Polemik Lahan Alimusu Berlanjut, Arah Penyelesaian Dinilai Belum Jelas

Selasa, 14 April 2026 - 14:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Pengadilan Negeri Labuha Kelas II [Foto : istimewa]

Kantor Pengadilan Negeri Labuha Kelas II [Foto : istimewa]

Kasedata.id — Dinamika sengketa lahan Alimusu di Desa Soligi kembali menjadi sorotan publik. Di tengah beragam pandangan yang berkembang di masyarakat, muncul pertanyaan mengenai arah dan langkah penyelesaian akan ditempuh untuk menangani persoalan ini secara tuntas.

Dalam pemberitaan sebelumnya, dorongan untuk membawa kasus ke ranah hukum muncul cukup kuat. Pada pemberitaan di tanggal 16 Maret 2026, kasus lahan 6,5 hektar ini didorong masuk ke ranah pidana, termasuk dugaan pemalsuan dokumen. Bambang Djoisangaji dari BJS Law Firm menyatakan pihaknya berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas di meja hijau.

“Kami akan kawal sampai proses penuntutan di pengadilan. Tidak ada ruang bagi siapa pun, termasuk korporasi besar maupun pejabat desa, untuk bermain-main dengan hak milik masyarakat kecil,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendekatan hukum saat itu diposisikan sebagai jalan untuk memperoleh kepastian melalui pembuktian terbuka, sekaligus menjadi mekanisme yang memiliki kekuatan untuk menetapkan keabsahan hak secara final.

Baca Juga :  Tauhid-Nasri "Menang" di Pilwako Ternate Berdasarkan Data C1

Namun dalam perkembangan berikutnya, muncul pandangan yang menekankan pertimbangan lain dalam memilih jalur penyelesaian.

Ketua GMNI Munawir Mandar menyatakan bahwa membawa masyarakat ke pengadilan dapat memberatkan secara ekonomi dan perlu dilihat dengan pendekatan nurani.

“Berperkara di pengadilan itu membutuhkan biaya besar. Jangan sampai masyarakat kecil didorong ke jalur yang justru memberatkan mereka. Karena itu, berpandanganlah dengan nurani, bukan karena kepentingan tertentu,” ujarnya.

Perbedaan penekanan ini menghadirkan pertanyaan mengenai arah pendekatan yang ditempuh dalam menyelesaikan sengketa.

Pandangan lain disampaikan kuasa hukum Kepala Desa Kawasi, La Jamra Hi. Zakaria, SH, yang menegaskan bahwa sengketa lahan pada dasarnya merupakan persoalan privat yang tidak tepat jika digiring ke opini publik.

“Ini murni sengketa perdata, bukan untuk digiring ke opini publik,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa penyelesaian sengketa harus ditempatkan dalam mekanisme yang tepat, yaitu melalui proses hukum yang mampu menguji klaim secara objektif.

Baca Juga :  Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa

“Ruang penyelesaian sengketa ini adalah ruang hukum. Biarkan pengadilan yang menentukan siapa yang berhak atas lahan tersebut,” pungkas La Jamra.

Senada dengan hal tersebut, Ketua GAMKI Halmahera Selatan, Sefnat Tagaku, menilai bahwa sengketa kepemilikan pada dasarnya memerlukan kejelasan melalui mekanisme yang dapat diuji secara terbuka dan akuntabel.

“Kalau memang ini sengketa kepemilikan, kenapa tidak dibawa saja ke pengadilan? Dari awal kan itu yang didorong. Jadi sekarang malah jadi tanda tanya, kenapa jalur hukum justru seperti ditinggalkan? Sebenarnya ada apa, apakah ada keraguan terhadap prosesnya, atau memang ada pertimbangan lain?” ujarnya.

Dalam kerangka tersebut, muncul pertanyaan yang tetap relevan: mengapa dorongan terhadap jalur yang sebelumnya dipandang sebagai ruang pembuktian, kini tidak lagi menjadi pilihan utama dalam penyelesaian persoalan ini?

“Pada akhirnya, publik tidak hanya melihat siapa yang bersuara, tetapi juga menilai konsistensi metode penyelesaian ketika arah yang ditempuh mulai diuji,” tutup Sefnat. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Kabau Pante Siaga Banjir Rob, 600 Meter Permukiman Ditimbun
Pemkab Taliabu Perkuat SPM Pendidikan Berbasis Data
Kemarau Panjang, Pemkot Ternate Gelar Salat Istisqa
Dari Program Pempus, Ternate Raih Bantuan 200 Unit Rumah
Ratusan Korban Investasi Geruduk Polres Ternate, Kerugian Ditaksir Puluhan Miliar
Pemda Sula Didesak Segera Tuntaskan Pemekaran Dua Desa
Buka Konfercab ke-V, Ketua Ansor Malut Tekankan Penguatan Kaderisasi
OMC Malut Berakhir, Sherly Apresiasi Dukungan BNPB dan Pihak Terkait

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 20:47 WIT

Kabau Pante Siaga Banjir Rob, 600 Meter Permukiman Ditimbun

Jumat, 18 September 2026 - 20:29 WIT

Pemkab Taliabu Perkuat SPM Pendidikan Berbasis Data

Jumat, 18 September 2026 - 12:37 WIT

Kemarau Panjang, Pemkot Ternate Gelar Salat Istisqa

Jumat, 18 September 2026 - 12:16 WIT

Dari Program Pempus, Ternate Raih Bantuan 200 Unit Rumah

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIT

Ratusan Korban Investasi Geruduk Polres Ternate, Kerugian Ditaksir Puluhan Miliar

Berita Terbaru

Dikbud Kabupaten Pulau Taliabu bersama Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku Utara saat menggelar pendampingan perencanaan dan penganggaran terkait SPM bidang pendidikan tahun 2026 [ dok : karno/kasedata]

Daerah

Pemkab Taliabu Perkuat SPM Pendidikan Berbasis Data

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:29 WIT

Daerah

Kemarau Panjang, Pemkot Ternate Gelar Salat Istisqa

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:37 WIT

Wali Kota Ternate (kedua kiri) dan Kadisperkimtan (kedua kanan) berpose usai menerima piagam pernghargaan.

Daerah

Dari Program Pempus, Ternate Raih Bantuan 200 Unit Rumah

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:16 WIT