Oleh : Asbar Buhari
(Mahasiswa Studi Akhir Unkhair)
Pertengahan tahun 2023, menjadi tahap dimana saya merasa dihantam habis – habisan dengan rasa sakit yang menjelma seluruh tubuhku. Aktivitas perkuliahan strata satu dan kesibukan dunia pendidikan harus terdiam karena sebagian tubuhnya sudah mati rasa, dan kedua kaki sudah tidak bisa melangkah, Akibat Saraf Kejepit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini bukan hanya membuat tubuh sakit, tetapi membuat saya hampir mengubur segala mimpi yang sudah direncanakan. Sebagai anak muda yang aktif kegiatan akademik maupun non-akademik berupa kegiatan Duta dan aktif menulis puisi – puisi, kondisi ini menjadi sebuah tantangan tersendiri. Meski begitu saya tidak pernah memikirkan harus mundur malah memilih untuk terus maju melanjutkan mimpi serta cita – yang sudah saya tuliskan di buku perjuangan ku.
Tahun 2023 awal, saya baru selesai mengikuti kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 di Universitas Jambi. Banyak teman serta pengalaman yang saya dapatkan, dari situ saya dibuat sedikit bahagia, tetapi tidak berlangsung lama.
Menuju tahun 2024 setelah pulangnya dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi bersama tiga Universitas yakni: UGM – Unkhair dan Uniera. Dari situlah saya kembali mengurum diri karena kedua kaki saya tidak ada reaksi untuk berjalan. Sebab semua otot saraf sudah tidak berfungsi, akhirnya harus menundah perjalanan pendidikan akibat jatuh sakit.
Akan tetapi itu bukan hambatan untuk menyandang gelar sarjanaku. Sebab moto hidup yang saya selalu bawa ialah ” Maju Dalam Berkarya Mundur Tanpa Bertindak” Maju ke Dalam Lebih Jauh Genggamlah Prestasi Mundur Ke Belakang Tanpa Ada Tindakan. Moto inilah saya harus maju dan tetap bertahan karena ada doa kedua orang tua juga yang lebih kuat untuk saya bisa bertahan dan mampu melewatinya.
” Saya pernah terdiam dengan penuh tetesan air mata yang tak pernah berkesudahan dari kedua bola mata ku. Saya bertanya pada diri sendiri, apakah saya harus mengubur semua proses ku untuk menyandang gelar sarjana ku. Tetapi, saya percaya hidup bukan cepat atau lambatnya, tetapi ia soal siapa yang paling mampu bertahan untuk melewati semua itu”.
Walaupun fisikku belum sepenuhnya pulih, tetapi saya memutuskan untuk kembali menyelesaikan studiku agar bisa menyandang gelar Sarjana di belakang nama. Disana tidak hanya tentang materi studi akhir, tetapi tentang bertahan dan pada akhirnya saya mampu menyematkan Samir bertuliskan gelar S. Hum, itu. Dari jatuh sakit itu saya belajar ternyata rencana Tuhan itu paling indah, dia mengetahui apa yang seharusnya hambanya dapatkan. (*)
Penulis : Asbar Buhari
Editor : Redaksi



![Anggota Ekco PSSI Periode 2023-2027 Mayjen (Purn) Rudi Yulianto yang ditunjuk menjabat Plt Ketua PSSI Maluku Utara [Foto : istimewa]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260710_200453-225x129.jpg)


![Perbaikan jalan utama di Kelurahan Kayu Merah oleh BPJN Maluku Utara [Foto : haerun/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260707_184818-225x129.jpg)
