Kasedata.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mendorong kemampuan berenang menjadi keterampilan dasar yang wajib dikuasai anak-anak di Maluku Utara. Di provinsi yang sebagian besar wilayahnya berupa laut ini, kemampuan berenang dinilai bukan sekadar modal meraih prestasi olahraga, tetapi juga keterampilan penting untuk keselamatan hidup.
Hal itu disampaikan Sherly saat membuka Kejuaraan Open Water Swimming 2026 di Pantai Falajawa, Kota Ternate, Minggu (25/10/2026). Kejuaraan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara sekaligus HUT ke-81 TNI.
Sherly menyoroti kondisi geografis Maluku Utara yang didominasi lautan, tetapi belum diimbangi kemampuan berenang yang memadai di kalangan anak-anak.
“Maluku Utara ini kurang lebih 70 persen wilayahnya adalah laut. Namun, kenyataannya masih banyak anak-anak kita yang berenang dengan cara yang belum benar. Padahal, kemampuan berenang adalah life skill yang sangat krusial, terutama bagi anak-anak kita yang tinggal di daerah kepulauan,” tegas Sherly.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Sherly menginstruksikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku Utara berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Lanal Ternate. Salah satu langkah yang didorong ialah pemanfaatan fasilitas kolam renang milik Lanal Ternate untuk kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Pemerintah daerah juga akan mendorong inventarisasi pelatih renang agar pembinaan dapat dilakukan secara terarah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
Langkah ini diharapkan membuka akses bagi pelajar untuk mempelajari teknik renang yang benar sekaligus membangun fondasi pembinaan atlet sejak usia dini.
Melalui pembinaan yang terstruktur, Maluku Utara diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet renang potensial yang dapat bersaing dari tingkat daerah hingga nasional dan internasional.
Antusiasme terhadap kejuaraan tahun ini juga meningkat. Jika pada penyelenggaraan tahun lalu jumlah peserta tercatat 200 orang, tahun ini meningkat menjadi 366 peserta.
Panitia menyiapkan total bonus sebesar Rp 127 juta. Untuk kategori hadiah yang diumumkan, juara pertama memperoleh Rp 10 juta, juara kedua Rp 5 juta, dan juara ketiga Rp 3 juta.
Sherly berharap dukungan terhadap olahraga renang terus ditingkatkan, termasuk melalui penambahan hadiah pada penyelenggaraan berikutnya. Namun, ia mengingatkan peserta agar tidak mengabaikan aspek keselamatan dan sportivitas.
“Semoga ke depan hadiahnya bisa ditambahkan semakin besar lagi, sehingga yang menang senyumnya makin lebar. Namun yang terpenting, utamakan keselamatan, lakukan stretching atau peregangan yang benar agar performa optimal, dan junjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Komandan Pangkalan TNI AL Ternate, Kolonel Laut (P) Ristanto Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI AL dan pemerintah daerah menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit atlet renang potensial dari Maluku Utara.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan selama perlombaan.
Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan di Pantai Falajawa ini diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas peserta dan pengunjung berpotensi mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan laut.
Kejuaraan Open Water Swimming 2026 turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, jajaran Forkopimda Maluku Utara, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, serta komunitas renang setempat.
Adapun kategori yang diperlombakan meliputi pelajar putra dan putri dengan jarak 250 meter, kategori umum putra dan putri sejauh 500 meter, serta kategori TNI/Polri dan instansi dengan jarak 500 meter. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi







