PPN Ternate Latih Nelayan Jaga Kualitas Ikan

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id – Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate terus memperkuat upaya menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan melalui pembinaan dan pelatihan penanganan ikan di atas kapal. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerugian akibat ikan rusak yang akhirnya terbuang ke laut.

Kepala PPN Ternate, Kamarudin, menjelaskan selama ini nelayan kerap menghadapi persoalan saat melaut ketika hasil tangkapan melimpah tidak diimbangi dengan kemampuan penanganan yang memadai di atas kapal.

“Percuma kalau kita menangkap ikan banyak, tetapi tidak bisa kita tangani kualitasnya. Misalnya kita tangkap ikan dengan kadar protein tinggi, tapi karena penanganannya tidak baik, akhirnya ada yang rusak dan dibuang ke laut. Itu yang harus kita hindari,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, pembinaan lebih serius perlu terus dilakukan dalam hal stabilisasi penanganan hasil tangkapan, dukungan logistik, serta ketersediaan sarana pendukung di atas kapal.

“Tahun ini kami sudah melakukan pelatihan penanganan ikan di atas kapal, namanya Sertifikasi Keterangan Penanganan Ikan di Atas Kapal. Kemarin ada 30 peserta yang ikut. Ini untuk mencegah ikan yang sudah ditangkap akhirnya dibuang ke laut karena rusak atau mati,” jelasnya.

Ia menambahkan, strategi tersebut dilakukan untuk mengintensifkan pemahaman nelayan tentang tata cara penanganan ikan yang baik dan benar, sehingga kesegaran ikan tetap terjaga dan nilai jualnya meningkat.

Baca Juga :  Garap RPJMD 2025-2029, Tiga Isu Ini Jadi Sorotan DPRD Ternate

“Kalau ikan sudah ditangkap, tapi hasilnya rusak, akhirnya dibuang. Itu yang mau kita cegah. Dengan penanganan yang benar, kualitas ikan tetap terjaga dan harganya bisa tinggi,” katanya.

Kepala PPN Ternate

Kamarudin juga menyebutkan, sejauh ini di Ternate belum pernah ditemukan kapal berizin pusat yang membuang hasil tangkapan ke laut.

Meski demikian, ia mengingatkan agar nelayan menyesuaikan jumlah tangkapan dengan kemampuan penanganan di atas kapal.

“Jangan sampai kemampuan menangkap besar, tapi kemampuan menangani kecil. Itu yang akhirnya menyebabkan ikan terbuang. Harus seimbang,” ujarnya.

Ia berharap pembinaan dan pelatihan seperti ini terus ditingkatkan agar nelayan semakin memahami pentingnya penanganan hasil tangkapan sejak di atas kapal hingga tiba di darat. (*)

Penulis : Iin Afriyanti

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir
Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara
Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa
Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat
Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Akademisi Dukung Langkah BKD Malut Evaluasi PPPK, Ini Alasannya
Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:16 WIT

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:28 WIT

Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara

Rabu, 30 September 2026 - 19:49 WIT

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIT

Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat

Rabu, 30 September 2026 - 16:09 WIT

Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:49 WIT