SMAN 3 Ternate Siap Jadi Pilot Project Pendidikan Malut, Dorong Inovasi dan Perkuat Mutu Sekolah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMA Negeri 3 Kota Ternate, Karim Nawawi. || dok : Ilham/Kasedata

Kepala SMA Negeri 3 Kota Ternate, Karim Nawawi. || dok : Ilham/Kasedata

Kasedata.id SMA Negeri 3 Kota Ternate menegaskan kesiapannya menjadi salah satu sekolah percontohan atau Pilot Project dalam mengawal sekaligus menyukseskan berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan.

Komitmen tersebut tidak berhenti pada kesiapan mengikuti kebijakan pemerintah daerah. SMA Negeri 3 Ternate ingin menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk mempercepat pembenahan sekolah, meningkatkan kompetensi guru, memperkuat karakter peserta didik, serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang semakin berkualitas.

Kepala SMAN 3 Ternate, Karim Narawi, mengatakan pihaknya siap mengambil peran lebih besar dalam mendukung program unggulan Dinas Pendidikan, termasuk Gerakan Cepat Peduli Lingkungan Sekolah atau “Gercep” dan program Satu Anak Satu Rekening.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kesiapan sekolah menjadi lokasi peluncuran program strategis daerah merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Karena itu, sekolah harus mampu membuktikan bahwa program tersebut tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sekolah.

“Kami tidak sekadar menyambut, tetapi siap menjadi percontohan. SMAN 3 memiliki sumber daya yang cukup siap untuk mendukung program-program tersebut. Saat ini ada 13 guru kami yang masuk dalam program peningkatan kompetensi atau profiling. Jumlah ini menjadi salah satu yang terbanyak di Kota Ternate. Ini merupakan modal besar untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di sekolah,” tegas Karim kepada awak media, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia. Guru tidak cukup hanya menjalankan rutinitas mengajar, tetapi harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan metode pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Karena itu, SMA Negeri 3 Ternate melakukan sejumlah inovasi internal. Salah satunya melalui kebijakan menyediakan waktu khusus bagi guru untuk belajar dan meningkatkan kompetensi.

Baca Juga :  Edukasi Mahasiswa di Ternate Tentang Profesi Keuangan

Hari keenam yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran siswa dialihkan menjadi ruang penguatan kapasitas guru melalui kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) internal serta pendampingan dari tenaga ahli secara berkala.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan budaya belajar yang tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga tumbuh kuat di kalangan tenaga pendidik.

“Guru juga harus terus belajar. Kalau kita ingin meningkatkan kualitas peserta didik, maka kualitas gurunya harus diperkuat terlebih dahulu,” ujarnya.

Selain penguatan kompetensi guru, SMAN 3 Ternate juga mendorong peningkatan budaya literasi dan numerasi. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menghadirkan konsep “Buku Menghampiri Siswa” dengan memanfaatkan ruang terbuka di lingkungan sekolah sebagai tempat membaca.

Konsep tersebut dibuat agar aktivitas literasi tidak selalu identik dengan perpustakaan. Buku dan aktivitas membaca justru didekatkan dengan siswa sehingga budaya membaca dapat tumbuh secara lebih natural dalam keseharian mereka.

Di sisi lain, pembentukan karakter siswa juga menjadi perhatian serius. Sekolah secara rutin menjalankan Gerakan Bersih Sekolah setiap Jumat, pembiasaan 5S yakni Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun, penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), serta Senam Anak Indonesia Sehat.

Berbagai pembiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter siswa yang disiplin, peduli terhadap lingkungan, sehat, dan memiliki etika dalam kehidupan sosial.

Namun, di tengah berbagai inovasi dan kesiapan tersebut, SMAN 3 Ternate masih menghadapi persoalan mendasar pada aspek sarana dan prasarana.

Karim secara terbuka mendorong Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan pembangunan gedung auditorium atau aula multiguna di SMAN 3 Ternate.

