Bappeda Malut Perketat Evaluasi Program Prioritas Jelang Akhir Tahun 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:10 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Pra-Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2026 yang dibuka Wakil Gubernur di Ruang Rapat VIP Pemda Malut. || Kasedata.id

Rapat Pra-Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2026 yang dibuka Wakil Gubernur di Ruang Rapat VIP Pemda Malut. || Kasedata.id

Kasedata.id – Realisasi program pembangunan Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjadi sorotan. Hingga 21 Oktober 2026, sebanyak 416 dari total 1.006 subkegiatan pada 37 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) belum terinput dalam sistem pemantauan kinerja. Kondisi ini mendorong Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintahan Sherly–Sarbin.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Pra-Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2026 yang dibuka Wakil Gubernur di Ruang Rapat VIP Pemda Malut, Bandara Sultan Baabullah, Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan data pemantauan Bappeda Malut per 21 Oktober 2026 pukul 11.21 WIT, baru 590 sub kegiatan atau 58,65 persen yang telah terinput. Sementara itu, 416 sub kegiatan lainnya atau sekitar 41,35 persen belum tercatat dalam sistem. Bahkan, terdapat 121 sub kegiatan atau 12,03 persen yang sama sekali belum diinput.

Data tersebut menjadi perhatian serius menjelang akhir tahun anggaran, terlebih waktu efektif pelaksanaan program pada Triwulan IV semakin terbatas.

Dalam arahannya, Sarbin menegaskan bahwa seluruh pimpinan OPD harus mengevaluasi capaian kinerja, mengidentifikasi kegiatan yang terlambat, serta memastikan program yang mendukung visi dan misi pemerintahan Sherly-Sarbin berjalan sesuai target.

Baca Juga :  Kelulusan SMA SMK Tahun Ini Bikin Bangga, SLB Lulus 100 Persen

“Ini harus menjadi perhatian khusus bagi seluruh pimpinan OPD. Semua wajib mengidentifikasi program kegiatan yang mendukung langsung pelaksanaan program prioritas pembangunan daerah, sesuai dengan visi dan misi pemerintahan Sherly-Sarbin,” tegasnya.

Menurutnya, program prioritas bukan sekadar agenda pemerintahan, melainkan bagian dari janji politik yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Karena itu, setiap OPD diminta menyampaikan capaian secara transparan, termasuk kendala yang menghambat pelaksanaan kegiatan.

Ia juga meminta agar evaluasi tidak berhenti pada laporan administratif. Setiap persoalan harus dipetakan sehingga langkah percepatan dapat dilakukan secara terukur dan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Maluku Utara.

“Melalui forum ini, tolong identifikasikan program mana saja yang mengalami keterlambatan beserta kendala fungsinya seperti apa. Rapat seperti ini adalah rutinitas penting untuk memastikan bahwa proses pembangunan berjalan baik, terukur, dan hasil akhirnya benar-benar bisa dinikmati oleh rakyat Maluku Utara,” ujarnya.

sementara itu, Kepala Bappeda Maluku Utara, Sarmin Adam, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari tugas monitoring, evaluasi, dan pengendalian pelaksanaan program serta subkegiatan APBD Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga :  Jumlah PPPK Bermasalah di Halsel Turun

Sebanyak 20 OPD diundang untuk memaparkan perkembangan pelaksanaan program hingga Triwulan III sekaligus merumuskan langkah taktis menghadapi Triwulan IV, yang waktu efektifnya tinggal sekitar dua bulan.

Sarmin menyebut, OPD yang dilibatkan memiliki keterkaitan langsung dengan tiga instrumen pembangunan daerah, yakni 18 program prioritas gubernur dan wakil gubernur, Proyek Strategis Daerah, serta Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ketiga instrumen tersebut menjadi fokus evaluasi untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat pelaksanaan kegiatan, dan mendorong pencapaian target hingga penutupan tahun anggaran.

Sejumlah OPD yang hadir di antaranya Inspektorat, Dinas Nakertrans, Dinas Sosial, Dinas Kehutanan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas ESDM, BKD, Biro Kesra, Biro Adpim, Dinas PUPR, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Pariwisata.

Evaluasi ini menjadi momentum bagi seluruh OPD untuk memastikan program yang telah direncanakan tidak hanya tercatat dalam dokumen anggaran, tetapi juga terlaksana sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah keterbatasan waktu menjelang akhir 2026, percepatan realisasi, ketepatan pelaporan, dan penyelesaian hambatan pelaksanaan menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan bersama oleh jajaran Pemprov Maluku Utara. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

366 Peserta Bersaing di Open Water Swimming 2026
Gubernur dan Muslimat NU Malut Dorong Qasidah Jadi Sumber Ekonomi
PKB Halut Incar 4 Kursi DPRD, Fahmi Musa Siapkan Kekuatan Baru
Festival Tara No Ate dan MTQ Masuk Agenda Prioritas Pelestarian Budaya
Tanggap Darurat Karthutla TPA Takome Berakhir, Rehabilitasi Disiapkan
PPK PUPR Malut Buka Data Teknis Fondasi Jembatan Togoreba Tua-Tolabi
Kredit ASN Macet di BRI, BPKAD Malut Bongkar Kendala SP2D Online
Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:29 WIT

366 Peserta Bersaing di Open Water Swimming 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:58 WIT

Gubernur dan Muslimat NU Malut Dorong Qasidah Jadi Sumber Ekonomi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:18 WIT

PKB Halut Incar 4 Kursi DPRD, Fahmi Musa Siapkan Kekuatan Baru

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:38 WIT

Festival Tara No Ate dan MTQ Masuk Agenda Prioritas Pelestarian Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:15 WIT

Tanggap Darurat Karthutla TPA Takome Berakhir, Rehabilitasi Disiapkan

Berita Terbaru

Pengalungan medali kepada para pemenang Kejuaraan Open Water Swimming 2026 di Pantai Falajawa, Kota Ternate. || Foto : Kasedata.id

Daerah

366 Peserta Bersaing di Open Water Swimming 2026

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:29 WIT