Narasi WALHI Diprotes Warga Kawasi, Jangan Giring Opini Negatif

Jumat, 28 November 2025 - 19:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Pemukiman Baru Desa Kawasi. Sudah lebih dari 200 Kepala Keluarga (KK) yang pindah dari Pemukiman Lama ke Pemukiman Baru [Foto : istimewa]

Potret Pemukiman Baru Desa Kawasi. Sudah lebih dari 200 Kepala Keluarga (KK) yang pindah dari Pemukiman Lama ke Pemukiman Baru [Foto : istimewa]

Kasedata.id — Aktivitas kampanye lingkungan yang digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara terkait isu pertambangan di Kawasi, Halmahera Selatan, menuai kritik dari warga setempat. Sejumlah warga menilai narasi yang dibangun WALHI telah melampaui batas substansi dan berpotensi merusak tatanan sosial masyarakat, terutama karena dianggap tidak mewakili suara warga Obi, khususnya di Kawasi.

Warga menyoroti beberapa pernyataan yang dinilai berlebihan seperti klaim bahwa “Kawasi itu orang miskin” dan tudingan warga “minum air lumpur.” Menurut mereka, narasi tersebut justru melecehkan martabat masyarakat.

“Mereka (WALHI) menyinggung privasi masyarakat. Kami menganggap itu bagian dari pelecehan bagi masyarakat Kawasi, karena kondisi sebenarnya tidak seperti itu,” ujar seorang warga Kawasi yang enggan disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, warga lain, Jofi Cako, menilai langkah WALHI terlalu jauh mengintervensi persoalan lokal. Menurutnya, kegiatan WALHI lebih banyak berorientasi pada ekspos media tanpa diikuti langkah konkret yang berbasis data dan solusi.

Baca Juga :  Gegara Ini Mahasiswa Unkhair Ternate Nyaris Bunuh Diri

“Kalau melihat kegiatan yang digelar WALHI ini terlalu melebar dan terlalu jauh mengintervensi persoalan Kawasi yang secara substansi tidak tepat,” tutur Jofi.

Ia menekankan, isu lingkungan semestinya dilaporkan melalui mekanisme resmi kepada pihak berwenang, bukan melalui narasi yang berpotensi memecah belah.

“Saya melihat tidak ada ujungnya. Yang ada, justru berpotensi menimbulkan ketegangan dan konflik sosial di tengah masyarakat. Cukuplah membuat opini-opini yang dampaknya kurang baik bagi masyarakat,” tambahnya.

Warga Bantah Isu Krisis Air dan Listrik

Terkait isu air bersih dan listrik yang kerap muncul di publik, warga Kawasi kembali menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan ketidakmampuan perusahaan, melainkan faktor teknis serta tindakan penyambungan listrik ilegal.

Menurut Yustinus, fasilitas di Pemukiman Baru Desa Kawasi atau Eco Village telah tersedia secara lengkap dan memadai, bahkan diberikan secara gratis.

Baca Juga :  Akses Jalan Ditutup 20 Tahun, Warga Mangga Dua Ternate Mengadu

“Air tinggal putar kran. Saudara-saudara kita di bawah (Pemukiman Lama) itu tidak mau pindah dengan alasan bermacam-macam,” ujarnya.

Ia juga menuding defisit listrik banyak dipicu oleh kedatangan orang luar yang melakukan penyambungan ilegal. “Padahal kalau mereka mau pindah, semua kegelisahan itu sudah terjawab,” ucapnya.

Baik Jofi maupun warga lainnya mendorong agar program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Saran saya, perlu duduk bersama. CSR dan perusahaan dengan masyarakat, pemerintah desa dengan masyarakat, dan yang paling penting, pemerintah daerah harus turun ke bawah,” tegas Jofi.

Warga berharap program pemberdayaan ekonomi, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, dapat ditingkatkan agar masyarakat semakin mandiri.

“Program pemberdayaan dari aspek pertanian, perkebunan, dan perikanan itu harus lebih digenjot. Dari sekarang, kita ajari masyarakat untuk mau mandiri,” pungkasnya. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

DPD GMNI Malut Soroti Dugaan Maraknya Investasi Tambang Tanpa AMDAL di Haltim
Shanty Alda Nathalia Tak Lagi Urus Perusahaan Tambang
Dari Perahu ke Cold Storage: Langkah Nelayan Soligi Menguatkan Ekonomi Desa
Kades Bantah Isu Tunggakan Lahan PT Arumba Jaya Perkasa
Akademisi Tambang Apresiasi Penertiban Galian C Ilegal di Maluku Utara 
Program Vokasi Pelita Harita Nickel Latih 40 Pemuda Pulau Obi 
Polisi Bidik Dugaan Tambang Ilegal Anak Perusahaan Harum Energy di Haltim
Tindaklanjuti Arahan Bupati, Kecamatan Kayoa Gelar Jum’at Bersih di Seluruh Desa

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 16:27 WIT

DPD GMNI Malut Soroti Dugaan Maraknya Investasi Tambang Tanpa AMDAL di Haltim

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:51 WIT

Shanty Alda Nathalia Tak Lagi Urus Perusahaan Tambang

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:12 WIT

Dari Perahu ke Cold Storage: Langkah Nelayan Soligi Menguatkan Ekonomi Desa

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:58 WIT

Kades Bantah Isu Tunggakan Lahan PT Arumba Jaya Perkasa

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:29 WIT

Akademisi Tambang Apresiasi Penertiban Galian C Ilegal di Maluku Utara 

Berita Terbaru

Seleksi pemain persiapan Porprov 2026 yang dipusatkan di Lapangan Ya-Anhar, Kelurahan Gambesi, Kota Ternate/Pelatih kepala Rudiyanto [dok : kasedata]

Olahraga

PSSI Ternate “Bangkit,” Bidik Kembali Emas Porprov 2026

Sabtu, 28 Mar 2026 - 01:53 WIT

Oknum anggota BRIMOB Bripka RAP (37) resmi ditetapkan sebagai tersangka KDRT. || dok : Kasedata.id

Hukun & Peristiwa

Tak Pandang Bulu, Polisi Tetapkan Anggota Brimob Tersangka KDRT

Rabu, 25 Mar 2026 - 17:32 WIT

Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara, Mardiah Z. Hanafi. || dok : Ilham/Kasedata

Hukun & Peristiwa

Fatayat NU Maluku Utara Mengutuk Keras Kasus KDRT di Ternate

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:17 WIT

Direktur LSM Daulat Perempuan Maluku Utara (Daurmala) Maluku Utara, Nurdewa Syafar. || dok : Ilham/Kasedata

Hukun & Peristiwa

Daurmala Resmi Laporkan Oknum Anggota Brimob ke Divpropam Polri

Selasa, 24 Mar 2026 - 22:46 WIT