiliki akses pasar yang lebih stabil melalui Sentra Pengolahan Ikan Nelayan (SUTAN).

“Hasil tangkapan bukan hanya untuk kebutuhan rumah. Kami bisa menyalurkan lebih dari 1-2 ton per bulan ke dapur-dapur katering di Harita Nickel,” ujar Ibrahim, salah satu penggerak SUTAN di Desa Soligi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program SUTAN mendukung nelayan melalui fasilitas pengolahan ikan dan penyimpanan dingin atau cold storage, serta pelatihan manajemen mutu dan pencatatan keuangan kelompok. Fasilitas ini membantu menjaga kualitas hasil tangkapan dan memungkinkan nelayan mengatur waktu penjualan agar harga tetap stabil.

Baca Juga :  Warga Jadi Korban, Ini Sikap Tegas KATAM Maluku Utara ke PT STS

“Dengan cold storage, kami tidak harus menjual semua ikan di hari yang sama. Kalau tangkapan banyak, bisa disimpan dulu. Kualitas kesegaran ikan jadi lebih lama, membuat harga jadi kompetitif,” ujar Ibrahim.

Sepanjang 2024, kelompok nelayan SUTAN di Soligi menyalurkan total lebih dari 24 ton ikan ke kantin-kantin karyawan Harita Nickel. Skema ini memperkuat rantai pasok kebutuhan pangan karyawan sekaligus membuka akses pasar yang lebih terstruktur bagi nelayan.

“Program ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan dan memperkuat kapasitas ekonomi kelompok nelayan. Kami ingin memastikan para nelayan memiliki sistem pengelolaan yang lebih baik dan berkelanjutan,” kata Broto Suwarso, Community Development Manager Harita Nickel.

Selain penguatan sektor perikanan, perusahaan bersama masyarakat juga melakukan rehabilitasi mangrove yang hingga 2024 telah mencapai lebih dari 23 hektare kawasan pesisir. Upaya ini bertujuan menjaga ekosistem pantai dari abrasi serta mendukung keberlanjutan sumber daya laut. Dukungan sosial lainnya mencakup layanan kesehatan melalui PUSTU Soligi dengan penyediaan tenaga medis dan suplai obat rutin, serta pembangunan infrastruktur pendukung aktivitas sosial masyarakat.

Baca Juga :  Skandal Izin PT WKM, Penegak Hukum Didesak Tak Tutup Mata

Broto menegaskan, pengembangan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. “Kami menyadari keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang operasional, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat sekitar merasakan manfaat ekonomi secara nyata. Melalui penguatan sektor perikanan seperti SUTAN, kami ingin pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, aktivitas melaut tetap menjadi tumpuan ekonomi desa sekaligus terintegrasi dalam rantai pasok kebutuhan industri di Pulau Obi.

Berita Terkait

PERHAPI Siap Kawal PPM Pertambangan di Maluku Utara
Prodi Tambang Unkhair Perkuat Kurikulum Berbasis OBE
Sinergi Pemerintah, Tambang Rakyat di Halsel Segera Kantongi Izin
DPD GMNI Malut Soroti Dugaan Maraknya Investasi Tambang Tanpa AMDAL di Haltim
Shanty Alda Nathalia Tak Lagi Urus Perusahaan Tambang
Kades Bantah Isu Tunggakan Lahan PT Arumba Jaya Perkasa
Akademisi Tambang Apresiasi Penertiban Galian C Ilegal di Maluku Utara 
Program Vokasi Pelita Harita Nickel Latih 40 Pemuda Pulau Obi 

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 08:50 WIT

PERHAPI Siap Kawal PPM Pertambangan di Maluku Utara

Jumat, 24 April 2026 - 21:28 WIT

Prodi Tambang Unkhair Perkuat Kurikulum Berbasis OBE

Kamis, 16 April 2026 - 21:12 WIT

Sinergi Pemerintah, Tambang Rakyat di Halsel Segera Kantongi Izin

Senin, 23 Maret 2026 - 16:27 WIT

DPD GMNI Malut Soroti Dugaan Maraknya Investasi Tambang Tanpa AMDAL di Haltim

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:51 WIT

Shanty Alda Nathalia Tak Lagi Urus Perusahaan Tambang

Berita Terbaru

Wakil Ketua Umum PERHAPI, Resvani [dok : kasedata]

Daerah

PERHAPI Siap Kawal PPM Pertambangan di Maluku Utara

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:50 WIT

Daerah

Prodi Tambang Unkhair Perkuat Kurikulum Berbasis OBE

Jumat, 24 Apr 2026 - 21:28 WIT

Aksi pedagang/Sekda Kota Ternate saat diwawancarai media[Foto : angga/kasedata]

Daerah

Penataan Pasar Gamalama Jadi Prioritas 2026-2027

Jumat, 24 Apr 2026 - 20:21 WIT