Baca Juga :  Gegara Ini Sembilan Siswa di Ternate Terlibat Baku Hantam

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat sekolah kerap menggelar kegiatan yang melibatkan banyak peserta, termasuk rapat bersama orang tua siswa dan berbagai kegiatan pendidikan berskala besar.

“Kami memiliki lahan yang cukup luas, sekitar 13.900 meter persegi. Lahannya tersedia dan sangat memungkinkan untuk pembangunan fasilitas pendukung. Persoalannya, sampai saat ini kami belum memiliki auditorium atau aula yang representatif,” ungkapnya.

Ia berharap Pemprov Maluku Utara dapat merealisasikan pembangunan gedung multiguna yang tidak hanya berfungsi sebagai aula, tetapi dapat terintegrasi dengan fasilitas olahraga indoor.

“Kami berharap fasilitas tersebut bisa dibangun sebagai ruang pertemuan multiguna yang terintegrasi dengan sarana olahraga indoor. Ini bukan sekadar untuk kepentingan sekolah, tetapi untuk menunjang kenyamanan dan pengembangan potensi anak-anak didik kita,” tegas Karim.

Menurutnya, sekolah dengan potensi lahan yang luas, sumber daya manusia yang terus diperkuat, serta berbagai inovasi pendidikan membutuhkan dukungan infrastruktur yang seimbang.

Karena itu, SMAN 3 Ternate menyatakan siap menjadi bagian penting dari percepatan peningkatan mutu pendidikan di Maluku Utara. Kesiapan tersebut dibangun melalui penguatan guru, inovasi pembelajaran, pembentukan karakter siswa, budaya literasi, kepedulian lingkungan, serta pembenahan sarana dan prasarana.

Dengan modal tersebut, SMAN 3 Ternate tidak ingin hanya menjadi sekolah yang menjalankan program pemerintah. Sekolah ini ingin tampil sebagai contoh nyata bahwa kebijakan pendidikan dapat diterjemahkan menjadi gerakan perubahan di tingkat sekolah.

“Kami siap bekerja dan membuktikan. Kalau diberikan kepercayaan menjadi pilot project, kami siap menunjukkan bahwa program-program ini bisa dijalankan secara nyata dan memberikan dampak bagi siswa serta mutu pendidikan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Wagub Sarbin Sehe Tinjau Pengecekan Kesehatan Gratis Pelajar, Dorong Sekolah Lebih Sehat dan Nyaman
Kadikbud Malut Dorong Sekolah Bersih dan Nyaman untuk Siswa
Wagub Maluku Utara Resmikan Dua Gerakan Strategis, Sekolah Bersih dan Satu Rekening Satu Pelajar
Gubernur Sherly Tinjau Pekerjaan Revitalisasi SMAN 5 Tidore Kepulauan
Taruna Akademi TNI Gembleng Karakter Siswa SRMP 26 Ternate Wujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas
Kadikbud Maluku Utara Gandeng IMM Gaungkan Gerakan Hormati Guru dan Cintai Sekolah
Mini Soccer Dies Natalis Unkhair Segera Bergulir
Hadapi TKA 2026, Dikbud Maluku Utara Satukan Sekolah dan Bimbel Perkuat Mutu Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:24 WIT

SMAN 3 Ternate Siap Jadi Pilot Project Pendidikan Malut, Dorong Inovasi dan Perkuat Mutu Sekolah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:07 WIT

Wagub Sarbin Sehe Tinjau Pengecekan Kesehatan Gratis Pelajar, Dorong Sekolah Lebih Sehat dan Nyaman

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:47 WIT

Kadikbud Malut Dorong Sekolah Bersih dan Nyaman untuk Siswa

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:12 WIT

Wagub Maluku Utara Resmikan Dua Gerakan Strategis, Sekolah Bersih dan Satu Rekening Satu Pelajar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:18 WIT

Gubernur Sherly Tinjau Pekerjaan Revitalisasi SMAN 5 Tidore Kepulauan

Berita Terbaru