Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Halbar Dipangkas 50 Persen

Jumat, 1 Agustus 2025 - 13:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor DPRD Halmahera Barat || Foto : istimewa

Kantor DPRD Halmahera Barat || Foto : istimewa

Kasedata.id – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Halmahera Barat (Halbar) , M. Syarif Ali, mengungkapkan anggaran perjalanan dinas DPRD dan konsumsi Ketua DPRD tahun anggaran 2025 mengalami pemangkasan signifikan hingga 50 persen. Kebijakan ini merupakan dampak dari efisiensi belanja yang diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Syarif menjelaskan, awalnya anggaran perjalanan dinas DPRD Halbar mencapai lebih dari Rp11,5 miliar dan anggaran konsumsi Ketua DPRD mencapai lebih dari Rp700 juta, sebagaimana tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) LKPP. Namun, angka tersebut merupakan input awal sebelum ada kebijakan efisiensi.

“Sesuai hasil review dari Inspektorat, efisiensi anggaran perjalanan dinas ditetapkan sebesar 50 persen dari total pagu. Artinya, saat ini anggaran perjalanan dinas DPRD tersisa sekitar Rp6 miliar,” kata Syarif, Kamis kemarin (31/7/2025).

Syarif juga menegaskan bahwa anggaran konsumsi Ketua DPRD maupun anggaran perjalanan dinas seluruhnya disusun berdasarkan regulasi yang berlaku yakni Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD, yang telah diubah melalui PP Nomor 1 Tahun 2023.

“Penetapan nilai anggaran untuk makan dan minum Ketua DPRD bukan asal-asalan. Itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati. Jadi semua perencanaan mengacu pada aturan yang sah, bukan sembarangan diplot,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan anggaran makan minum Ketua DPRD yang terpublikasi melalui Sirup LKPP sudah termasuk alokasi untuk kegiatan open house seperti Idul Fitri, Idul Adha, hingga Natal dan Tahun Baru. Namun, realisasi anggaran tetap bergantung pada kondisi keuangan daerah.

Baca Juga :  Kabupaten Halsel Kembali Raih Predikat Opini WTP, Tercatat Sudah 11 Kali

“Saat ini kondisi fiskal daerah memang sedang lemah. Ini tentu sangat mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan DPRD,” ungkapnya.

Menanggapi informasi yang beredar soal data Sirup yang disebut-sebut “dibawa oleh jasa titipan kilat”, Syarif mengaku tetap menerima informasi tersebut sebagai bentuk kontrol publik terhadap transparansi anggaran.

“Kami menganggap informasi itu sebagai bentuk kontrol publik. Semua kritik dan pengawasan masyarakat tentu menjadi masukan penting dalam menyusun kebijakan penganggaran yang lebih akuntabel,” pungkasnya. (*)

Penulis : Iin Afriyanti

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula
BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur
Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut
Cegah Persoalan Hukum, Bupati Sula Teken MoU dengan Jaksa
Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo
Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi
Beredar BBM Oplosan di Ternate, Polisi Selidiki Pemasok Pertalite
Penertiban Aset Pemprov Malut Dikebut, 64 Kendaraan Dinas Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:30 WIT

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 November 2026 - 13:32 WIT

BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIT

Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut

Senin, 2 November 2026 - 19:40 WIT

Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo

Senin, 2 November 2026 - 16:19 WIT

Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi

Berita Terbaru

Ekonomi

Dua Hari Pasar Murah, Cabai 1,4 Ton Ludes Terjual di Ternate

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:26 WIT

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi [dok : karno/kasedata]

Sula

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:30 WIT