Tiga Obituari Dalam Kepergian Irfan Ahmad

Rabu, 8 April 2026 - 14:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Aka Abdullah.

Dalam jeda waktu yang nyaris tak memberi ruang bagi duka untuk mengendap bahkan sebelum tanah pemakaman benar-benar mengering nama Irfan Ahmad telah lebih dulu diabadikan dalam tiga obituari. Ditulis oleh M. Guntur Alting, Herman Oesman, dan Gufran A. Ibrahim, ketiganya bukan sekadar catatan belasungkawa.

Ia menjelma menjadi semacam kesaksian intelektual sebuah “penimbangan kebaikan” yang berlangsung di ruang publik, di hadapan ingatan kolektif kita. Dari ketiga tulisan itu, mengalir satu benang merah yang tak terbantahkan : Irfan Ahmad bukan sekadar sosok yang pergi. Ia adalah kehilangan besar, sunyi, dan terasa hingga ke ruang-ruang pemikiran terutama bagi mereka yang menekuni dan merawat sejarah lokal Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepergiannya melampaui batas duka personal. Ia adalah kehilangan intelektual yang nyata. Di tengah arus zaman yang begitu deras, yang kerap menyeret kita menjauh dari akar sejarah sendiri, Irfan hadir sebagai penjaga ingatan. Ia percaya, masa lalu bukan sekadar sesuatu yang dikenang, tetapi harus dipahami ditafsirkan ulang dan dijadikan pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Baca Juga :  Sahril dan Jurnalis Gaza

Baginya, sejarah bukan tumpukan arsip yang berdebu, bukan pula sekadar cerita lama yang usang. Sejarah adalah energi hidup yang membentuk identitas, meneguhkan harga diri, dan memberi arah bagi sebuah masyarakat.

Melalui riset yang tekun, tulisan yang tajam, serta keterlibatannya di tengah kehidupan sosial, Irfan menjembatani dunia akademik dengan realitas publik. Ia membumikan ilmu pengetahuan menjadikannya milik bersama, bukan monopoli ruang-ruang kelas.

Namun, seperti banyak intelektual yang bekerja dalam sunyi, Irfan mungkin tak pernah benar-benar menyadari bahwa yang ia tinggalkan jauh melampaui dirinya sendiri. Ia mewariskan sesuatu yang lebih panjang usianya dari manusia : tulisan.

Baca Juga :  Gol Tunggal Rifal Lastori jadi Penentu Kemenangan Malut United

Dalam setiap gagasan yang ia rangkai, tersimpan semacam “DNA sejarah” pesan diam yang dititipkan kepada generasi setelahnya, bahwa pikiran yang ditulis dengan kesungguhan akan selalu menemukan jalannya untuk hidup.

Karena itu, kepergian Irfan Ahmad seharusnya tidak berhenti pada air mata. Ia menuntut jawaban. Jawaban dalam bentuk keberanian untuk membaca lebih dalam, menulis lebih jujur, dan merawat ingatan kolektif yang perlahan memudar.

Sebab jika tidak, yang benar-benar hilang bukan hanya Irfan Ahmad sebagai individu. Yang ikut lenyap adalah kesadaran kita sebagai masyarakat yang seharusnya berdiri tegak di atas sejarahnya sendiri.

Selamat jalan, adindaku.
Tanoan au, adodak au doa jolahtaala si lutik lolan hio lo masure, (inga pa ngana, doakan pa ngana, Allah kase jalan bae deng bagus). (*)

Penulis : Aka Abdullah

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tak Sekedar Jadi Jurnalis, Husen Hamid Pilih Berjuang demi Gizi Anak di Pelosok Taliabu
Irman Saleh, Menjaga Nyala Pers dan Literasi di Maluku Utara
Aksi Progresif Taufik Rustam Antar Malut United Tumbangkan Borneo
Kritik Para Fans, Antara Cinta dan Harapan untuk Malut United
Legend Persiter Berduka, Ikbal Kenang Jasa Almarhum Muhdin Taha
Dr Abdurrahman Hi Usman, Dari Buruh Pelabuhan Hingga Pendiri GSI Ternate
Mengenal Lebih Dekat Syaiful Djafar Arfa, Kakan Kemenag Halsel
Dakwah Berdaya, Kisah Inspiratif Penyuluh Agama di Suku Tobelo Dalam

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 14:56 WIT

Tiga Obituari Dalam Kepergian Irfan Ahmad

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:06 WIT

Tak Sekedar Jadi Jurnalis, Husen Hamid Pilih Berjuang demi Gizi Anak di Pelosok Taliabu

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:41 WIT

Irman Saleh, Menjaga Nyala Pers dan Literasi di Maluku Utara

Minggu, 28 Desember 2025 - 22:15 WIT

Aksi Progresif Taufik Rustam Antar Malut United Tumbangkan Borneo

Minggu, 14 September 2025 - 14:47 WIT

Kritik Para Fans, Antara Cinta dan Harapan untuk Malut United

Berita Terbaru

Sosok

Tiga Obituari Dalam Kepergian Irfan Ahmad

Rabu, 8 Apr 2026 - 14:56 WIT

Ketua DPD GMNI Maluku Utara, Arjun Onga. || dok : Ilham/Kasedata

Daerah

GMNI Malut Protes Dugaan Intimidasi Oknum Polda

Rabu, 8 Apr 2026 - 13:39 WIT