Disnaker Halsel Dinilai Tak Mampu Siapkan TKL Berkualitas

Kamis, 26 Juni 2025 - 18:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hastomo B. Tawary.

Hastomo B. Tawary.

Kasedata.id – Perusahaan tambang besar, Harita Grup, kembali membuka lowongan kerja untuk berbagai posisi di wilayah Halmahera Selatan. Rekrutmen ini menjadi harapan besar bagi masyarakat atau Tenaga Kerja Lokal (TKL) yang ingin mendapatkan pekerjaan.

Namun justru menimbulkan sorotan terhadap kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans ) Kabupaten Halmahera sekatan.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Selatan, Hastomo Tawary, menilai bahwa Dinas Nakertrans Halsel belum menyiapkan program pelatihan yang memadai untuk mengalihkan tenaga kerja non-skil (tidak memiliki keahlian khusus) menjadi tenaga kerja skil (terampil) sesuai kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dinas Ketenagakerjaan memiliki anggaran yang dialokasikan untuk berbagai program dan kegiatan yang mendukung para pencari kerja,” kata Hastomo dalam keterangan persnya, Kamis (26/6/2025).

Baca Juga :  Disnakertrans Halsel Bentuk Forum HRD, Ini Tujuannya

Menurutnya, anggaran ini mencakup biaya pelatihan kerja, penyediaan informasi lowongan kerja, fasilitasi penempatan kerja, serta kegiatan lain yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja.

“Anggaran Dinas Ketenagakerjaan untuk para pencari kerja diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003,” sebutnya.

Kondisi ini dikhawatirkan membuat masyarakat lokal sulit bersaing dalam pasar kerja, terutama dalam menghadapi rekrutmen perusahaan besar seperti Harita Grup yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

“Setiap kali ada rekrutmen besar, kita selalu tertinggal. Padahal ini peluang emas untuk menekan angka pengangguran lokal,” ujar Hastomo.

Baca Juga :  Sekda Halsel Tekankan Kinerja ASN dan Adaptasi Aturan Baru

Seharusnya pemerintah daerah melalui dinas terkait sudah jauh-jauh hari menyiapkan pelatihan berbasis kompetensi bagi calon tenaga kerja lokal.

“Kita punya potensi, tapi tidak ada upaya serius dari dinas untuk membina dan membekali pemuda-pemudi di Halmahera Selatan agar mampu bersaing,” tegas Ketua KNPI

KNPI Halmahera selatan, menyayangkan lemahnya perencanaan dari Disnaker. Mereka menilai, seharusnya ada langkah konkret seperti pelatihan vokasi atau kerja sama dengan perusahaan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal.

“Pemerintah daerah diminta segera mengevaluasi kinerja dinas terkait dan memastikan adanya program pemberdayaan tenaga kerja lokal yang jelas dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Redaksi

Berita Terkait

DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran
80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung
Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa
21 Polisi Kena PTDH, GP Ansor Malut Apresiasi Ketegasan Kapolda
Sekolah Kedinasan Jadi Rebutan, 198 Peserta Malut Adu Strategi di Simulasi CAT
Nurcholis, Dokter Spesialis Saraf Pulang Mengabdi di Bumi Hibualamo
Dari Sirah ke Aksi, Muslimat-Fatayat NU Malut Perkuat Ketahanan Keluarga
RSU Tidore Dukung FKG UMMU

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIT

DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIT

80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung

Senin, 7 September 2026 - 19:15 WIT

Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIT

21 Polisi Kena PTDH, GP Ansor Malut Apresiasi Ketegasan Kapolda

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIT

Nurcholis, Dokter Spesialis Saraf Pulang Mengabdi di Bumi Hibualamo

Berita Terbaru