Diduga Keracunan Makanan MBG, Siswa di Ternate Dilarikan ke Rumah Sakit

Jumat, 25 Juli 2025 - 20:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah siswa yang menjadi korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Chasan Boesoirie Ternate || dok : sukarsi_kasedata

Salah siswa yang menjadi korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Chasan Boesoirie Ternate || dok : sukarsi_kasedata

Kasedata.id – Sejumlah siswa SMK Negeri 5 Kota Ternate diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akibat kejadian ini, tiga siswa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Insiden itu diketahui setelah seorang siswa mengaku mengalami gejala sakit perut dan diare bersama teman-teman sekelasnya usai menyantap makanan MBG pada Selasa, 22 Juli 2025.

“Beberapa hari lalu, banyak teman yang sakit perut dan bolak-balik ke kamar mandi setelah makan dari program MBG. Saya juga mengalami hal yang sama,” ungkap salah satu siswa saat ditemui media, Jumat (25/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah guru juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Diduga ada sekitar 16 siswa mengalami gejala serupa. Kejadian ini memunculkan kekhawatiran terkait keamanan makanan yang disuplai dalam program MBG.

Baca Juga :  Menuju Pemilu, KPU RI Matangkan SDM dan Sistem Digital Secara Nasional

Saat dikonfirmasi ke Humas SMKN 5 Ternate, Yusuf Indris, mengaku belum mengetahui informasi tersebut karena sedang berada di luar kota.

Widya, siswi SMKN 5 merupakan salah satu korban pada kejadian hari Selasa itu. Dia harus menjalani perawatan intensif di RSUD Chasan Boesoirie. Ayah Widya, Anwar, menceritakan kronologi memburuknya kondisi sang anak sepulang sekolah.

“Sejak pulang sekolah hari Selasa itu, Widya mulai mengeluh sakit perut, mual, muntah, dan pusing. Wajahnya pucat sehingga kami putuskan segera membawanya ke rumah sakit,” tutur Anwar.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Kota Ternate, Amar Sidik, mengungkapkan bahwa pihak dapur penyedia makanan dan tim pengawas belum dapat memastikan penyebab keracunan tersebut. Dinas Kesehatan Kota Ternate juga belum menyimpulkan sumber pasti insiden ini.

Baca Juga :  UNSAN Dukung Agromaritim Halmahera Selatan 

Ia menambahkan setelah mendapat laporan resmi dari pihak sekolah pada hari Kamis, KSPPG langsung berkoordinasi ke sekolah untuk mendata siswa terdampak (korban) dan melakukan pengecekan sampel makanan sesuai SOP.

Akan tetapi, hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Ternate pada Jumat menyatakan bahwa sampel makanan tidak bisa diuji karena telah melewati batas waktu maksimal pengujian, yakni lebih dari 2×24 jam.

“Karena itu, kami bersama tim dapur akan menelusuri langsung ke siswa-siswa yang terdampak untuk identifikasi lanjutan,” ungkapnya.

Sekedar diketahui bahwa saat ini tiga siswa masih dirawat. Satu di RS Prima Ternate dan dua lainnya di RSUD Chasan Boesoirie.

“ KSPPG akan terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk investigasi lebih lanjut guna memastikan keamanan makanan MBG ke depan” pungkas Amar. (*)

 

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Taruna Akademi TNI Gembleng Karakter Siswa SRMP 26 Ternate Wujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas
Korban Tabrakan Longboat di Taliabu Ditemukan Meninggal
Dua Kali Mangkir, Kepsek SDN 84 Halsel Penuhi Panggilan Polisi
500 BSPS Menanti, Disperkimtan Ternate Butuh Kerjasama Camat-Lurah
Kadikbud Maluku Utara Gandeng IMM Gaungkan Gerakan Hormati Guru dan Cintai Sekolah
BPJN Malut Rampungkan Jembatan Ake Oba, Akses Warga Kembali Dibuka
Sinergi Muslimat NU dan Fatayat NU Maluku Utara Kian Kokoh, Soliditas Organisasi Diperkuat
Ritual Sigofi Ake Sambut HUT Kemerdekaan di Ternate

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Taruna Akademi TNI Gembleng Karakter Siswa SRMP 26 Ternate Wujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:23 WIT

Korban Tabrakan Longboat di Taliabu Ditemukan Meninggal

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:33 WIT

Dua Kali Mangkir, Kepsek SDN 84 Halsel Penuhi Panggilan Polisi

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:12 WIT

500 BSPS Menanti, Disperkimtan Ternate Butuh Kerjasama Camat-Lurah

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:10 WIT

BPJN Malut Rampungkan Jembatan Ake Oba, Akses Warga Kembali Dibuka

Berita Terbaru

Daerah

Korban Tabrakan Longboat di Taliabu Ditemukan Meninggal

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:23 WIT