Sungai Opiyang Keruh Picuh Perhatian BWS Maluku Utara

Sabtu, 1 November 2025 - 19:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib [dok : kasedata]

Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib [dok : kasedata]

Kasedata.id — Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menyatakan keprihatinan terhadap kondisi Sungai Opiyang di Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, yang semakin keruh terutama saat hujan deras dan banjir. Kekeruhan ini berdampak langsung pada lahan persawahan warga di sekitar aliran sungai akibat meningkatnya sedimentasi.

Berdasarkan laporan masyarakat, endapan sedimen di badan Sungai Opiyang diduga kuat berasal dari aktivitas tambang nikel di kawasan hulu yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan.

Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, menjelaskan bahwa pihaknya mengelola infrastruktur pengairan di bagian hilir Sungai Opiyang termasuk sistem irigasi Daerah Irigasi (DI) Opiyang–Mancalele. Karena itu, BWS bertanggung jawab memastikan fungsi sungai dan jaringan irigasi tetap berjalan optimal meski kondisi air memburuk.

“Kami memastikan fungsi sungai dan sistem irigasi di hilir tetap berjalan baik, serta terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menangani dampak kegiatan di wilayah hulu,” ujar Saleh Talib, Sabtu (1/11/2025).

Sebagai lembaga teknis pengelola sumber daya air, BWS Maluku Utara berencana melakukan koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Pemerintah Daerah untuk meninjau langsung kondisi lapangan. Langkah ini dilakukan guna memastikan aktivitas tambang di hulu berjalan sesuai kaidah lingkungan dan tidak merusak sistem tata air.

Sebelumnya, BWS Maluku Utara telah mengirimkan surat teguran dan tanggapan resmi terkait peningkatan sedimentasi di Sungai Opiyang. Bahkan pada April 2025, lembaga tersebut telah melakukan pengujian sampel air sungai untuk mengidentifikasi tingkat kekeruhan dan kandungan sedimen.

Baca Juga :  Sepanjang 2025, Bassam-Helmi Salurkan 265 Armada Nelayan 

Dalam upaya pencegahan, BWS menekankan pentingnya penerapan good mining practice di setiap kawasan tambang. Prinsip ini mencakup pengendalian erosi, pembangunan kolam pengendap (sediment pond), serta revegetasi lahan bekas tambang. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menekan limpasan air hujan yang membawa material tanah ke sungai.

“Kami menghimbau semua pihak, khususnya perusahaan tambang di kawasan hulu untuk bertanggung jawab atas dampak lingkungan dan segera melakukan langkah korektif,” tegas Saleh.

Ia menambahkan, BWS Maluku Utara berkomitmen menjaga fungsi sungai agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, BWS akan terus memantau kondisi Sungai Opiyang guna memastikan aliran air dan sistem irigasi warga tidak terganggu. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Jalan Ambles di Kayu Merah, BPJN Malut Kebut Perbaikan 
Dugaan Jual Beli IUP di Haltim Kembali Mencuat, Sejumlah Pejabat Disebut
Paskibraka Kota Ternate, Satu ke Nasional, Empat ke Provinsi
Nuryadin : Seleksi Ketat Jaring 62 Anggota Paskibraka Kota Ternate 
Pemkot Ternate Umumkan 62 Anggota Paskibraka Terpilih, Ini Daftarnya
IKA PMII Malut Tegaskan Peran Strategis Alumni Lewat Sekolah Pergerakan
Pemanfaatan Sungai Akelamo Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga Kawasi
Siswa SMAN 4 Ternate Lolos Paskibraka Nasional, Ukir Sejarah Baru

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:47 WIT

Jalan Ambles di Kayu Merah, BPJN Malut Kebut Perbaikan 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:04 WIT

Paskibraka Kota Ternate, Satu ke Nasional, Empat ke Provinsi

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:53 WIT

Nuryadin : Seleksi Ketat Jaring 62 Anggota Paskibraka Kota Ternate 

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:46 WIT

Pemkot Ternate Umumkan 62 Anggota Paskibraka Terpilih, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:32 WIT

IKA PMII Malut Tegaskan Peran Strategis Alumni Lewat Sekolah Pergerakan

Berita Terbaru

Perbaikan jalan utama di Kelurahan Kayu Merah oleh BPJN Maluku Utara [Foto : haerun/kasedata]

Daerah

Jalan Ambles di Kayu Merah, BPJN Malut Kebut Perbaikan 

Selasa, 7 Jul 2026 - 16:47 WIT

Opini

Brazil vs Norwegia

Minggu, 5 Jul 2026 - 19:38 WIT

Bus Malut United saat berada di kawasan Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Kamis (2/7/2026)

Olahraga

Isu Malut United Pindah ke Semarang Semakin Menguat

Kamis, 2 Jul 2026 - 16:22 WIT