Diknas Halsel Proses Kepsek SDN 84 Soal Dugaan Penganiayaan Warga

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Diknas Halmahera Selatan, Siti Khodijah

Kepala Diknas Halmahera Selatan, Siti Khodijah

Kasedata.id – Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Halmahera Selatan bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan dan penghinaan terhadap Rohani Paes, warga Desa Orimakurunga. Rohani diduga menjadi korban dari Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 84 Halmahera Selatan, Rahma Bani.

Kepala Diknas Halmahera Selatan, Siti Khodijah, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan memerintahkan bagian Tata Usaha (TU) untuk melayangkan surat panggilan klarifikasi kepada Rahma Bani.

“Informasi dugaan kasus ini sudah kami tindak lanjuti. Kami telah memerintahkan bagian TU untuk menyampaikan surat panggilan klarifikasi kepada yang bersangkutan,” ujar Siti Khodijah, Selasa (28/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siti menegaskan, Dinas Pendidikan tidak akan berkompromi dalam menangani persoalan itu dan akan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  RSUD CHB Ternate Berkomitmen Perbaiki Pelayanan di HUT ke-23

“Kita akan proses sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepsek Rahma Bani dilaporkan ke Polsek Kayoa atas dugaan penganiayaan dan penghinaan terhadap Rohani Paes (66). Laporan itu diterima pada Senin (27/7/2026) dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor STPL/07/VII/2026/Sek Kayoa.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIT di depan rumah Adam Bani, Desa Orimakurunga.

Korban mengaku selain mengalami penganiayaan menggunakan bambu dan kayu, ia juga mendapat penghinaan dari terlapor. Bahkan menurut korban, terlapor sempat menantangnya untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Baca Juga :  Pemkab Halsel Gelar Jumat Bersih Serentak 

“Setelah memukul saya menggunakan bambu dan kayu, pelaku berteriak, ‘Silakan proses saya. Saya ini banyak uang, jadi tidak akan bisa berhasil ditahan polisi’,” ujar Rohani menirukan perkataan terlapor.

Akibat kejadian itu korban mengaku mengalami sakit pada bagian punggung dan telah menjalani pengobatan.

Dalam laporannya, terlapor diduga melanggar Pasal 466 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai tindak pidana penganiayaan, yang diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 6 bulan.

Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan Polsek Kayoa, sementara Dinas Pendidikan Halmahera Selatan melakukan proses klarifikasi dan pemeriksaan internal terhadap yang bersangkutan. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula
BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur
Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut
Cegah Persoalan Hukum, Bupati Sula Teken MoU dengan Jaksa
Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo
Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi
Beredar BBM Oplosan di Ternate, Polisi Selidiki Pemasok Pertalite
Penertiban Aset Pemprov Malut Dikebut, 64 Kendaraan Dinas Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:30 WIT

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 November 2026 - 13:32 WIT

BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIT

Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut

Senin, 2 November 2026 - 19:40 WIT

Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo

Senin, 2 November 2026 - 16:19 WIT

Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi

Berita Terbaru

Ekonomi

Dua Hari Pasar Murah, Cabai 1,4 Ton Ludes Terjual di Ternate

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:26 WIT

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi [dok : karno/kasedata]

Sula

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:30 WIT