Kasedata.id – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu mengambil langkah cepat dengan mengerahkan 120 petugas gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kecamatan Taliabu Barat Laut, Lede, dan Taliabu Utara. Hingga 10 Oktober 2026 kemarin, kebakaran dilaporkan telah menghanguskan sekitar 143 hektare lahan dan berdampak pada lebih dari 10 ribu tanaman milik warga.
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, mengatakan tim tanggap darurat telah mendirikan lima posko untuk mendukung penanganan kebakaran dan membantu masyarakat terdampak.
Sebanyak 120 petugas itu terdiri dari unsur Pemadam Kebakaran, Satpol PP, BPBD, TNI/Polri, dan Brimob. Pemerintah daerah juga mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk membantu proses pemadaman, pelayanan di posko kesehatan, serta operasional dapur umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak petugas kami juga membantu di dapur umum dan posko kesehatan. Untuk itu, kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak gegabah, dan bersama-sama bergotong royong membantu satu sama lain,” ujar Sashabila.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyelamatkan dokumen penting serta mendata kerugian secara cermat agar pemerintah daerah dapat menghitung dampak kebakaran secara menyeluruh.
Sashabila mengungkapkan, pendataan kerugian di sejumlah wilayah masih berlangsung, terutama di Todoli, Tikong, dan Lise. Di wilayah Lise, Kecamatan Lede, api dilaporkan telah menjalar dengan jangkauan sekitar lima kilometer hingga menyulitkan warga membawa air ke lokasi untuk memadamkan api.
“Karena itu, kami berharap tim di lapangan mencari titik api agar logistik dapat diangkut lebih cepat ke lokasi,” katanya.
Berdasarkan data sementara per 10 Oktober 2026, lebih dari 10 ribu tanaman warga terdampak kebakaran. Data itu mencakup tiga titik, yakni Nggele dan Salati di Kecamatan Taliabu Barat Laut, serta Buambono di Kecamatan Taliabu Utara. Sementara itu, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 143 hektare.
Di tengah upaya penanganan, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk meminta dukungan. Sashabila menyebut Gubernur Maluku Utara juga telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait kemungkinan bantuan berupa pesawat atau helikopter pemadam kebakaran melalui jalur udara.
“Kami sudah berupaya untuk hadir dan berkomunikasi dengan provinsi. Ibu Gubernur juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Siapa tahu kami bisa mendapatkan bantuan water cannon lewat udara dari pemerintah pusat,” harapnya.
Sashabila turut meminta dukungan media untuk terus memberitakan kondisi kebakaran di Pulau Taliabu agar pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat mengetahui situasi di lapangan serta mempertimbangkan bantuan bagi masyarakat terdampak. (*)
Penulis : Karno Pora
Editor : Sandin Ar



![Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kecamatan Taliabu Barat Laut, Lede, dan Taliabu Utara/Bupati Pulau Taliabu [dok : istimewa]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261012_181643-225x129.jpg)




