Kasedata.id — Akses air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendasar dalam menciptakan lingkungan hunian yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Di Pulau Obi, Sungai Akelamo kini menjadi sumber air baku yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Permukiman Baru Desa Kawasi.
Melalui fasilitas pengolahan air yang disiapkan Harita Nickel, air dari Sungai Akelamo diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga. Kehadiran sistem ini menjadi bagian dari penguatan layanan dasar bagi masyarakat yang kini menempati kawasan hunian baru tersebut.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menyebut ketersediaan air bersih menjadi komponen utama dalam mendukung kualitas hidup masyarakat di kawasan baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Perkim Halmahera Selatan menjelaskan, sumber air untuk Permukiman Baru Desa Kawasi berasal dari Sungai Akelamo yang telah melalui proses pengolahan oleh fasilitas yang dibangun Harita Nickel.
“Dengan adanya akses air bersih yang lebih teratur, masyarakat di permukiman baru Desa Kawasi kini memiliki kemudahan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Ini menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kenyamanan hidup warga,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur air bersih menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan hunian yang lebih sehat dan tertata.
Pandangan serupa disampaikan akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Rais D. Hi. Yusuf. Ia menilai sebuah kawasan hunian yang baik harus memastikan terpenuhinya layanan dasar yang merata bagi seluruh warga.
Menurut Rais, konsep hunian inklusif menempatkan kebutuhan dasar masyarakat sebagai pusat pembangunan, termasuk akses terhadap air bersih yang aman dan berkelanjutan.
Ketika infrastruktur dasar seperti air bersih, fasilitas sosial, dan ruang hidup dibangun dengan pendekatan yang berpusat pada manusia, maka kawasan itu tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi ruang tumbuh bagi masyarakat,” kata Rais.
Ia menambahkan, Permukiman Baru Kawasi menunjukkan bagaimana pembangunan kawasan dapat menggabungkan aspek kelayakan hidup, efisiensi tata ruang, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Penilaian itu sejalan dengan konsep livable, smart, dan sustainable yang sebelumnya ia sematkan untuk kawasan tersebut.
Bagi warga, keberadaan air bersih yang mengalir selama 24 jam menjadi perubahan nyata yang langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperkuat kualitas lingkungan tempat tinggal.
Pemanfaatan Sungai Akelamo melalui sistem pengolahan yang terintegrasi ini diharapkan dapat terus mendukung kebutuhan masyarakat Kawasi, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan di Pulau Obi. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar







