Kasedata.id – Stok semen di Maluku Utara mulai kembali terisi setelah sempat mengalami kekosongan akibat keterlambatan distribusi kapal. Sebanyak 2.500 ton semen atau setara 50.000 sak berukuran 50 kilogram dilaporkan tiba melalui distributor Makmur Utama, dengan harga yang diinformasikan sebesar Rp 81.000 per sak.
Kedatangan pasokan ini menjadi angin segar bagi masyarakat dan pelaku usaha konstruksi di Maluku Utara, terutama untuk menjaga kelancaran pembangunan yang membutuhkan ketersediaan semen di pasaran.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh, Kamis (29/10/2026), menjelaskan bahwa kekosongan pasokan sebelumnya dipicu keterlambatan distribusi akibat antrean kapal untuk pemuatan barang di Papua dan Manokwari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut berdampak pada jadwal pengiriman semen ke Maluku Utara. Menyikapi persoalan itu, Dinas Perindag berkoordinasi dengan distributor sekaligus memantau langsung proses pembongkaran pasokan yang tiba di pelabuhan.
Pada Selasa (27/10/2026), sebanyak 1.000 sak semen telah dibongkar. Sementara pada Rabu (28/10/2026), proses pembongkaran masih berlangsung untuk memastikan pasokan dapat segera masuk ke jalur distribusi.
“Pasokan semen sudah kembali masuk. Kami terus berkoordinasi dengan distributor dan memantau kondisi pasar untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga,” ujar Ronny.
Ia mengungkapkan, distributor juga merencanakan pemesanan lanjutan sebanyak 2.500 ton untuk memenuhi kebutuhan pada bulan berikutnya. Rencana tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kekosongan semen di pasaran.
Jika pemesanan tambahan itu terealisasi, total pasokan dari dua pengiriman akan mencapai 5.000 ton atau setara 100.000 sak semen kemasan 50 kilogram.
“Kami berharap distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dan kegiatan pembangunan di Maluku Utara tidak terganggu,” katanya.
Dinas Perindag Maluku Utara terus memantau perkembangan stok dan distribusi bersama pihak distributor. Pengawasan ini diperlukan untuk mendeteksi potensi gangguan pasokan sejak dini, terutama apabila terjadi hambatan pengiriman yang dapat memengaruhi ketersediaan semen di pasar.
Masuknya pasokan baru dan rencana pemesanan lanjutan, pemerintah daerah berharap ketersediaan semen di Maluku Utara tetap terjaga sehingga kebutuhan masyarakat serta aktivitas pembangunan dapat berjalan tanpa kendala distribusi. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi





![Sekretaris Wilayah PKB Maluku Utara, Abdul Malik Sillia, saat memberikan sambutan [dok : karno/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261029_171829-225x129.jpg)
![Sekda Muhlis Soamole saat memberikan sambutan pada kegiatan pengukuhan DPC PKB Kepulauan Sula [dok : karno/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261029_170422-225x129.jpg)
