Warga Kawasi Desak Transparansi Dana Bantuan BBM, Diduga Disalahgunakan Oknum

Senin, 5 Januari 2026 - 17:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Posko Bantuan BBM yang disiapkan Harita Nickel untuk membantu warga Desa Kawasi memenuhi kebutuhan selama Ramadan 2025.

Posko Bantuan BBM yang disiapkan Harita Nickel untuk membantu warga Desa Kawasi memenuhi kebutuhan selama Ramadan 2025.

Kasedata.idSejumlah warga Desa Kawasi mempertanyakan kejelasan penggunaan dana bantuan bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya disiapkan Harita Nickel saat pasokan listrik dari genset warga sempat tidak stabil.

Bantuan tersebut disebut sebesar Rp100.000 per kepala keluarga untuk sekitar 160 KK, dengan total anggaran kurang lebih Rp16 juta, yang diperuntukkan membantu warga memenuhi kebutuhan bahan bakar listrik sementara. Namun, di tengah masyarakat berkembang pembicaraan bahwa sebagian dana tersebut diduga dialihkan untuk mendukung aktivitas pihak tertentu yang kerap mengkritik perusahaan.

“Sebenarnya kami hanya ingin tahu ke mana dana dari Harita Nickel itu pergi. Kalau memang untuk keperluan bersama, justru bagus. Tapi kalau disalahgunakan oknum masyarakat untuk kegiatan lain, apalagi demonstrasi, itu perlu dijelaskan secara terbuka,” ucap Raymond Nanlessy, Ketua RT 01 Desa Kawasi.

Sejumlah warga mengaku memantau aliran dana dan menuntut kejelasan. Mereka menilai ketidakjelasan penggunaan bantuan bisa menimbulkan ketegangan dan salah paham di masyarakat, serta menodai tujuan awal bantuan sosial tersebut.

Hamja Lewer, tokoh masyarakat Desa Kawasi menambahkan bahwa mereka merasa terperdaya karena bantuan yang seharusnya untuk kebutuhan dasar, bisa saja disalahgunakan untuk agenda oknum masyarakat di lapangan.

“Jika ada ketidaksesuaian penggunaan dana, masyarakat perlu diinfokan secara terbuka, kemana dana ini terpakai,” ujar Hamja, yang juga Ketua RT 02 Desa Kawasi.

Baca Juga :  GP Ansor Ternate dan Rutan Kelas IIB Gelar Tausiah dan Sholat Jum'at Berjamaah

Ia berharap jawaban terbuka segera diberikan agar isu ini tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan dan menimbulkan kecurigaan yang lebih luas di masyarakat.

Secara terpisah, Julfandi Gani, Sekretaris Jenderal Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) menilai, transparansi dan komunikasi terbuka sangat diperlukan dalam pengelolaan bantuan sosial agar tidak menimbulkan kecurigaan dan potensi konflik informasi di masyarakat.

“Jika tidak ada yang disembunyikan, seharusnya tidak ada alasan untuk menutup-nutupi kemana uang itu dipakai. Oknum masyarakat ini wajib klarifikasi secara terbuka,” ujar Julfandi Gani. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Ribuan Siswa Madrasah Halsel Ikut Rekor MURI Penulisan Anafora
GMNI Malut Protes Dugaan Intimidasi Oknum Polda
Panen Perdana 10 Ton Semangka, Program TEKAD Perkuat Ekonomi Petani Halteng
Asosiasi “Liar” Koperasi di Ternate Disorot, Klaim Wakili 78 Kelurahan Tanpa Legalitas
Tambang Ilegal di Halsel Diduga Masih Beroperasi 
Berdamai di Bumi Fagoguru, Tangis Haru Pecah Warga Banemo-Sibenpopo
Pemprov Malut Tegaskan Dukungan : Perkuat Ketahanan Pangan hingga Energi di Tengah Geopolitik Global
Rakorda P3A 2026 Digelar, Pemprov Malut Perkuat Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 22:01 WIT

Ribuan Siswa Madrasah Halsel Ikut Rekor MURI Penulisan Anafora

Rabu, 8 April 2026 - 13:39 WIT

GMNI Malut Protes Dugaan Intimidasi Oknum Polda

Rabu, 8 April 2026 - 11:15 WIT

Panen Perdana 10 Ton Semangka, Program TEKAD Perkuat Ekonomi Petani Halteng

Selasa, 7 April 2026 - 22:29 WIT

Tambang Ilegal di Halsel Diduga Masih Beroperasi 

Selasa, 7 April 2026 - 19:52 WIT

Berdamai di Bumi Fagoguru, Tangis Haru Pecah Warga Banemo-Sibenpopo

Berita Terbaru

Sosok

Tiga Obituari dalam Kepergian Irfan Ahmad

Rabu, 8 Apr 2026 - 14:56 WIT

Ketua DPD GMNI Maluku Utara, Arjun Onga. || dok : Ilham/Kasedata

Daerah

GMNI Malut Protes Dugaan Intimidasi Oknum Polda

Rabu, 8 Apr 2026 - 13:39 WIT