Siapa Peduli Persiter Ternate ?

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skuad Persiter 2006-2007

Skuad Persiter 2006-2007

Oleh : Alfajri A. Rahman
(Pengurus KONI Ternate)

Kalimat ini menjadi berdebatan hingga saat ini mulai dari caffe hingga terbawa sampai media sosial, tentang kevakuman Persiter siapa yang beranggungjawab?. Tentunya hati kecil pasti tidak semua yang akan mengakui atau mengambil peran.

Maka, insiatif ketua umum Persiter sekaligus wali Kota Ternate, memiliki peran penting bagaimana membangkitkan semangat Persiter agar terus berkiprah di kancah sepak bola Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepedulian marupakan salah satu bentuk tindakan nyata, yang dilakukan oleh masyarakat dalam merespon suatu permasalahan. Dalam (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kepedulian juga merupakan partisipasi yakni keikutsertaan.

Kepedulian sosial merupakan sebuah sikap keterhubungan dengan manusia pada umumnya, sebuah empati bagi setiap anggota manusia untuk membantu orang lain atau sesama. Kata peduli memiliki makna yang beragam, oleh karena itu kepedulian itu menyangkut sebagai tugas, peran, dan hubungan. Kata peduli juga behubungan dengan pribadi, emosi dan kebutuhan.

Banyak merasakan semakin sedikit orang peduli pada sesama dan cenderung menjadi individualistis yang mementingkan diri sendiri. Berjiwa sosial dan senang membantu merupakan sebuah ajaran yang universal dan dianjurkan oleh semua agama.

Maka, dalam membangkitkan semangat kepedulian agar Persiter sebagai klub milik masyarakat, harus ada kepedulian dan muncul dari ketua umum Persiter dan sekaligus wali Kota Ternate.

Baca Juga :  Makayoa Menagih Janji Nusantara

Walaupun banyak memprotes dan beranggapan kebangkitan ini ada factor kepentingan pribadi. Semua hal bisa teratasi dengan baik, jika komunikasi kita baik legenda Persiter dan pengurus Persiter, PSSI serta fens fanatik duduk bersama mencari solusi, langkah diambil oleh wali Kota Ternate,selaku penangungjawab ketum Persiter, sudah tetap sebab memulai dari liga 4 nusantara.

Komunikasi adalah proses penukaran informasi dan perasaan diantara dua orang atau lebih, dan penting bagi manajemen yang efektif berdasarkan penelitian dari Moekijat (2003). Pertahankan gawang sendiri jangan sampai kemasukkan bola.

Coakley (2001) menilai popularitas sepak bola sebagai olahraga di dunia paling populer karena memiliki pangsa pasar yang jelas dan besar, adanya pertumbuhan kelas menengah yang memiliki waktu, uang, transportasi dan koneksi media serta dekat dengan masyarakat yang mengikuti gaya hidup yang mengutamakan konsumsi dan simbol status materi. Peran media massa, memiliki kemampuan mengintegrasikan itu semua meniadi sebuah identitas sosial yang bersifat imajiner namun mampu menembus ruang dan waktu.

Hal tersebut memungkinkan terjadi karena pada saat bersamaan media massa tumbuh sebagai industri budaya massa. Pertemuan dua industri raksasa (sepak bola dan media massa) telah melelehkan beberapa sekat sosial, budaya bahkan religiusitas yang selama ini berlangsung dengan ketat. Secara sosial-melalui media massa- -sepak bola mampu mempertemukan berbagai latar belakang sosial dalam suatu identitas fans sepak bola, bahkan hingga menjalin antar benua.

Baca Juga :  UU ITE, Tim Siber dan Penanganan Buzzer-Akun Palsu

Apalagi pergelalaran piala dunia sudah selasai, dan itu semangat, agar Persiter tetap ada di mata masyarakat sehingga bibit baru yang tumbuh dari SSB, ketika memasuki usia desawa meraka tidak lagi bingun untuk berkiprah di luar. Sebab, Persiter menjadai wadah pembinaan serta kromesil bagi anak-anak muda Maluku Utara.

Kita tidak bisa menghidar dari sepak bola, hampir dua tahun terakhir Malut United menjadi hibura bagi masyarakat Malut, dan itu impian serta harapan mulai muncul karena wadah pencarian bakat siap menampung. Dengan prestasi usia 18 EPA menjuarai ketika mengalahkan usia emas Persija Jakarta, para anak-anak memiliki semangat terus berlatih.

Namun semua itu, tidak bertahan cukup lama karena Malut United telah berpindah markas di Jateng. Sehingga dengan kehadiran Persiter mulai bangkit, perlu waktu lama dalam membangun Laskar Kie Raha dan nama besar Persiter tidak akan punah, Liga 4 memliki harga mati terus bangkit dan kepedulian akan mengalir deras seperti air sungai dari hulu ke hilir, semoga niatan baik bisa diwujudkan. (*)

Penulis : Alfajri A Rahman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Persiter Sebagai Simbol Harga Diri 
Jatuh Sakit Bukan Berarti Menghalangi Mimpi Sarjanaku
Edukasi Pemanfaatan Rempah dan Barang Bekas sebagai Pengharum Ruangan Alami Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan
Brazil vs Norwegia
Ketika Sejarah Berbisik : Brazil, Amerika, dan Penantian 24 Tahun
Catatan Porprov Maluku Utara 2026
Saat Tinta Menjadi Nadi
Panggung Kehormatan : Malam Apresiasi Pendidikan Nasional 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:38 WIT

Siapa Peduli Persiter Ternate ?

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:16 WIT

Persiter Sebagai Simbol Harga Diri 

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:00 WIT

Jatuh Sakit Bukan Berarti Menghalangi Mimpi Sarjanaku

Senin, 6 Juli 2026 - 15:18 WIT

Edukasi Pemanfaatan Rempah dan Barang Bekas sebagai Pengharum Ruangan Alami Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:38 WIT

Brazil vs Norwegia

Berita Terbaru

Skuad Persiter 2006-2007

Opini

Siapa Peduli Persiter Ternate ?

Sabtu, 25 Jul 2026 - 14:38 WIT

Bakal Calon Ketua Kadin Maluku Utara 2026-2031

Daerah

Ada Calon Ketua Kadin Malut Tak Penuhi Syarat

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:43 WIT

Opini

Persiter Sebagai Simbol Harga Diri 

Jumat, 24 Jul 2026 - 15:16 WIT

Panitia usai menggelar Technical Meeting (TM) dengan seluruh manajer tim di Gedung Rektorat Universitas Khairun [dok : zulkifli/kasedata]

Daerah

Mini Soccer Dies Natalis Unkhair Segera Bergulir

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:50 WIT