Kasedata.id – Majelis Pembina Pengurus Wilayah (PW) IKA PMII Maluku Utara, Abubakar Abdullah, melontarkan pesan tegas terkait mentalitas kepemimpinan di Maluku Utara. Menurutnya, ruang politik dan birokrasi bukan tempat bagi pemimpin yang mudah terbawa perasaan atau alergi terhadap kritik publik.
Pernyataan itu disampaikan Abubakar usai bertatap muka dengan para alumni dan kader pergerakan se-Halmahera Utara dalam agenda Pelantikan dan Dialog PC IKA PMII Halmahera Utara, Sabtu (23/5/2026).
Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari jabatan publik. Kritik, kata dia, seharusnya diterima sebagai energi perbaikan, bukan dipandang sebagai serangan pribadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kritik terhadap jabatan itu hal yang lumrah. Jangan sedikit-sedikit baper. Kritik justru menjadi suplemen untuk memperbaiki kebijakan agar lebih tajam dan benar-benar menyentuh kepentingan rakyat,” tegas Abubakar.
Ia menilai, pemimpin yang anti kritik hanya akan melahirkan kebijakan yang rapuh dan jauh dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap pemimpin harus siap diuji, dikoreksi, bahkan dipertanyakan di ruang publik demi melahirkan tata kelola pemerintahan yang sehat dan terbuka.
Tak hanya menyinggung soal kepemimpinan, Abubakar juga mengingatkan pentingnya menjaga ritme organisasi agar tetap hidup, progresif, dan tidak kehilangan arah perjuangan.
Menurutnya, kader dan alumni PMII tidak boleh terjebak dalam zona nyaman yang membuat gerakan menjadi stagnan.
“Komunikasi dan gerakan harus dinamis, tidak boleh statis. Kalau kita berhenti bergerak, nilai tawar kita hilang dan agenda perubahan tidak akan pernah sampai pada tujuan,” ujarnya.
Ia menegaskan, organisasi hanya akan memiliki kekuatan apabila dibangun dengan gagasan-gagasan segar, keberanian berpikir kritis, serta kemampuan menghadirkan pengaruh melalui ide dan kerja nyata di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Abubakar juga mengajak seluruh keluarga besar IKA PMII untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat soliditas organisasi menghadapi berbagai momentum sosial maupun politik ke depan. Menurutnya, perjuangan besar tidak bisa dibangun oleh individu yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan melalui gerakan kolektif yang solid dan memiliki visi bersama.
Abubakar berharap PC IKA PMII Halmahera Utara yang baru dilantik mampu menjadi lokomotif perubahan di daerah, menghadirkan semangat intelektualisme yang progresif, serta tetap berani menyuarakan kebenaran meski berhadapan dengan kekuasaan. Ia menegaskan, kader PMII harus hadir bukan sekadar menjadi penonton, tetapi tampil sebagai penggerak perubahan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Diketahui, agenda pelantikan dan dialog publik tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi. Ahmad, unsur Forkopimda Halut, para pimpinan OPD, Kapolres Halut, OKP dan ormas, Ketua PW IKA PMII Maluku Utara Muhajirin Bailussy beserta jajaran pengurus, para kepala SMA/SMK dan SLB di Halmahera Utara, para ketua partai politik, serta KNPI Halut. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi




![Drawing Cabor Sepak Bola PORPROV V yang berlangsumg di Hotel Grand Majang Ternate [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/Picsart_26-05-24_00-35-43-476-225x129.jpg)
![Mahasiswa KKSD UMMU Kelompok 3 dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkotika [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260523_222331-225x129.jpg)
![Laga penutup musim antara Borneo FC dan Malut United di Stadion Segiri, Samarinda [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260523_214503-225x129.jpg)
![Latar surat pemberitahuan penundaan PORPROV Malut/Logo PORPROV 2026 [Dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260522_215601-225x129.jpg)
