Bupati Halsel Dorong Pengelolaan Pesisir Berbasis Keberlanjutan

Sabtu, 11 April 2026 - 10:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halsel saat memukul gendang sebagai tanda dimulainya Simposium Halmahera Selatan [doc: Ridal/Kasedata]

Bupati Halsel saat memukul gendang sebagai tanda dimulainya Simposium Halmahera Selatan [doc: Ridal/Kasedata]

Kasedata.id – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan dalam pembukaan Simposium Perikanan dan Kelautan Halsel yang mengangkat tema “Sinergi Kampung Nelayan Merah Putih, Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati, Jumat kemarin (10/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa daerah yang dipimpinnya memiliki potensi kelautan yang sangat besar, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal. Selama ini, pertumbuhan ekonomi daerah masih didominasi sektor ekstraktif yang bersifat terbatas dan tidak berkelanjutan.

Menurutnya, ketergantungan terhadap sumber daya yang tidak terbarukan berisiko menimbulkan persoalan di masa depan karena ketersediaannya akan terus menurun. Oleh karena itu, pengembangan sektor kelautan dan perikanan berbasis keberlanjutan perlu menjadi prioritas untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

“Potensi stok sumber daya perikanan di Halmahera Selatan diperkirakan mencapai sekitar 140 ribu ton. Namun, pemanfaatannya saat ini baru berada di kisaran 59 ribu ton, sehingga peluang pengembangan sektor tersebut masih terbuka luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, karakteristik wilayah Halmahera Selatan yang terdiri dari kurang lebih 400 pulau dengan dominasi wilayah laut mencapai 70 hingga 80 persen menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan sektor agromaritim yang berkelanjutan.

Meski demikian, Bupati juga menyoroti ancaman kerusakan ekosistem pesisir yang mulai dirasakan masyarakat. Dari total 249 desa, sekitar 90 persen berada di kawasan pesisir dan sebagian telah mengalami dampak abrasi serta naiknya permukaan air laut akibat menurunnya kualitas ekosistem mangrove dan terumbu karang.

“Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas nelayan yang harus melaut lebih jauh untuk memperoleh hasil tangkapan, sehingga meningkatkan biaya operasional sekaligus menurunkan produktivitas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Nomenklatur Sejumlah OPD Halsel Berubah, Ini Daftarnya

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memiliki komitmen bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya laut dan pesisir sebagai aset penting daerah. Menurutnya, keberlanjutan lingkungan menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Simposium ini menghadirkan keynote speaker Rokhmin Dahuri, anggota Komisi IV DPR RI yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti sejumlah narasumber dari pemerintah daerah, akademisi, legislatif, dan lembaga riset.

Melalui forum ilmiah tersebut diharapkan muncul rekomendasi strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan secara berkelanjutan melalui visi pembangunan agromaritim. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sherly Tantang Perbakin Malut Lahirkan Jawara Nasional
Ternate Tetapkan Tanggap Darurat, Titik Panas TPA Masih Mengancam
Gubernur Sherly Tegas, PT Intimkara Kena SP1 : Tak Perform, Putus Kontrak
Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga
KORMI Sula Segera Dilantik, Siapkan Olahraga Tradisional 2027
Maluku Utara Kebagian APBN Rp 160 Miliar, Ribuan Rumah Masuk Program Bedah
Kepala Balitbangda Malut Segera Ditentukan, BKD : SK Disiapkan
Pemprov Malut Lepas 40 Peserta Wisata Rohani ke Yerusalem

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:38 WIT

Sherly Tantang Perbakin Malut Lahirkan Jawara Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:37 WIT

Ternate Tetapkan Tanggap Darurat, Titik Panas TPA Masih Mengancam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:57 WIT

Gubernur Sherly Tegas, PT Intimkara Kena SP1 : Tak Perform, Putus Kontrak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:24 WIT

Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:32 WIT

KORMI Sula Segera Dilantik, Siapkan Olahraga Tradisional 2027

Berita Terbaru

Daerah

Sherly Tantang Perbakin Malut Lahirkan Jawara Nasional

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:38 WIT

Personel Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha saat melakukan pemantauan terhadap titik karhutla di lokasi TPA Takome

Peristiwa

Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:24 WIT