Rumah Belajar Jadi Harapan Baru Pendidikan di Ternate

Sabtu, 21 Juni 2025 - 19:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muhlis Djumadil saat diwawancarai || Foto : sukarsi_kasedata

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muhlis Djumadil saat diwawancarai || Foto : sukarsi_kasedata

Kasedata.id – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pendidikan saat ini terus mematangkan realisasi Program “Rumah Belajar” sebagai langkah strategis untuk menekan angka putus sekolah.

Program ini menjadi harapan baru pendidikan di wilayah Ternate. Kendati, realisasinya belum dipastikan karena menyesuaikan dengan struktur anggaran 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muhlis Djumadil, menyampaikan program ini akan menjadi salah satu prioritas dalam penganggaran tahun 2026 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Muhlis menjelaskan bahwa Rumah Belajar merupakan inisiatif Pemkot Ternate yang sejalan dengan misi prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, di bidang pendidikan untuk menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga :  Pemkot Ternate Resmi Usulkan 28 Ruas Jalan ke BPJN Malut

“Perencanaannya memang diarahkan ke tahun 2026 karena harus menyesuaikan dengan struktur anggaran. Tapi jika pada tahun 2025 ini ada perubahan atau relokasi anggaran, maka program bisa segera direalisasikan,” ujar Muhlis usai mengekuti wisuda SD se-Kota Ternate, Sabtu (21/6/2025).

Ia juga mengungkapkan saat ini pihak Dinas Pendidikan bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) telah mulai melakukan pendataan jumlah siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu sebagai basis perencanaan program.

Baca Juga :  Wakil Bupati Halsel Sampaikan KUA-PPAS APBD 2026, Ini Targetnya

“Paling tidak sekarang ada anggaran dasar untuk pendataan. Itu sangat penting sebagai fondasi, agar kita tahu sebaran siswa yang benar-benar membutuhkan akses ke program Rumah Belajar,” tambahnya.

Terkait kesiapan fasilitas, Muhlis menyebutkan pembahasan mengenai wadah pelaksanaan Rumah Belajar sudah dilakukan bersama PGRI. Namun, ia juga mengakui adanya tantangan dalam hal anggaran daerah yang saat ini masih mengalami tumpang tindih kebutuhan.

“Kondisi keuangan daerah sedang tidak ideal, jadi kami tidak terlalu berharap besar pada nominal anggaran. Yang penting program ini bisa mulai bergerak, minimal dari sisi pendataan,” tutup Muhlis. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tonny S Pontoh, Dari Ajudan Gubernur ke Medan Bencana Ternate
Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar
Ruang Fiskal Ternate 2027 Diproyeksi Lebih Longgar, Utang Jadi Perhatian
Tonny Dapat Tugas Baru, Ferry Ditunjuk Plt Kadis Perkimtan Ternate
Usai Dilantik, Pejabat Baru Ternate Bakal Hadapi Tiga Tantangan
Kebakaran Dekat Sungai Akelamo, Pemdes Kawasi Koordinasikan Penanganan
Kontraktor Tolak Desain PUPR Malut, Proyek Payahe–Dehepodo Tersandung Perencanaan
11 Pejabat Dilantik, Wali Kota Ternate Sebut Bukan Hadiah

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:03 WIT

Tonny S Pontoh, Dari Ajudan Gubernur ke Medan Bencana Ternate

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:54 WIT

Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:57 WIT

Ruang Fiskal Ternate 2027 Diproyeksi Lebih Longgar, Utang Jadi Perhatian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:22 WIT

Tonny Dapat Tugas Baru, Ferry Ditunjuk Plt Kadis Perkimtan Ternate

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIT

Usai Dilantik, Pejabat Baru Ternate Bakal Hadapi Tiga Tantangan

Berita Terbaru

Jembatan Ake Busale di ruas Saketa-Dehepodo, Kabupaten Halmahera Selatan [dok : kasedata]

Daerah

Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar

Jumat, 2 Okt 2026 - 12:54 WIT