Ternate Jadi Pilot Project Bansos Digital 2027

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ternate, Fahri Fuad [dok : sukarsi/kasedata]

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ternate, Fahri Fuad [dok : sukarsi/kasedata]

Kasedata.id – Pemerintah Pusat menetapkan Kota Ternate sebagai salah satu daerah percontohan penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis digital yang bakal diterapkan tahun 2027. Ternate tercatat sebagai satu dari 40 pemerintah daerah di Indonesia yang masuk dalam program piloting digitalisasi bansos.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ternate, Fahri Fuad, mengatakan program itu merupakan kebijakan nasional dan saat ini masih dalam tahap persiapan.

“Digitalisasi bantuan sosial akan direalisasikan pada 2027. Kota Ternate terpilih sebagai lokasi piloting dari 40 kabupaten kota” ujar Fahri, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah telah membentuk tim gugus tugas dan menggelar sejumlah rapat internal untuk mematangkan kesiapan teknis seperti perangkat pendukung, sosialisasi, serta penyiapan pendamping atau agen pelaksana.

“Kami sudah beberapa kali rapat dan direncanakan kembali pada 23 Februari untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan penerapan digitalisasi bansos,” jelasnya.

Fahri menegaskan, sepanjang 2026 penyaluran bansos masih menggunakan skema lama. Sistem digital baru akan diberlakukan penuh mulai 2027 setelah tahap uji coba selesai.

Baca Juga :  Reses di SMAN 2 Ternate, Is Suaib Disodori Usulan Laboratorium Robotik dan Tunjangan Guru

Ia menjelaskan, peran Dukcapil menjadi krusial karena digitalisasi bansos mensyaratkan kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai akses masuk ke portal perlindungan sosial milik Kementerian Sosial.

“Untuk mengakses sistem digital bansos, penerima dan pendamping wajib memiliki akun IKD, dan itu dikelola oleh Dukcapil,” katanya.

Ia menambahkan, tim pendamping program akan melibatkan unsur Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), RT, serta ASN terkait, dengan syarat utama seluruhnya telah memiliki IKD. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Sistem Merit Pemprov Malut Diuji, ASN Diminta Tuntaskan Survei INAgov
Dinas PUPR Malut Gandeng Balai Kementerian PU Perkuat SDM Konstruksi
Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Obi
Prabowo Resmikan 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel di Weda Maluku Utara
Presiden Prabowo Tiba di Maluku Utara Bawa Agenda Hilirisasi Rp 180 Triliun
Sherly-Sarbin Punya Visi, Musrifah Alhadar Eksekusi : Disperkim Makin Dekat Layani Warga
Pemprov Malut-LKPP Perkuat Kerja Sama, Benahi Kompetensi dan Tata Kelola Pengadaan
Presiden RI Prabowo Subianto Kunjungi Maluku Utara

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:47 WIT

Sistem Merit Pemprov Malut Diuji, ASN Diminta Tuntaskan Survei INAgov

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:43 WIT

Dinas PUPR Malut Gandeng Balai Kementerian PU Perkuat SDM Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIT

Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Obi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIT

Prabowo Resmikan 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel di Weda Maluku Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:54 WIT

Presiden Prabowo Tiba di Maluku Utara Bawa Agenda Hilirisasi Rp 180 Triliun

Berita Terbaru