Narasi Kelompok Tertentu Dianggap Rugikan Warga, KATAM: Jangan Main Framing

Rabu, 26 November 2025 - 06:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim.

Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim.

Kasedata.id – Di tengah perdebatan publik mengenai isu pertambangan, Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara secara terbuka mengkritik akurasi narasi yang dibangun oleh beberapa kelompok advokasi yang dinilai tidak selalu mencerminkan fakta holistik di lapangan.

“Dalam pandangan kami, ada upaya penggiringan opini yang dilakukan. Di mana setiap narasi yang dibangun tidak berpijak pada pengetahuan yang holistik. Sehingga terdapat penyimpangan informasi. Bukan fakta sebenarnya, melainkan framing sebagai upaya membentuk opini publik,” jelas Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim. 

Menurut dia, kondisi ini sangat merugikan masyarakat di lingkar tambang, sebab upaya harmonisasi hubungan antara perusahaan dan masyarakat justru berubah menjadi konflik yang merugikan semua pihak.

Selanjutnya, KATAM Maluku Utara memberikan penilaian positif terhadap keterbukaan dan responsivitas Harita Nickel dalam menjalankan operasi pertambangan di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan.

“Dari sekian banyak perusahaan tambang yang beroperasi di Maluku Utara, Harita Nickel masih menjadi salah satu perusahaan yang paling transparan dan terbuka soal informasi. Di samping itu, juga sangat responsif,” tegasnya. 

Dari hasil pemantauan lapangan yang dilakukan KATAM, sejumlah program perusahaan dinilai paling dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan dan pelayanan dasar warga. Program-program tersebut antara lain adalah pembangunan dan fasilitas standar tinggi di Pemukiman Baru Desa Kawasi.

Baca Juga :  Harita Nickel, Perusahaan Tambang yang Penuhi Standar Perlindungan HAM

Tidak itu saja, Muhlis juga menekankan tentang penyediaan sarana air bersih, fasilitas dan distribusi listrik, serta pembinaan kelompok usaha kecil oleh perusahaan. 

“Sejauh yang kami lihat, pihak perusahaan sangat responsif dan akomodatif terkait dengan keluhan dan kebutuhan warga. Contoh konkretnya adalah ketika masyarakat mengalami krisis listrik, serta ada keluhan soal ancaman air bersih, respons dan penyelesaian perusahaan sangat cepat dan konkret,” ungkapnya.

Dirinya menekankan bahwa fokus utama KATAM adalah terus mendorong pelaku usaha pertambangan, termasuk di Halmahera Timur dan Halmahera Tengah, untuk fokus pada program pengembangan masyarakat sebagai tujuan utama kegiatan pertambangan, di samping menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

Berita Terkait

Polisi Bidik Dugaan Tambang Ilegal Anak Perusahaan Harum Energy di Haltim
Tindaklanjuti Arahan Bupati, Kecamatan Kayoa Gelar Jum’at Bersih di Seluruh Desa
Menakar Standar Ideal Tata Kelola Lingkungan di Industri Pertambangan
Pemkab Halsel Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berbasis Desa
PKSDA : PT Smart Marsindo Patuhi Regulasi dan Tata Kelola Pertambangan
Kolaborasi Industri, Pemerintah, dan Warga Bangun Desa Kawasi Tangguh Bencana
PT Smart Marsindo Hadirkan Model Tambang Berbasis Sosial di Pulau Gebe
Beasiswa Harita Gemilang Dinilai Tingkatkan Kualitas SDM Daerah

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:11 WIT

Polisi Bidik Dugaan Tambang Ilegal Anak Perusahaan Harum Energy di Haltim

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:12 WIT

Tindaklanjuti Arahan Bupati, Kecamatan Kayoa Gelar Jum’at Bersih di Seluruh Desa

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:07 WIT

Menakar Standar Ideal Tata Kelola Lingkungan di Industri Pertambangan

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:47 WIT

Pemkab Halsel Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

Senin, 26 Januari 2026 - 18:52 WIT

PKSDA : PT Smart Marsindo Patuhi Regulasi dan Tata Kelola Pertambangan

Berita Terbaru

Ketua DPC Hiswana Migas, Nasri Abubakar

Daerah

Sambut Ramadan, Stok BBM di Ternate Dipastikan Aman

Rabu, 11 Feb 2026 - 06:06 WIT

Daerah

Masuk Gemusba, Rizal Marsaoly Siap Kawal Agenda Pemuda

Selasa, 10 Feb 2026 - 12:45 WIT