Ketum HKTI Sudaryono Lantik Gubernur Malut, Dorong Program Pertanian Dekat ke Petani

Senin, 21 September 2026 - 17:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Sudaryono melantik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda sebagai Ketua HKTI Provinsi Maluku Utara periode 2026-2031. || Foto : Kasedata.id

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Sudaryono melantik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda sebagai Ketua HKTI Provinsi Maluku Utara periode 2026-2031. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mulai memainkan peran yang lebih strategis dalam mengawal agenda pertanian nasional. Organisasi petani ini didorong menjadi penghubung langsung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat tani di daerah.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Sudaryono, menegaskan perubahan peran tersebut setelah melantik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda sebagai Ketua HKTI Provinsi Maluku Utara periode 2026-2031, di Kota Ternate, Senin (21/9/2026).

Sudaryono mengatakan, HKTI tidak ingin berhenti sebagai organisasi yang hanya menyuarakan kepentingan petani. Organisasi ini harus mampu menjadi saluran informasi sekaligus pengawal agar kebijakan dan program pemerintah pusat benar-benar sampai ke tingkat petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“HKTI yang saya pimpin ini adalah bagian dari pemerintah. Informasi program dari pusat bisa disalurkan, diinformasikan, dan dijalankan melalui HKTI bersama-sama pemerintah daerah, dinas pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Sudaryono.

Menurutnya, pola tersebut membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, dinas teknis, organisasi pertanian hingga aparat negara harus memiliki arah yang sama dalam memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif.

Baca Juga :  PPN Ternate Latih Nelayan Jaga Kualitas Ikan

Keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pertanian, misalnya, disebut Sudaryono sebagai bagian dari strategi negara memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Polisi membina petani jagung, TNI membina petani kedelai, Angkatan Udara membina petani tebu. Ini bukan penegakan hukum, ini cara negara menjamin ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Di Maluku Utara, Sudaryono melihat peluang besar pada sektor perkebunan. Kelapa, pala, dan cengkeh dinilai sebagai komoditas yang memiliki keunggulan karena karakter geografisnya tidak memungkinkan tanaman tersebut tumbuh optimal di semua wilayah.

Ia meminta potensi tersebut tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi dikawal melalui kebijakan, program, hingga pengembangan hilirisasi.

“Maluku Utara punya keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Kelapa, pala, cengkeh, komoditas ini tidak bisa tumbuh di sembarang tempat. Mari kita perjuangkan kuota dan programnya melalui HKTI agar dirasakan langsung oleh petani,” tegasnya.

Mantan Wamen Pertanian itu menyebut pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 9,95 triliun untuk program peremajaan sejumlah komoditas perkebunan, meliputi kelapa, karet, tebu, kakao, dan cengkeh.

Baca Juga :  Maluku Utara Resmi Miliki Layanan Operasi Jantung Mandiri

“Alokasi tersebut menjadi ruang yang harus dikawal bersama agar program peremajaan perkebunan tidak berhenti pada kebijakan di tingkat pusat, tetapi benar-benar memberikan dampak kepada petani di daerah,” sebutnya.

Khusus Maluku Utara, ia menegaskan bahwa peluang pengembangan kelapa dan komoditas perkebunan lainnya dinilai dapat menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Selain berbicara soal pertanian, Sudaryono juga menyampaikan pesan terkait derasnya arus informasi di media sosial.

Politikus Partai Gerindra ini meminta masyarakat tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, masyarakat perlu melihat perkembangan pembangunan secara objektif.

“Yang jelek katakan jelek, yang bagus katakan bagus, jangan milih-milih. Kita bangsa ini sedang berjuang,” katanya lagi.

Ia juga menyinggung perkembangan ekonomi Maluku Utara yang disebutnya berada pada posisi tinggi secara nasional.

“Maluku Utara tumbuh dengan ekonomi tertinggi di Indonesia. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

DPRD Malut Tekankan Pemerataan, Anggaran Infrastruktur 2027 Capai Rp 853 Miliar
Dikbud Malut Gandeng Polda Perkuat Karakter Siswa, Radikalisme dan Narkoba Jadi Perhatian
RSUD Chasan Boesoiri Mulai Tangani Kasus Kompleks Pembuluh Darah Otak
Pemprov Malut Matangkan Pesparani II, Sarbin Tekankan Kualitas Persiapan dan Toleransi
PAD Lampaui Target, Pemda Sula Evaluasi Capaian Pajak-Retribusi 
Apel Siaga Bencana, Kapolres Ternate Tekankan Sinergi Lintas Sektoral 
Potensi Banjir hingga Pohon Tumbang, Ternate Gelar Apel Siaga Bencana
Dari Ngade hingga Halut, IMM Apresiasi BPJN Malut Tangani Infrastruktur

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:17 WIT

DPRD Malut Tekankan Pemerataan, Anggaran Infrastruktur 2027 Capai Rp 853 Miliar

Kamis, 5 November 2026 - 18:34 WIT

Dikbud Malut Gandeng Polda Perkuat Karakter Siswa, Radikalisme dan Narkoba Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 14:02 WIT

RSUD Chasan Boesoiri Mulai Tangani Kasus Kompleks Pembuluh Darah Otak

Rabu, 4 November 2026 - 21:08 WIT

PAD Lampaui Target, Pemda Sula Evaluasi Capaian Pajak-Retribusi 

Rabu, 4 November 2026 - 18:33 WIT

Apel Siaga Bencana, Kapolres Ternate Tekankan Sinergi Lintas Sektoral 

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos didampingi Kadikbud Malut dan Wali Kota Tidore saat mengunjungi SMA Negeri 1 Kota Tikep. || Foto : Kasedata.id

Pendidikan

Sehari Jadi Guru, Gubernur Sherly Turun Langsung ke Sekolah

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:51 WIT