Kadikbud Malut dan Jajaran Jangkau 11 Sekolah di Taliabu, Sulitnya Akses Pendidikan Terungkap

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, bersama jajaran saat meninjau sejumlah sekolah di Kabupaten Pulau Taliabu. Terbatasnya akses transportasi darat membuat rombongan harus menempuh perjalanan menggunakan perahu demi menjangkau sekolah-sekolah di wilayah tersebut. || Foto : Daffa/Kasedata.id

Kadikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, bersama jajaran saat meninjau sejumlah sekolah di Kabupaten Pulau Taliabu. Terbatasnya akses transportasi darat membuat rombongan harus menempuh perjalanan menggunakan perahu demi menjangkau sekolah-sekolah di wilayah tersebut. || Foto : Daffa/Kasedata.id

Kasedata.id – Keterbatasan transportasi hingga sulitnya akses menuju sekolah menjadi persoalan nyata yang dihadapi dunia pendidikan di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Bahkan, di sejumlah wilayah, guru dan siswa harus menggunakan perahu untuk menjangkau sekolah.

Kondisi tersebut ditemukan langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, saat melakukan kunjungan lapangan ke 11 sekolah di Pulau Taliabu pada 14–19 Oktober 2026.

Kunjungan dari wilayah utara hingga selatan Pulau Taliabu itu merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, untuk mengidentifikasi berbagai hambatan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus.

Bersama sejumlah kepala bidang dan tim pelayanan, Abubakar mendatangi sekolah-sekolah di Falabisahaya, Langganu, Nggele, Selati, Bobong, Kawalu, Pencadu, Bapenu, hingga Pancoran. Rombongan tidak hanya berdialog dengan guru dan siswa, tetapi juga meninjau kondisi sarana dan prasarana, perkembangan revitalisasi sekolah, serta pemanfaatan perangkat digital dalam kegiatan pembelajaran.

Baca Juga :  80 Calon Kepsek Masuk Tahap Uji Kompetensi, Dikbud Malut Tegaskan Merit System

“Perjuangan guru dan murid di Taliabu luar biasa. Di beberapa wilayah, akses menuju sekolah masih sulit, bahkan harus menggunakan perahu. Keterbatasan transportasi menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian,” kata Abubakar, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, peninjauan langsung menjadi langkah penting untuk mengetahui kebutuhan pendidikan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Sebab, tidak semua persoalan dapat tergambarkan secara utuh melalui laporan administratif.

Berdasarkan data Dikbud Maluku Utara, Kabupaten Pulau Taliabu memiliki 20 satuan pendidikan, terdiri atas 12 SMA, tujuh SMK, dan satu SLB. Seluruh satuan pendidikan tersebut didukung sekitar 400 tenaga guru dengan jumlah peserta didik mencapai 2.409 orang.

Abubakar menegaskan, hasil identifikasi lapangan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan dan ketersediaan sumber pendanaan.

Kebutuhan yang dapat dibiayai melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) akan diarahkan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, kebutuhan di luar kemampuan pendanaan sekolah akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Baca Juga :  Respon Cepat Pemda Sula Salurkan Bantuan Korban Banjir 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu atas dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan menengah di wilayah tersebut.

Menurut Abubakar, tantangan geografis di daerah kepulauan membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan agar pemerataan layanan pendidikan tidak hanya berfokus pada keberadaan sekolah, tetapi juga memastikan akses transportasi, ketersediaan sarana pembelajaran, serta dukungan terhadap tenaga pendidik.

Melalui kunjungan tersebut, Dikbud Maluku Utara berupaya memetakan kebutuhan sekolah secara lebih terukur sebagai dasar penentuan prioritas penanganan, khususnya bagi satuan pendidikan yang menghadapi kendala geografis dan keterbatasan infrastruktur.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pemerataan akses pendidikan sekaligus mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal bagi siswa di wilayah kepulauan Maluku Utara. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pesan Bernada Ancaman, Jurnalis di Taliabu Tempuh Jalur Hukum
Transformasi Birokrasi Era Sherly, Karier ASN Malut Ditata Berbasis Kompetensi
Harga Biosolar Tembus Rp 17 Ribu per Liter, Wagub Sarbin Sidak SPBU Sofifi
Kejar Target Proyek 2026, Progres Kontraktor Bakal Dievaluasi
“Dulu Mereka Menuntun Kita”, Gubernur Malut Ajak Warga Manfaatkan Layanan Katarak Gratis
Fatayat NU Malut Kawal Bantuan Zmart hingga Jadi Usaha Produktif
Pemprov Malut Pastikan Stok BBM Aman, Dua Kapal Segera Tambah Pasokan
Gerindra Malut Siap Kawal Asta Cita Prabowo hingga ke Tingkat Desa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:31 WIT

Pesan Bernada Ancaman, Jurnalis di Taliabu Tempuh Jalur Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:00 WIT

Transformasi Birokrasi Era Sherly, Karier ASN Malut Ditata Berbasis Kompetensi

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:49 WIT

Harga Biosolar Tembus Rp 17 Ribu per Liter, Wagub Sarbin Sidak SPBU Sofifi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIT

Kejar Target Proyek 2026, Progres Kontraktor Bakal Dievaluasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIT

“Dulu Mereka Menuntun Kita”, Gubernur Malut Ajak Warga Manfaatkan Layanan Katarak Gratis

Berita Terbaru