Kasedata.id – Status Pelaksana Tugas (Plt) kini resmi ditinggalkan dr. Rosita Alkatiri. Setelah enam bulan melakukan pembenahan, Rosita akhirnya dipercaya memimpin RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate secara definitif. Tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan pelayanan, melainkan membawa rumah sakit rujukan utama Maluku Utara itu naik kelas melalui berbagai inovasi kesehatan.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menetapkan Rosita sebagai Direktur definitif RSUD Chasan Boesoirie. Pelantikannya dilakukan Sekretaris Daerah Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, di Aula Nuku, Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Senin (2/11/2026).
Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor : 800.1.3.3/Kep/JPTD/MU/010/10/Roman/2026 tertanggal 30 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Rosita mulai mengemban tugas sebagai Plt Direktur sejak 28 April 2026 melalui Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor : 800.1.3.3/SP-MU/048/IV/2026. Ia juga memiliki pengalaman internal sebagai Wakil Direktur Pelayanan di rumah sakit tersebut.
Usai dilantik, Rosita menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah, serta Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk melanjutkan kepemimpinan secara definitif.
“Alhamdulillah hari ini baru dilantik menjadi definitif pada jabatan Direktur Rumah Sakit Chasan Boesoirie Ternate. Harapan kami ke depan, semoga RSUD Chasan Boesoirie mampu menjawab kebutuhan, tantangan, dan harapan dari masyarakat Maluku Utara,” ujar Rosita saat diwawancarai, Kasedata.id, Senin (2/11/2026).
Ia menegaskan, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab besar yang harus dijawab melalui peningkatan kualitas pelayanan. Rosita juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga mitra kerja agar transformasi rumah sakit dapat berjalan lebih maksimal.
Enam Bulan Pembenahan, Antrean dan Akses Obat Jadi Perhatian
Bukan tanpa alasan Rosita berbicara tentang pembenahan. Selama enam bulan menjabat Plt, sejumlah persoalan pelayanan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat mulai diurai melalui program dan inovasi.
Salah satu yang menjadi prioritas adalah digitalisasi pelayanan farmasi. RSUD Chasan Boesoirie telah menerapkan sistem resep elektronik sejak awal masa kepemimpinannya sebagai Plt.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki alur pelayanan obat sekaligus mengurangi hambatan yang selama ini dirasakan pasien.
Tak berhenti di situ, Rosita juga memperkenalkan program Solusi Obat Kita Orang Antar (Sobat Kita). Melalui program tersebut, pasien rawat jalan mendapatkan kemudahan pengantaran obat dengan melibatkan mitra Kantor Pos dan pengemudi ojek pangkalan di sekitar rumah sakit.
Langkah lainnya adalah membuka depo farmasi rawat inap di sisi barat rumah sakit. Fasilitas ini disiapkan untuk mendekatkan akses obat bagi pasien rawat inap, sehingga keluarga pasien tidak lagi harus bergantung pada antrean di apotek utama.
Menurut Rosita, sejumlah pembenahan tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif dan akan terus dilanjutkan.
“Alhamdulillah progresnya sudah sangat baik, dan tentunya kita lanjutkan dengan meningkatkan kepuasan masyarakat,” ungkapnya.
Telestroke Jadi Terobosan, Gandeng Rumah Sakit Pusat Otak Nasional
Selain pembenahan pelayanan dasar, RSUD Chasan Boesoirie juga mulai memperkuat layanan kesehatan spesialistik melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis mengingat RSUD Chasan Boesoirie merupakan rumah sakit pengampu pelayanan stroke bagi 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.
Salah satu terobosan yang telah direalisasikan adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus peluncuran layanan telestroke bersama RS PON.
Melalui layanan ini, penguatan penanganan stroke didukung kolaborasi dan konsultasi jarak jauh dengan tenaga ahli. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses terhadap keahlian medis, sekaligus memperkuat kapasitas pelayanan stroke di Maluku Utara.
Tidak hanya meluncurkan layanan, RSUD Chasan Boesoirie juga telah menuntaskan pelatihan dan lokakarya bersama tim ahli RS PON sebagai bagian dari penguatan kompetensi tenaga kesehatan.
Terobosan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pemerataan akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan stroke di wilayah kepulauan.
Dengan status direktur definitif, Rosita kini memiliki mandat lebih kuat untuk melanjutkan berbagai agenda pembenahan tersebut. Tantangannya adalah memastikan inovasi yang telah berjalan benar-benar berdampak pada kecepatan pelayanan, kemudahan akses pengobatan, dan peningkatan mutu layanan medis.
Bagi masyarakat Maluku Utara, harapan terhadap RSUD Chasan Boesoirie tentu sederhana, pelayanan yang semakin cepat, mudah dijangkau, profesional, dan mampu memberikan kepastian penanganan medis.
Kini, kepemimpinan definitif Rosita Alkatiri menjadi babak baru bagi rumah sakit tersebut untuk membuktikan bahwa transformasi pelayanan kesehatan bukan hanya program di atas kertas, tetapi perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi





![Gebyar pasar murah cabai rawit yang digelar Disperindag Provinsi Malut [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/11/IMG_20261102_214129-225x129.jpg)

