Dugaan Korupsi, Mantan Calon Wali Kota Ternate Ditetapkan Tersangka

Selasa, 28 Oktober 2025 - 14:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses penahanan MSA dan SS oleh Kejari Halmahera Barat [Foto : tanggapan layar/kasedata]

Proses penahanan MSA dan SS oleh Kejari Halmahera Barat [Foto : tanggapan layar/kasedata]

Kasedata.id – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Barat (Halbar) resmi menahan dua tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan letter sign “Welcome to Halbar”  di kawasan Tanjung, Desa Guaeria, Kecamatan Jailolo.

Kedua tersangka masing-masing berinisial MSA, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Halbar yang juga diketahui pernah maju sebagai calon Wali Kota Ternate pada Pilkada 2024, serta SS mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Halbar periode 2018–2021.

Baca Juga :  Trigana Air Tambah Rute Flight, Seminggu 3 Kali Penerbangan Sanana-Ternate

Keduanya resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif di Kejari Halbar pada Selasa (28/10/2025). Penahanan dilakukan di Lapas Kelas III Jailolo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah penahanan dilakukan setelah penyidik menemukan kecukupan alat bukti terkait dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan letter sign tersebut.

“Penetapan tersangka ini berdasarkan kecukupan alat bukti yang dimiliki penyidik. Jika dalam pengembangan penyidikan ditemukan keterlibatan pihak lain, tentu akan kami mintai pertanggungjawaban hukum,” ujar pihak Kejari Halbar.

Baca Juga :  Tunggakan DBH Pemprov ke Halsel Tembus 169 Miliar

Diketahui bahwa proyek pembangunan letter sign “Welcome to Halbar” mulai digulirkan sejak tahun 2017 dengan sumber anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Halmahera Barat Tahun Anggaran 2018 senilai sekitar Rp1 miliar.

Namun, dalam pelaksanaannya proyek tersebut diduga sarat penyimpangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp1 miliar. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula
BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur
Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut
Cegah Persoalan Hukum, Bupati Sula Teken MoU dengan Jaksa
Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo
Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi
Beredar BBM Oplosan di Ternate, Polisi Selidiki Pemasok Pertalite
Penertiban Aset Pemprov Malut Dikebut, 64 Kendaraan Dinas Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:30 WIT

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 November 2026 - 13:32 WIT

BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIT

Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut

Senin, 2 November 2026 - 19:40 WIT

Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo

Senin, 2 November 2026 - 16:19 WIT

Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi

Berita Terbaru

Ekonomi

Dua Hari Pasar Murah, Cabai 1,4 Ton Ludes Terjual di Ternate

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:26 WIT

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi [dok : karno/kasedata]

Sula

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:30 WIT